Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

10 Ungkapan Ekspresif dalam Dialog Masyarakat Betawi

Suzan Lesmana oleh Suzan Lesmana
26 Februari 2022
A A
10 Ungkapan Ekspresif dalam Dialog Masyarakat Betawi

10 Ungkapan Ekspresif dalam Dialog Masyarakat Betawi (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Masyarakat Betawi identik dengan karakter yang riang gembira selain nggak mau kalah kalau adu argumen. Coba saja siapa yang nggak kenal dengan kalimat “lu jual, gua beli” dan “jangankan kalah, seri aja ogah”. Makanya masyarakat Betawi dikenal juga sangat ekspresif. Itulah yang selama ini digambarkan dan dicitrakan dalam sinetron atau acara-acara komedi di televisi.

Sebut saja mulai dari seniman dan pelawak Bang Benyamin Sueb, Bang Bolot, Bang Malih Tongtong, Mpok Nori, Mpok Atik, Bang Mandra, Bang Bokir, Bang Mastur, Bang Komeng, Mpok Omas, Adul, dan banyak lagi seniman Betawi lainnya.

Pencak silat kesenian Betawi (shutterstock.com)

Kalau di kalangan generasi muda Betawi adalah komika Bang David Nurbianto yang sukses mengangkat diksi dan dialektika keseharian masyarakat Betawi dalam materi-materi stand-up comedy-nya yang ekspresif. Tak dimungkiri memang, ketika saya sendiri berdialog dengan circle pertemanan orang asli Betawi di daerah Kampung Melayu, Cipinang, dan Condet-Jakarta Timur, kosa kata dan artikulasinya kurang lebih memang seperti itu—walaupun memang nggak selalu “gegaokan” atau teriak-teriak seperti Bang Mandra atau Mpok Nori, wqwqwq.

Gaya bahasa atau dialek Betawi yang nyablak atau spontan alias ceplas-ceplos dan cenderung bawel tersebut malah menimbulkan kelucuan yang khas dari masing-masing tokoh. Makanya, jika M.A.W Brouwer menganalogikan “Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum,” sedangkan “Tanah Betawi lahir ketika Tuhan sedang tertawa”, seperti yang dikatakan Bang Fikri Ilhamsyah di artikelnya.

Gambang kromong (Shutterstock.com)

Nah, dalam dialog Betawi yang dibangun dalam sinetron maupun film, pun dalam keseharian, kalian pasti sering mendengar beberapa istilah yang diucapkan dengan ungkapan khas Betawi. Sayangnya tak semua orang memahaminya. Untuk itulah saya kenalkan 10 ungkapan yang ekspresif dalam dialog Betawi. Beberapa keterangan saya kutip dari Kamus Ungkapan dan Peribahasa Betawi karya Abdul Chaer (2009).

#1 Asal goblek

Maknanya adalah ngomong seenaknya, asal saja ngomongnya, apa adanya ngomongnya, atau ceplas-ceplos ngomongnya. Saking khasnya, ungkapan “asal goblek” ini, dulu pernah dipakai sebagai nama program oleh Babeh Benyamin saat menjadi penyiar di Ben’s Radio.

“Eh, Mat, tadi gue dipanggil berdua sama si Oji. Die orangnye asal goblek aje, ye, kagak dipikir-pikir kalau ngomong”

Baca Juga:

8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

5 Istilah Ekonomi Islam yang Sering Bikin Salah Paham

#2 Belaga pilon

Bermakna pura-pura atau nggak tahu apa-apa. Jadi nggak semua kata-kata Betawi yang berakhiran “a” jadi “e”. Pura-pura tak otomatis jadi “pure-pure”, tapi “belaga”.

“Sini, lu, Dul. Jangan belaga pilon, lu! Elu, ‘kan, nyang jadi calonnye si Fatimeh?”

#3 Buaye darat

Makna luasnya adalah orang yang melakukan perbuatan tercela, seperti penipu, penjahat, dan pencuri. Namun, lebih jamak buaya darat dimaknai hidung belang atau playboy atau laki-laki yang mempunyai sifat tak setia terhadap pasangannya hingga memiliki pasangan lebih dari satu orang.

“Dasar lelaki buaye darat, cukup tahu, dah, gue sekarang!”

Buaya (pixabay.com)

#4 Bujug buneng

Artinya seperti kata “Busyet!”, “Astaga!”, “Et, dah!” Merupakan kata yang mengekspresikan ketakjuban pada sesuatu hal.

