Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Hal yang Bikin Tinggal di Zona WITA Menyenangkan

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
6 Maret 2022
A A
5 Hal yang Bikin Tinggal di Zona Waktu WITA Menyenangkan Terminal Mojok

5 Hal yang Bikin Tinggal di Zona Waktu WITA Menyenangkan Terminal Mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau ditanya apa salah satu hal paling menyenangkan dan patut disyukuri dari tinggal di Indonesia bagian timur, saya akan menjawab zona waktu. Iya, saat ini saya tinggal di daerah zona WITA (Waktu Indonesia Tengah) yang satu jam lebih cepat dari zona WIB (Waktu Indonesia Barat).

Sebelumnya, saya lahir dan besar di daerah Cikarang, atau di zona WIB. Selama tiga tahun belakangan, saya merantau ke daerah Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, yang punya zona WITA. Hal ini tentu membuat saya merasakan perbedaan antara zona WIB dan WITA. Berikut ini saya jabarkan lima hal yang bikin tinggal di zona WITA menyenangkan.

#1 Nonton UCL nggak kepagian

Buat kamu yang ngefans sepak bola dan senang nonton UCL (UEFA Champions League), acara nonton ini tentu jadi agenda yang tak boleh dilewatkan. Jadwal UCL di zona WIB adalah pukul 3 pagi. Jam segitu tuh cukup kepagian untuk bangun tidur dan akan sangat melelahkan untuk begadang.

Nggak perlu nonton bola pukul 3 pagi (Unsplash.com)

Beda halnya jika kamu tinggal di zona WITA seperti saya yang mana jadwal UCL jadi pukul 4 pagi mendekati waktu salat subuh. Orang-orang yang tinggal di wilayah Indonesia tengah seperti saya ini akan mendapatkan suguhan pertandingan sepak bola sambil menunggu masuk waktu salat subuh. Menyenangkan, bukan?

#2 Punya alasan menolak dihubungi pada malam hari

Setelah capek seharian bekerja di kantor, sampai rumah tentu penginnya istirahat dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Sayangnya, ada beberapa teman atau sanak saudara dari tempat asal saya yang suka menghubungi saya di malam hari. Jika sudah begini, biasanya saya sengaja membalas pesan mereka keesokan harinya dengan alasan sudah tidur lantaran zona WITA satu jam lebih awal daripada WIB dan di tempat saya sudah memasuki jam larut malam. Jadi punya alasan kuat deh untuk nggak angkat telepon atau balas pesan di malam hari.

#3 Sedikit lebih santai saat ada acara online pagi hari

Tiap acara atau pelatihan via online yang saya ikuti selalu menggunakan standar waktu zona WIB. Dan seringnya acara atau pelatihan ini jadwalnya pagi hari sekitar pukul 9 hingga 10 WIB. Jika dikonversikan ke dalam zona waktu Indonesia tengah, maka acara akan mulai pukul 10 hingga 11 WITA. Hal ini bisa saya manfaatkan untuk bersantai sejenak atau menyiapkan hal penting lainnya sebelum acara atau pelatihan dimulai. Namun, bukan berarti ini nggak jadi bumerang buat saya. Sebab, jika saya mendapat acara atau pelatihan online yang dimulai malam hari waktu Indonesia barat, hitungannya saya akan selesai lebih malam. Huhuhu.

Ikutan meeting online agak siang (Unsplash.com)

#4 Bisa posting senja duluan di medsos

Di era digital ini, mendapatkan momen yang cepat dan tepat untuk diposting adalah hal yang penting. Terutama jika kamu adalah penikmat senja. Jika berada di zona WITA, kamu bisa memposting foto senja bersama caption yang menyayat hati lebih dulu ketimbang temanmu yang tinggal di zona WIB. Momen yang kamu dapatkan duluan ini memperbesar kesempatanmu untuk mendapat lebih banyak likes di media sosial, terlebih jika follower-mu kebanyakan berasal dari zona WIB yang belum memasuki waktu senja saat kamu memposting momen tersebut.

#5 Ada tambahan tenggat waktu

Saat mengikuti acara atau pelatihan online dari kantor pusat yang menggunakan standar waktu WIB, biasanya ada tugas yang harus dikirimkan keesokan harinya yang mana tenggat waktunya juga berdasarkan standar waktu WIB.

Baca Juga:

Nasihat untuk Kamu yang Sedang LDR dari Orang yang Sukses Menjalaninya

5 Hal Nggak Enak Tinggal di Luar Zona WIB Saat Ramadan

Deadline kerja lebih lambat (Unsplash.com)

Misalnya, pelatihan selesai hari Senin dan tugas harus dikirim maksimal hari Selasa pukul 12 WIB. Di sini saya merasa mendapat sebuah keuntungan. Apabila saya yang tinggal di zona WITA sama-sama bangun pukul 5 pagi dengan peserta di zona WIB untuk mengerjakan tugas, maka saya akan mendapat ekstra 1 jam untuk menyelesaikan tugas sebelum tenggat waktu berakhir pukul 12 WIB.

Itulah beberapa hal yang bikin tinggal di zona WITA menyenangkan. Semua hal yang ada di dunia ini tentu ada plus minusnya, tak terkecuali perkara urusan waktu ini. Yang jelas, pandai mengatur waktu adalah hal yang tak kalah penting. Setuju?

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Intan Ekapratiwi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Maret 2022 oleh

Tags: WIBWITAzona waktu
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

Nasihat untuk Kamu yang Sedang LDR dari Orang yang Sukses Menjalaninya

Nasihat untuk Kamu yang Sedang LDR dari Orang yang Sukses Menjalaninya

21 Maret 2023
5 Hal Nggak Enak Tinggal di Luar Zona WIB Saat Ramadhan

5 Hal Nggak Enak Tinggal di Luar Zona WIB Saat Ramadan

3 April 2022
zona waktu di indonesia wita wib wit duluan 1 jam mojok.co

Enak dan Nggak Enaknya Tinggal di Zona WITA ketika Apa-apa Selalu Ngikutin Zona WIB

19 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

30 Januari 2026
5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan Mojok.co

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

31 Januari 2026
Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

6 Kebiasaan Warga Solo yang Awalnya Saya Kira Aneh, tapi Lama-lama Saya Ikuti Juga

27 Januari 2026
5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata (Gil Ribeiro via Unsplash)

5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata

30 Januari 2026
Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya Mojok.co

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

29 Januari 2026
4 Alasan Freezer Nugget Lebih Membingungkan daripada Kulkas Minuman di Indomaret

4 Alasan Freezer Nugget Lebih Membingungkan daripada Kulkas Minuman di Indomaret

26 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.