Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Demokrasi Indonesia dan Bayang-bayang Vandalisme yang Sulit Dilepaskan

Ayu Octavi Anjani oleh Ayu Octavi Anjani
25 September 2019
A A
vandalisme

vandalisme

Share on FacebookShare on Twitter

Masih sangat hangat dalam ingatan, aksi turun ke jalan alias demo yang dilakukan oleh para mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia pada Selasa, 24 September 2019. Sebenarnya demo mahasiswa sudah dilakukan sejak Senin, 23 September 2019. Tapi Selasa itu pasti puncaknya.

Mahasiswa yang demo itu semangat sekali menolak sejumlah revisi UU di depan Kompleks DPR RI yang ujung-ujungnya pasti bentrok. Hadeuh. Namanya juga demo. Hehe. Saya sebagai mahasiswa jurnalistik merasa ini adalah peluang sumber berita dan perlu liputan. Tapi…entah kenapa kaki ini malas sekali untuk beranjak dari kasur kosan yang teramat nyaman. Jadilah saya hanya memantau lewat internet.

Mahasiswa dari berbagai latar belakang kampus yang berbeda itu mengkritisi langkah DPR RI mengenai berbagai revisi UU yang dinilai bermasalah. Lautan manusia memenuhi Kompleks DPR RI hari itu. Aksi itu sejatinya adalah puncak kegelisahan para mahasiswa atas kinerja pemerintahan di Indonesia. Presiden Joko Widodo dan DPR RI tentu sasarannya.

Jadi teringat bagaimana demo Trisakti dulu itu apalagi tagar #GejayanMemanggil menggema di berbagai media sosial mengingatkan saya pada peristiwa era reformasi dulu. Jiwa mahasiswa kan jiwa muda ya. Jadi mau rusuh dan bentrok sampai bagaimanapun kalau tuntutannya belum didengar ya gas terus. Panjang umur perjuangan! Begitu kata teman saya di instagram saat mengunggah fotonya ketika turun ke jalan waktu itu.

Sebenarnya nggak salah juga jika menganggap langkah DPR RI ketika mengeluarkan revisi UU segercep itu merupakan sebuah upaya pelemahan KPK kita. Gara-gara ada dewan pengawas kali ya. DPR RI sepertinya sangat bernafsu mengesahkan RUU KPK yang bahkan belum ditandatangani presiden dan akan berlaku mulai tiga puluh hari kedepan.

Selain RUU KPK yang jadi sorotan, RUU KUHP juga nggak luput dari sorotan. Pemerintah dan DPR RI punya niat baik sih mau punya kitab hukum asli Indonesia yang sebelumnya produk kolonial. Tapi masalahnya masyarakat menganggap pasal-pasalnya yang karet malah jadi mengibiri hak-hak masyarakat nantinya. RUU KUHP masih jauh dari harapan. Pekan lalu pro dan kontra bahkan terus berdatangan dari masyarakat

Emosi mahasiswa akhirnya meledak ketika tau RUU KUHP akan disahkan dalam rapat paripurna. Wah. Menuntut dan memperjuangkan hak-hak masyarakat boleh-boleh aja kok. Nggak ada yang salah. Menjadi salah kalau sudah mulai ada kerusuhan, bentrok, dan berakhir dengan aksi-aksi vandalisme yang nggak bertanggung jawab.

Lalu apasih vandalisme? Kalau menurut KBBI, vandalisme itu perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnya atau perusakan dan penghancuran secara ganas. Fasilitas umum kan berharga bagi masyarakat. Jadi ya merusak fasilitas umum juga termasuk vandalism dong.

Baca Juga:

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro

Kalau mau bar-bar bolehlah lewat orasi yang semangat dan menggebu-gebu. Sampaikan aspirasi kalian dengan tuntas. Tapi jangan sampai merusak fasilitas umum dong. Nggak heran lagi kalau Indonesia lagi demo pasti ujung-ujungnya aksi vandalisme yang meresahkan dan sangat merugikan masyarakat lainnya karena hal itu terkait dengan fasilitas umum. Fasilitas yang digunakan bersama.

Berkaca dari demo mahasiswa di depan Kompleks DPR RI kemarin itu. Kawasan sekitaran Gedung DPR RI sampai rusak parah setelah mahasiswa demo sejak Selasa pagi. Pantas saja, mahasiswanya nekat jebol pagar segala sih. Kurang afdol kalau nggak jebol-jebolan pagar kayaknya. Ckckck dasar mahasiswa.

Selain itu saya sempat melihat beberapa potret aksi vandalisme mahasiswa lainnya seperti mencorat-coret tembok sepanjang Gedung DPR RI dengan tulisan “HUTAN DIBAKAR KPK PADAM”. Bagus juga tulisannya. haha. Juga merusak mobil water cannon milik Brimob Polri. Oh! Jangan lupa separator jalur busway juga rusak tuh. Tahu kok itu bentuk protes kalian semua para mahasiswa. Tapi kan itu jadinya merusak pemandangan ah!

Bukan hanya aksi jebol-jebolan dan coret-coretan, pembakaran juga dilakukan. Pintu tol dalam kota Pejompongan contohnya. Sempat terbakar. Terbayang sudah bagaimana bar-barnya aksi demo mahasiswa saat itu. Nggak tanggung-tanggung, sampai ratusan mahasiswa dirawat akibat saking rusuhnya demo.

Memang, bayang-bayang vandalisme di Indonesia masih nggak bisa dilepaskan. Ngikut terus tiap demo. Sepertinya demo dan vandalisme sudah menjadi suatu kesatuan yang haqiqi. Kesatuan yang merugikan pastinya. Kurang afdol kalau demo tapi nggak ada pelampiasannya. Begitu mungkin pikiran para demonstran. Huft (*)

BACA JUGA Surat Terbuka Untuk Bapak Dewan dan Presiden: Pak Tolong Bubarkan Saja KPK atau tulisan Ayu Octavi Anjani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Februari 2022 oleh

Tags: aksidemontrasiMahasiswarkhuhpruu kpkvandalisme
Ayu Octavi Anjani

Ayu Octavi Anjani

Mahasiswa akhir yang hobi makan dan nulis.

ArtikelTerkait

Pengalaman Kuliah S3 di Taiwan Bikin Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia Mojok.co

Nekat Kuliah S3 di Taiwan Berujung Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia

25 Maret 2026
4 Salah Kaprah Tentang Unpad yang Harus Diluruskan

Kalau Mau Kuliah di Bandung ke Unpad Aja dan Salah Kaprah Lainnya tentang Unpad yang Perlu Diluruskan

14 Juli 2023
uang listrik

Uang Listrik yang Mengusik Kedamaian

15 Agustus 2019
teman

Repotnya Punya Teman Yang Suka Menghasut Dan Bermuka Dua

27 Mei 2019
mahasiswa selesai kompre, pengangguran

Buat Mahasiswa yang Baru Selesai Kompre dan Galau Nggak Bisa Ngelamar Kerja, Lakukan ini Aja

28 Mei 2020
friends biaya hidup mahasiswa jogja Tempat Nongkrong Hits dan Legendaris di Jogja yang Pernah Jaya Pada Masanya

Berapa sih Biaya Hidup Mahasiswa di Jogja?

1 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

1 April 2026
Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang Mojok.co

Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang

1 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.