Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Jangan Suka Berburuk Sangka Pada Uang, Nanti Uang Akan Malas Mendekati Kita Loh!  

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
16 Oktober 2019
A A
pada uang

pada uang

Share on FacebookShare on Twitter

“Aku nggak butuh uang, yang penting itu cinta dan kebahagiaan!”

ADVERTISEMENT

“Tanpa uang, aku juga bisa hidup bahagia kok.”

“Uang itu cuma sumber masalah.”

Tentu kalimat-kalimat di atas bukan hal yang asing lagi kita dengar. Banyak orang menyuarakan tentang bagaimana uang itu tak menjamin kebahagian dalam hidup seseorang. Mereka bahkan menganggap  uang hanya merupakan sumber masalah dalam kehidupan ini. Secara tak sengaja, dengan mengucapkan kata-kata tersebut, kita sudah ber-negative thinking pada uang. Seolah dalam hidup ini kita sama sekali tak butuh uang. Apakah kita benar-benar bisa hidup tanpa uang?

Memang benar, uang bukan segalanya, tapi tak bisa dimungkiri kalau kadang kala segalanya itu juga membutuh uang. Ambil contohnya saja dalam hidup berumah tangga. Memang cinta itu merupakan pondasi pokok dalam sebuah hubungan, tanpa cinta semuanya akan terasa hambar. Tapi cinta saja tak cukup. Karena makan setiap hari itu tak akan kenyang hanya dengan sebuah cinta semata, kita juga butuh beras dan lauk yang bisa dibeli dengan uang. Ujung-ujungnya pakai uang juga kan?

Sebelum membahas ke hal-hal yang rumit, ada baiknya kita kembali lagi menelaah tentang apa sih kegunaan uang itu yang sesungguhnya. Seperti yang kita tahu, uang itu hanya merupakan benda mati yang dijadikan alat tukar yang memudahkan manusia untuk menentukan nilai suatu barang. Bisa dibayangkan jika uang tak lagi ada, maka jual beli saat ini harus dilakukan dengan sistem barter seperti zaman kuno dulu.

Kadang saat kita miskin atau tak punya uang, kita suka sesumbar bahwa uang itu tak menjamin kebahagian seseorang. Memang, saya setuju dengan hal itu, toh, mau punya uang sebanyak apa pun kita tak bisa membeli tawa, kebahagian, atau kesehatan. Tapi bukan berarti kita harus antipati dengan uang, sehingga kita benci pada uang.

Baca Juga:

Rezeki memang tak melulu soal uang, tapi senang juga rasanya kalau dapat duit bertubi-tubi

Sebagai Anak Kos, Saya Muak Lihat Konten TikTok Rp10 Ribu Sehari untuk 3 Kali Makan. Nggak Masuk Akal!

Banyak orang kaya yang terjerumus dalam kesedihan, kesepian, dan kehancuran gara-gara uang, tapi tak sedikit juga orang miskin yang menderita karena tak punya uang. Mau makan tak bisa hingga busung lapar, anak cerdas tapi impiannya untuk  sekolah tinggi harus kandas, dan ada juga orang tua yang sampai tega mengajak anak-anaknya untuk makan racun karena saking terlilit kemiskinan.

Menjadi ‘kaya’ dan punya uang itu tak selamanya mengerikan. Dengan uang kita bisa membahagiakan diri sendiri, membahagiakan orang lain, serta membantu sesama. Nggak semua yang punya uang itu terjerumus dalam hal-hal negatif kok, ada banyak juga orang-orang yang memanfaatkan uangnya untuk kegiatan sosial. Jadi jangan terus-terusan berburuk sangka pada uang, kasian si uang ini.

Dengan mengucapkan kata-kata tersebut, secara tak sengaja kita tengah mendoakan diri sendiri agar dijauhkan dari uang. Mungkin ada yang berucap seperti itu agar terlihat baik-baik saja dalam kemiskinannya, namun ada juga orang yang serius memang tak ingin punya uang banyak. Ada yang beranggapan mendapatkan uang itu begitu sulit, sehingga ia pasrah dengan keadaannya. Namun ada juga yang sudah ketakutan dulu jika memiliki uang banyak, sebelum mereka merasakannya sendiri.

Sebenarnya uang ini hanya benda mati, dia tak berkutik jika tidak digerakan oleh manusia. Ia bisa taat pada kehendak manusia, namun saat manusianya ‘menyimpang’ maka jangan salahkan uang jika ia mengusai akal sehat manusia. Jadi semua itu balik lagi pada manusianya masing-masing. Orang baik tentu akan menggunakan uangnya dalam kebaikan, tapi kalau orang sudah pada dasarnya kurang baik yah jangan heran jika ia punya uang maka akan lari pada hal-hal yang kurang baik. Dengan uang yang sama, tapi dua manusia yang berbeda, maka uang akan bekerja dengan cara masing-masing.

