Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Menanti Cibinong yang Ramah Pejalan Kaki

Farid Yuniar oleh Farid Yuniar
16 Desember 2021
A A
cibinong ramah pejalan kaki
Share on FacebookShare on Twitter

Saya mulai tinggal di Cibinong akhir tahun 2009. Sebelum itu, saya pernah menghuni tiga lokasi rumah yang berbeda. Setelah itu, baru pindah ke Cibinong.

Setelah tinggal di Cibinong lebih dari 10 tahun saya bisa bilang kalau Cibinong ya gini-gini saja. Satu pembangunan yang monumental mungkin hanya Cibinong City Mall (CCM), dibangun tahun 2013. Saya masih ingat, sebelum mall itu hadir, saya dan teman-teman kantor sering harus motoran bareng ke Kota Bogor, satu jam perjalanan santai naik motor, sekadar untuk makan di KFC dekat kebun raya, atau ke Botani Square untuk nonton bioskop. Sesekali ke Depok kalau sudah bosan naik ke arah Kota Bogor.

Sederhananya, keseharian di Cibinong adalah jalan macet dan rusak, genangan air saat hujan, angkot di mana-dimana dan tidak tersedianya jalur pedestrian yang bagus. Urusan yang terakhir ini mungkin juga terjadi di banyak kota ya. Saya tinggal di Jogja cukup lama, lima tahun ditambah dua tahun untuk menyelesaikan dua kali studi di UGM. Seingat saya, sampai tahun 2015 ketika menamatkan kuliah, pedestrian di sepanjang Jalan Kaliurang yang dekat kampus juga tidak ramah pejalan kaki. Lebar pas-pasan, banyak dimakan pedagang, dan parkir toko/rumah makan sepanjang jalan.

Namun, ada yang berbeda dengan trotoar dan jalan di Cibinong. Terutama pada sepanjang jalan Pemda, Stadion Pakansari, dan jalan menuju pintu masuk Tol Sirkuit Sentul. Beberapa waktu ke belakang, sedang berlangsung pemasangan gorong-gorong saluran air berukuran besar, betonisasi, aspalisasi, dan pelebaran trotoar. Kondisi ini bikin jalan yang udah macet jadi tambah macet.

Dan sayangnya, yang tersiksa bukan hanya pengendara motor. Namun, juga pejalan kaki. Saya tidak bisa bilang Cibinong adalah tempat yang ramah untuk pejalan kaki. Sebab, trotoar yang ada sudah alih fungsi. Sudah begitu, jalan pun penuh lubang dan dipenuhi kendaraan bermotor.

Sebenarnya, sudah ada perbaikan untuk beberapa titik. Seperti kompleks seputaran Kantor Bupati Bogor sampai arah CCM dan Stadion Pakansari. Perbaikan memang masih terus berjalan. Andai sudah jadi, saya bisa membayangkan betapa enaknya berjalan di daerah tersebut.

Namun, saya juga punya kekhawatiran. Jalan pedestrian yang lebar terkadang justru dinikmati oleh pedagang dan parkir liar. Fasilitas tersebut malah bisa jadi salah sasaran, kalau tidak ada ketegasan.

Sebagai contoh, jalan menuju Stadion Pakansari yang sebenarnya sudah memiliki trotoar lebar, sekarang sudah ditempati banyak pedagang dan terambil sebagian besar oleh toko-toko, rumah makan.

Baca Juga:

5 Alasan Orang Kabupaten Bogor Malas Bepergian ke Ibu Kotanya, Cibinong, dan Lebih Memilih ke Kota Bogor

Singapura Memang Semenyenangkan Itu, dan Memang Bikin Betah Banget, Wajar kalau Pada Pindah

Stadion Pakansari sebelum pandemi, adalah tempat mangkal aneka penjual makanan dan barang-barang kaki lima. Berjejal dari sore sampai malam di trotoar. Kekhawatiran saya tentu bukan tidak beralasan ya. Saat ini saja, sebelum jalan jadi, di sepanjang jalan Pemda dekat CCM sudah banyak pedagang bakso kawi, batagor, minuman, dan lainnya yang memenuhi jalan dari siang sampai malam hari.

Kondisi ini mudah-mudahan sudah masuk dalam perhatian serius dari Bu Bupati dan jajarannya. Orang jualan tentu juga harus mendapatkan kesempatan jualan karena dari situlah mereka menyambung hidup. Namun tentunya perlu dipikirkan di mana mereka bisa ditempatkan dan tetap laku.

Jika saya perhatikan, beberapa kali saya melihat kehadiran Satpol PP yang bikin pedagang beralih tempat. Harus ada solusi permanen yang bisa diterima sebagian besar pihak, karena memuaskan semuanya hampir tidak mungkin. Kucing-kucingan dengan satpol PP mungkin juga bisa memupuk potensi konflik di kemudian hari.

Yang jelas sebagai warga Cibinong, saya bersiap menikmati trotoar luas dan nyaman. Biar Cibinong kayak di Thamrin, biar bisa jogging dengan nyaman seperti di trotoar Pantai Kuta. Dan semoga tidak hanya jalan pemda, Stadion Pakansari, dan Jalan ke Tol Sirkuit Sentul, namun juga untuk banyak wilayah lain di Cibinong.

Sumber Gambar: Pixabay

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Desember 2021 oleh

Tags: cibinongPedestrian
Farid Yuniar

Farid Yuniar

PNS di Cibinong.

ArtikelTerkait

pedestrian

Sayang, Indonesia Tidak Ramah Pedestrian

5 Juli 2019
4 Alasan Cibinong Adalah Pilihan Terbaik untuk Menetap di Luar Jabodetabek terminal mojok.co

4 Alasan Cibinong Adalah Pilihan Terbaik untuk Menetap di Luar Jabodetabek

26 Januari 2022
5 Alasan Orang Kabupaten Bogor Malas Bepergian ke Ibu Kotanya, Cibinong, dam Lebih Memilih ke Kota Bogor Mojok.co surabaya

5 Alasan Orang Kabupaten Bogor Malas Bepergian ke Ibu Kotanya, Cibinong, dan Lebih Memilih ke Kota Bogor

27 November 2025
Berangkat Kerja Naik KRL dari Cibinong ke Tangerang: Buat yang Ahli Aja

Berangkat Kerja Naik KRL dari Cibinong ke Tangerang: Buat yang Ahli Aja

19 April 2023
kambing-kambing

Jalur Pedestrian Kian Menyempit, Kambing-Kambing pun Ikut Mengekspansi

6 Agustus 2019
pedestrian

Gugatan Seorang Pedestrian Kepada Pengendara Motor yang Sembrono

16 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial

30 Maret 2026
Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

1 April 2026
Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

1 April 2026
Kata Siapa Tinggal di Gang Buntu Itu Aman dan Nyaman? Rasakan Sensasinya Ketika Gang Buntu itu Ditumbuhi Kos-kosan

Kata Siapa Tinggal di Gang Buntu Itu Aman dan Nyaman? Rasakan Sensasinya Ketika Gang Buntu itu Ditumbuhi Kos-kosan

1 April 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026
5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli

28 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.