Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Rute Motoran Pelepas Galau selain Ring Road di Jogja

Kuncoro Purnama Aji oleh Kuncoro Purnama Aji
18 Januari 2022
A A
3 Rute Motoran Pelepas Galau selain Ring Road di Jogja terminal mojok.co

3 Rute Motoran Pelepas Galau selain Ring Road di Jogja (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Motoran muteri Ring Road adalah ritual yang sering dilakukan anak muda Jogja ketika hati dan pikiran sedang galau. Sebuah kegiatan yang terlihat sederhana, tapi percayalah kegiatan ini sangatlah manjur untuk mengobati galau.

Sayangnya, akhir-akhir ini muteri Ring Road tidak seasyik seperti biasanya. Banyak sekali hal-hal menjengkelkan yang malah menambah galau ketika motoran muteri Ring Road. Hal-hal seperti macet di sore hari, klitih di malam hari, ataupun jalan berlubang adalah alasan yang membuat saya males untuk motoran muteri Ring Road.

Oleh karena itu, sebagai orang yang menjadikan motoran sebagai sarana pelepas galau. Saya memilih untuk mencari rute lain untuk bermotoran ria. Beberapa rute berikut mungkin bisa menjadi pilihan alternatif untuk motoran selain di Ring Road.

#1 Kasihan – Bangunjiwo – Jl. Bibis – Goa Slarong – Jl. Srandakan

Rute pertama berada di wilayah Jogja bagian selatan. Dimulai dari perempatan Ring Road Kasihan ke arah selatan, dilanjutkan ke arah barat menyusuri Jl. Bibis-Bangunjiwo. Setelah sampai di perempatan Bibis, ada dua opsi yang dapat diambil, yakni belok kiri menuju Jl Goa Slarong atau lurus ke arah puncak Bibis. Jika kalian lebih suka jalanan yang sepi dan rindang, saya menyarankan untuk lewat Jl. Bibis. Tapi jika kalian takut kesasar, lebih baik lewat Jl. Goa Slarong.

Rute ini nantinya akan tembus ke Jl Srandakan. Lalu setelah itu ke arah barat menuju jembatan Kali Progo di Srandakan. Ada tiga opsi ketika sudah sampai titik ini. Pertama, puter balik di bunderan Srandakan sebelum jembatan. Kedua, belok kiri menuju arah pantai selatan Bantul. Ketiga, ambil jalan lurus menyebrangi jembatan lalu belok kanan ke arah Brosot menyusuri tepian kali Progo.

Rute ini memiliki karakteristik berkelok-kelok khas perbukitan. Dengan pepohonan yang masih rindang di kiri kanan jalan, yang membuat rute ini cukup syahdu untuk motoran. Pagi atau sore hari adalah waktu paling tepat untuk bermotoran di rute ini.

#2 Jl. Wates –  Jl. Gedongan – Tempel – Jl. Kebon Agung

Berbeda tipe dibanding rute pertama yang berkelok-kelok. Rute kedua ini lebih bertipe jalanan lurus dengan persawahan di kiri kanan jalan. Rute ini cocok untuk kalian yang suka ngelamun sambil motoran. Rute ini terletak di daerah Sleman bagian barat. Dimulai dari Jl. Wates ke arah barat, lalu ke utara menyusuri Jl. Gedongan. Di sepanjang jalan kita akan disuguhi pemandangan persawahan di kiri-kanan jalan. Ditambah lagi pemandangan perbukitan Menoreh di sisi barat laut.

Setelah menyusuri Jl. Gedongan sampai ke utara sana, kita bisa belok kanan setelah mencapai persimpangan antara Jl. Gedongan dan Jl. Kebon Agung. Ketika melalui Jl. Kebon Agung, kita bisa mampir sejenak di warung mi ayam yang jumlahnya sangat banyak di sepanjang jalan. Apalagi ketika masuk wilayah Seyegan, yang mana terdapat banyak warung mi ayam yang mantap.

Baca Juga:

Kereta Prameks Nggak Ramah untuk Lansia, Harus Jalan Sangat Jauh dan Penumpangnya Masih Kurang Kesadaran!

Trans Jogja Makin Hari Makin Tak Berguna: Tidak Menjangkau Seluruh DIY, Tidak Jadi Solusi Kemacetan. Lalu, Gunanya Trans Jogja Apa?

Waktu paling pas untuk motoran di rute ini yaitu pagi atau sore hari. Saya tidak menyarankan siang hari karena cuaca akan terasa terik. Apalagi malam hari, karena penerangan di rute ini masih sangat minim. Tapi buat kalian yang suka motoran di tempat yang sunyi dan gelap, malam hari adalah waktu yang sangat pas.

#3 Jl. Palagan – Jl. Pakem-Turi

Bergeser ke utara, saya memilih rute Jl. Palagan sampai ke Jl. Pakem-Turi. Rute ini dimulai dari bangjo Monjali menuju ke utara menyusuri Jl. Palagan. Lalu belok kiri setelah sampai di pertigaan antara Jl. Pakem-Turi dan Jl. Turgo.

Rute ini sangat cocok untuk motoran karena kondisi jalan yang halus karena baru diaspal kembali beberapa tahun yang lalu. Motoran di rute ini juga cukup syahdu karena udara di wilayah atas yang masih sejuk.

Itulah tiga rute alternatif untuk motoran selain muteri Ring Road yang dapat dicoba. Apalagi, jika dirasa Ring Road sudah nggak asyik lagi untuk motoran. Yang terpenting ketika sedang motoran adalah selalu tertib lalu lintas dan mengutamakan keselamatan.

Penulis: Kuncoro Purnama Aji
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Januari 2022 oleh

Tags: MotoranRing RoadRute
Kuncoro Purnama Aji

Kuncoro Purnama Aji

Memiliki keinginan menjadi penulis, meski prosesnya berjalan pelan. Banyak ide justru muncul saat berlari dan membiarkan pikiran mengembara.

ArtikelTerkait

Menyetel Konten Dakwah itu Baik tapi Tidak dengan Suara Keras di Dalam Prameks kereta prameks

Kereta Prameks Nggak Ramah untuk Lansia, Harus Jalan Sangat Jauh dan Penumpangnya Masih Kurang Kesadaran!

4 April 2025
Jangan Pernah Coba Membandingkan Transportasi Umum di Surabaya dengan Jakarta, Surabaya Jelas Kalah 1000 Langkah!

Jangan Pernah Coba Membandingkan Transportasi Umum di Surabaya dengan Jakarta, Surabaya Jelas Kalah 1000 Langkah!

29 Januari 2024
Jogja! Rute Trans Jogja Malah Membahayakan Warga Bantul (Unsplash)

Trans Jogja Makin Hari Makin Tak Berguna: Tidak Menjangkau Seluruh DIY, Tidak Jadi Solusi Kemacetan. Lalu, Gunanya Trans Jogja Apa?

11 Maret 2024
Mubeng Ring Road Adalah Tradisi Kawula Muda Jogja Menghilangkan Kesedihan

Mubeng Ring Road Adalah Tradisi Kawula Muda Jogja Menghilangkan Kesedihan

18 April 2020
5 Ciri Khas Rute Bus Makassar-Toraja terminal mojok.co

5 Ciri Khas Rute Bus Makassar-Toraja

5 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  MOjok.co

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.