Sekali lagi saya bilang, uang memang bukan segalanya, tapi kita tak boleh munifik untuk mengakui bahwa segalanya di dunia ini kadang membutuhkan uang. Sekolah butuh uang, makan butuh uang, berobat butuh uang, bahkan kencing di toilet umum pun juga butuh uang. Ada sesuatu yang memang disiapkan secara gratis, namun ada banyak hal yang harus kita bayar di dunia ini untuk menikmatinya. Bahkan mati saja, kita butuh uang untuk bayar tukang gali kubur serta sewa tanah kubur kalau kita tinggal di kota.

Boleh saja kalau kita tak mau tergantung dengan uang, tapi jangan lantas membuat kita menjadi orang yang begitu antipati dengan uang. Ada banyak hal baik yang bisa kita lakukan dengan uang tersebut. ada banyak contoh, orang-orang yang memiliki uang banyak untuk digunakan membantu sesamanya.

Cobalah sejenak bayangkan bagaimana perasaan uang ini. Kalau ada yang suka menjelekkan atau berburuk sangka pada kita, tentu kita akan malas dekat-dekat dengan orang tersebutkan? Begitu juga dengan uang. Ucapan itu adalah doa. Jika kita suka bicara seolah kita tak butuh uang, maka uang pun akan meng-iya-kan dan akan enggan menyambangi hidup kita.

Berbaik-baiklah dengan uang dan bersahabatlah dengannya  dengan cara yang sewajarnya, tapi jangan sampai kita gelap mata dan menghalalkan segalanya untuk memaksa uang berada di genggaman kita. Cintai sekadarnya saja, jangan berlebihan. Yang sedang-sedang saja, biar kalau ditinggal uang pas tanggal tua, nggak nelangsa-nelangsa banget. hehe (*)

BACA JUGA Ternak Lele adalah Kita yang Mulai Pragmatis atau tulisan Reni Soengkunie lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Oktober 2019 oleh

Tags: berburuk sangkaKebahagiaanUang
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

5 Hal Nggak Enaknya Jadi Orang Berstatus Crazy Rich Pixabay

5 Hal Nggak Enaknya Jadi Orang Berstatus Crazy Rich

15 Maret 2022
kebahagiaan, filsafat stoa

Resep Kebahagiaan di Tengah Keambyaran Ala Epicurus

22 April 2020
Inilah yang Saya akan Lakukan kalau Punya Duit 1 Miliar Mojok.co

Inilah yang Saya akan Lakukan kalau Punya Duit 1 Miliar

15 Oktober 2024
Sebagai Anak Kos, Saya Muak Lihat Konten TikTok Rp10 Ribu Sehari untuk 3 Kali Makan. Nggak Masuk Akal!

Sebagai Anak Kos, Saya Muak Lihat Konten TikTok Rp10 Ribu Sehari untuk 3 Kali Makan. Nggak Masuk Akal!

24 September 2025
Ikut Organisasi Mahasiswa Itu Sah-sah Saja, asal Siap Keluar Duit Lumayan organisasi kampus

Ikut Organisasi Mahasiswa Itu Sah-sah Saja, asal Siap Keluar Duit Lumayan

4 Januari 2024
pinjaman online debt collector pinjol OJK menagih utang piutang menagih utang mojok.co

Utang Itu Sensitif, Sampai-sampai Orang yang Minjemin Duit Jadi Sangat Menyebalkan

20 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membayangkan Jatinangor Tanpa Unpad, ITB, IPDN, dan Ikopin: Nggak Terkenal, Nggak Berkembang, Pokoknya Menyedihkan sumedang, bandung

Berhentilah menyebut Jatinangor sebagai Bandung coret, tolong hormati Sumedang

15 Juli 2026
Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

17 Juli 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jangan cintai Surabaya secara berlebihan, ia juga punya kekurangan yang patut dibicarakan

21 Juli 2026
Fans Ronaldo nangis melihat Messi real GOAT di final Piala Dunia (Unsplash)

Final Piala Dunia yang bikin fans Ronaldo hilang arah: Cemas dukung Messi atau membiarkan fans Barcelona makin besar kepala?

18 Juli 2026
4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga Mojok.co

4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga

21 Juli 2026
Nongkrong sama teman yang lagi mabuk dan banyak bacot benar-benar bikin emosi

Nongkrong sama teman yang lagi mabuk dan banyak bacot benar-benar bikin emosi

20 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.