Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Kasihan Motor Saya jika Pertalite Beneran Dihapus

Budi oleh Budi
27 Januari 2022
A A
Kasihan Motor Saya jika Pertalite Beneran Dihapus

Kasihan Motor Saya jika Pertalite Beneran Dihapus (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sekali lagi, motor saya harus kembali bersabar dan ngelus piston ketika mendengar pertalite mau dihapuskan. Sebelumnya sudah berkali-kali ngelus piston juga sih, setelah premium mulai jarang tersedia di SPBU.

Saya sendiri agak bingung setengah stres dengan keputusan pemerintah ini, meski masih hal ini masih rumor. Rumornya, pertalite akan dihapus menyusul bahan bakar jenis premium yang sudah lebih dulu diberangus dari pasaran. Dan lamat-lamat, pemerintah memaksa menyarankan masyarakat untuk pindah memakai pertamax yang katanya lebih baik bagi mesin. Tapi, tidak begitu baik di kantong yang punya kendaraan.

Meski rumor ini sudah ditampik oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati di Istana Wakil Presiden RI pada Selasa (28/12/2021). Ia berujar, “Tidak ada kebijakan hari ini yang menghapuskan Pertalite. Pertalite masih ada di pasar, jadi silakan (dibeli).”

Eh tapi, jika beneran pertalite dihapuskan gimana?

Semisal pertalite beneran dihapus, berarti kita terpaksa beralih ke pertamax. Dan harganya jelas lebih mahal. Artinya, pengeluaran bulanan kita bertambah, padahal UMR tahun ini naiknya dikit banget. Malah sama aja nggak naik, sih. Stres? Sama.

 “Eh tapi kan, Pertamax jauh lebih baik bagi kendaraan. Lebih bagus buat mesin, bisa bikin lebih awet!”

Kata siapa?

Sepanjang yang saya lihat pas bongkar-bongkar mesin, entah pakai pertalite atau pertamax, sama saja sih. Sama-sama meninggalkan warna hitam, berkerak pas dibongkar ruang bakarnya. Dan bagi saya sendiri, mau pertamax atau pertalite, efek ke mesinnya nggak begitu jauh, terkhusus untuk motor standar dari pabrik. Tetap sama-sama bisa jalan.

Baca Juga:

Sambatan Pelanggan Shell, SPBU Pelarian yang Ternyata Punya Masalah Juga

Pemilik dan Pegawai Pertashop, Korban Pertamax Oplosan yang Paling Menderita: Bisnis Mati Sudah Pasti, Bertahan Mana Ada yang Mau Beli?

Memang kalau pakai pertamax bikin motor jadi nggak gampang rusak gitu? Atau bikin kerak di head mesin nggak ada? Ya, tetap saja ada dong. Apalagi jika setting-an di mesin ngaco, kerak hitam di head alias ruang bakar mesin bakal numpuk juga. Nah soal keawetan mesin, itu balik lagi soal ganti oli. Rutin ganti oli bikin mesin lebih awet, fakta yang saya tahu sih gitu. Jadi bukan masalah mau pakai pertamax atau pertalite. Lagian, RON Pertamax itu 92, sementara RON Pertalite 90, nggak begitu beda jauh.

Beda cerita kalau mesin motor sudah dioprek dan kompresinya jadi naik, nah itu baru dan wajib hukumnya pakai bahan bakar dengan RON tinggi, biar mesinnya nggak jebol, overheat. Tapi, kalau mesin standar ting-ting dipaksain pakai RON tinggi kayak pertamax atau pertamax turbo jatuhnya cuman pemborosan. Lha wong pertalite yang lebih murah saja sudah lebih dari cukup kok.

Jadi, buat Pemerintah, semisal beneran mau ngehapus pertalite,lain kali kalau membuat keputusan, mbok ya lihat situasi kondisi gitu lho. Meminta masyarakat pakai pertamax sih nggak apa-apa, tapi lihat situasi juga.

Tahun ini UMR nggak naik, sedangkan kondisi ekonomi belum terlihat membaik secara signifikan setelah dua tahun kita dihajar pandemi. Pun, Omicron masih mengintai di luar sana, yang artinya, ada potensi kita harus bertempur lagi melawan coronavirus.

Kalau duitnya yang buat beli pertamax aja nggak ada, sama aja kan?

Lagipula, efek pertamax ke kendaraan ya nggak beda jauh sama pertalite. Bener lebih bagus, tapi nggak sebesar yang dipikirkan. Jatuhnya sama aja. Lha wong mayoritas kendaraan di Indonesia adalah kendaraan bermesin standar dengan tenaga yang nggak besar, kewajiban pertamax jadi terkesan memaksakan.

Kalau bawa-bawa isu lingkungan, itu lebih aneh lagi sih. Kalau beneran pemerintah peduli isu lingkungan, kok gampang kali ngasih izin buat membuka lahan?

Sebagai penutup, saya minta pemerintah berpikir lagi kalau beneran mau ngehapus pertalite. Kalau mudharatnya jauh lebih banyak, sebaiknya jangan. Pikirin rakyat lah, sekali-kali.

Oh iya, di judul saya tulis kalau kasihan motor saya kalau pertalite beneran dihapus, emang iya? Nggak juga sih. Sebenernya, yang kasihan itu saya.

Penulis: Budi
Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Januari 2022 oleh

Tags: bahan bakarpertalitepertamax
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

6 Tips agar Motor Matik Irit Bahan Bakar

6 Tips agar Motor Matik Irit Bahan Bakar

14 Februari 2022
Benarkah Pertalite Harga Baru Lebih Boros? Mari Kita Buktikan

Benarkah Pertalite Harga Baru Lebih Boros? Mari Kita Buktikan

26 September 2022
Pertashop Bangkrut Justru Bikin Repot: Laporan Langsung dari Pelanggan Bensin Pertamina

Kalau Harga Pertamax RON 92 Beneran Naik, Bagaimana Nasib Pertashop dan Pertamini?

31 Maret 2022
4 Kesalahan Layout SPBU yang Bikin Pelanggan Nggak Nyaman

SPBU Pertamina Butuh Inovasi Cashless Biar Nggak Cuma Merepotkan Rakyat Kecil Saja!

2 Juli 2022
menggoyangkan

Penting Ya Ritual “Menggoyangkan” Kendaraan Bermotor di SPBU

29 Agustus 2019
Kasihan Motor Saya jika Pertalite Beneran Dihapus

Gagal Branding, Alasan Orang Kaya Nggak Malu Beli Pertalite

20 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup
  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 
  • Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.