“Eh, Min. Lu, lihat Maling lewat sini, kagak? Bujug buneng, maling larinye kenceng banget!”

#5 Idung rerongo

Disematkan kepada orang yang tahu aja saat orang lain sedang makan enak.

“Dasar idung rerongo, tau aje orang lagi abis hajatan. Sini, dah, makan-makan”

Namun, idung rerongo berbeda maknanya dengan tajem idung, meski sama-sama idung. Kalau tajem idung disematkan untuk orang yang cepat sekali tahu rahasia seseorang.

#6 Macan ompong

Bermakna orang yang tak lagi memiliki power atau kekuasaan. Oleh sebab itulah dinamakan macan ompong. Sebab, macan kan yang ditakuti tuh giginye kan.

“Dia mah, udeh pensiun. Udeh kayak macan ompong, nggak usah takut!”

#7 Muke gile

Sebuah ungkapan yang bermakna perasaan sangat terkejut terhadap suatu hal.

“Muke gile, Bang Mamad udah jadi orang kaya, ye, sekarang”

#8 Madi rodok

Sebuah ekspresi yang bermakna kurang ajar.

“Madi rodok si Acang, maen gile die sama orang kampung sebelah”.

Kata “rodok” sebenarnya bermakna terlalu matang untuk konteks makanan yang dimasak, bermakna hampir busuk untuk buah yang terlalu matang. Namun, dibanding ungkapan “madi rodok”, ungkapan “madi kipe” dianggap lebih halus digunakan dalam sebuah dialog.

#9 Segede alaihim

Ini adalah ungkapan khas yang bermakna tinggi besar sekali. Biasanya ditujukan ke orang yang mempunyai perawakan luar biasa. Seperti: “Ya Allah, tadi di lapangan, gue ketemu orang segede alaihim. Makannye apaan, ye, tuh orang?”

#10 Sial dangkalan

Bermakna keadaan tak hanya apes atau sial saja tapi sangat sial. Umpamanya seseorang yang motornya dicuri.

“Sial dangkalan, motor gue digondol maling. Emang maling kagak tahu diri, empet banget gue!”

Itulah 10 ungkapan ekspresif dalam dialog masyarakat Betawi, khususnya Betawi iye—yang saya gunakan dengan almarhum engkong saya dan kawan-kawan Betawi saya. Kalau Betawi ora beda lagi. Bisa bikin kamu ora danta pisan alias nggak jelas banget. Naah, lebih puyeng, ya, hehehe~

Penulis: Suzan Lesmana

Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 Maret 2022 oleh

Tags: betawiistilahungkapan
Suzan Lesmana

Suzan Lesmana

Seorang MC yang suka menulis sejak pandemi

ArtikelTerkait

4 Pedagang yang Selalu Ada di Hajatan Orang Betawi (Gandi Purwandi via Shutterstock.com)

4 Pedagang yang Selalu Ada di Hajatan Orang Betawi

21 September 2022
'Si Paling', Istilah Paling Menyebalkan Abad Ini

Si Paling, Istilah Paling Menyebalkan Abad Ini

15 Juni 2022
7 Istilah yang Perlu Diketahui Mahasiswa Keperawatan Sebelum Praktik Klinik di Rumah Sakit

7 Istilah yang Perlu Diketahui Mahasiswa Keperawatan Sebelum Praktik Klinik di Rumah Sakit

7 April 2023
15 Kosakata Bahasa Sunda yang Susah Diartikan ke Bahasa Indonesia. Orang Sunda Juga Bingung Menjelaskannya

15 Kosakata Bahasa Sunda yang Susah Diartikan ke Bahasa Indonesia. Orang Sunda Juga Bingung Menjelaskannya

25 November 2023
Potong Kebo Andilan, Tradisi Lebaran Betawi yang Mulai Pudar Tergerus Zaman

Potong Kebo Andilan, Tradisi Lebaran Betawi yang Mulai Pudar Tergerus Zaman

5 Mei 2022
22 Istilah Penting yang Perlu Diketahui Staff Admin Supaya Kerjanya Sat-Set Mojok.co

22 Istilah yang Perlu Diketahui Staff Admin supaya Kerjanya Sat-Set

30 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot Mojok.co

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

30 Januari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam
  • Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.