Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Anime

Tak Perlu Jadi Wibu untuk Menikmati Kimetsu no Yaiba The Movie: Mugen Train

Fadlir Nyarmi Rahman oleh Fadlir Nyarmi Rahman
20 Oktober 2021
A A
Kimetsu No Yaiba The Movie_ Mugen Train

Kimetsu No Yaiba The Movie_ Mugen Train

Share on FacebookShare on Twitter

Menonton anime bagi beberapa orang yang sok dewasa (yang jumlahnya cukup banyak), hanyalah kegiatan kekanak-kanakan. Bagi mereka, produk dunia hiburan Jepang itu tak lebih dari gambar bergerak yang jauh dari kenyataan dan dipenuhi fantasi jurus-jurus atau kekuatan super–yang kerap diidentikkan dengan kesukaan para bocah.

Nah, untungnya saya punya judul anime dalam bentuk film yang karena saking bagusnya bikin saya yakin bisa diterima oleh mereka yang nggak suka jejepangan. Sambutlah, ini dia Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba The Movie: Mugen Train (2020). Mengapa saya begitu pede demikian? Tentu ada beberapa hal yang melatarbelakanginya. Dan inilah alasannya.

#1 Efek visual yang memanjakan mata penonton

Yup. Garapan studio Ufotable memang dikenal dengan visualisasi yang bikin speechless. Dan, film ini sudah pasti juga demikian. Kalau penonton diibaratkan nasabah bank BCA, film ini secara aspek visual akan jadi satpamnya: melayani dengan apik, membuat nyaman, dan bikin hati adem.

Bahkan sejak scene pembukanya pun sudah bikin saya nge-pause film (nonton di Netflix) buat mengumpat kagum. Adegan di mana Oyakata-sama, pemimpin pasukan pemburu iblis, bersama putrinya mengunjungi petilasan para pejuang itu. Di sana kita diperlihatkan barisan batu nisan, daun-daun tertiup angin, langit cerah dengan visualisasi animasi yang sangat epik. Colour grading-nya pun begitu pas, nyata, dan akan membuat siapa pun berpikir, ini animasi atau live action, ya? Dan, perlu ditulis dengan huruf kapital bahwa: KUALITAS INI ADA DI SEPANJANG FILM!

Berangkat dari sini, tentu mereka yang anti-jejepangan akan lupa bahwa ini tontonan yang tidak mereka suka. Dan dengan itu pula, saya yakin mereka akan terhipnotis dan lanjut sampai film ini berakhir. Apalagi banyak aksi pertarungan dengan jurus-jurusnya yang, sekali lagi, dibalut dengan efek animasi yang menakjubkan.

#2 Isi cerita yang masuk akal

Sebagai informasi, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba The Movie: Mugen Train sebenarnya lanjutan dari serial anime Kimetsu no Yaiba season pertama. Saat ini, Tanjiro dkk sedang dalam misi menemui Rengoku sang Pilar Api untuk membasmi iblis di dalam sebuah perjalanan kereta api.

Baca Juga:

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

3 Sisi Gelap Jembatan Suramadu yang Bikin Wisatawan Enggan Balik Lagi ke Madura

Untungnya, meski belum menonton serialnya, siapa pun tetap akan bisa mengikutinya. Sebab, plot Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba The Movie: Mugen Train bergerak pelan mengenalkan kembali karakter, meski tidak mendetail, yang salah satunya melalui flashback. Contoh kasusnya adalah Kamado Tanjiro, karakter protagonis, yang diceritakan kembali bahwa ia kehilangan keluarganya akibat dibantai iblis.

Selain itu, dengan latar belakang di Jepang zaman kuno yang masih sedikit tersentuh dunia modern, tentu kehadiran iblis dan pembasminya ialah hal yang masih masuk akal. Hal ini pun dapat memberi pemahaman pada penonton mengenai gambaran besar dari judul ini.

Namun, yang paling penting yaitu hal tersebut juga dapat dijadikan sebagai alat buat mereka yang nggak suka dengan fantasi khas anime, agar dapat menoleransinya. Maksud saya, kan banyak dari kita masih percaya bahwa di zaman dahulu seorang manusia bisa punya kekuatan supranatural.

Nah, dalam film ini, ada jurus pernapasan yang dapat menghasilkan berbagai elemen alam. Seperti, api, air, angin, maupun listrik yang akan disalurkan ke pedang untuk menebas kepala iblis. Maka, hal ini nggak lagi jadi aneh karena latar belakang film mendukung isinya untuk tetap masuk akal.

#3 Pesan moral untuk mengikhlaskan kehilangan

Life must go on, kata orang bijak. Tapi, ini adalah hal yang susah buat dilakuin. Apalagi kalau kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Nah di Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba The Movie: Mugen Train penonton akan melihat betapa kehilangan sungguh sulit diikhlaskan tapi harus!

Mungkin sudah banyak karya fiksi di dunia ini yang menggambarkan hal serupa. Namun, film ini menekankannya lebih dalam. Sebab, dalam pengaruh kekuatan iblis para penumpang kereta itu dibuat tertidur dan bermimpi tentang hal yang mereka anggap berharga hingga ingin tetap hidup di dalamnya, untuk kemudian dimangsa.

Tanjiro pun, memimpikan kehidupan yang paling berharga, yaitu hidup bersama keluarganya yang telah pergi. Bagaimana ibunya dan adik-adiknya yang lucu masih hidup, seakan kebahagiaan di mimpi itu nyata. Untungnya sih dia segera tersadar dan memutuskan meninggalkan keluarganya. Tentu keputusan yang sangat berat mengingat betapa sedih kehilangan keluarganya, namun kehidupan tetap harus berjalan!

Ini kan dilematis banget sebagai sebuah konsep. Di saat ada kesempatan untuk “memiliki” kembali hal yang berhaga, namun di satu sisi kau harus rela mengikhlaskan demi kebaikan yang sekarang. Jujur, saat bagian ini saya sangat trenyuh dan belajar untuk mengikhlaskan, satu hal yang sulit untuk dilakukan.

Namun, saya sangat teringat perkataan Tanjiro di film ini yang begitu berani dan menyentuh, “Aku sudah kehilangan mereka. Aku tak akan pernah bisa kembali. Tapi, aku akan selalu mengenang mereka semua.” Ya, memang demikian. Apa-apa yang sudah pergi dari kita, sebenarnya masih hidup dalam bentuk lain: kenangan.

Tentu, mengatakannya tak semudah melakukannya. Tapi, dengan melihat bagaimana sikap Tanjiro, saya optimis bisa melakukannya juga jika terjadi pada saya.

Di akhir film pun yang adalah klimaksnya penonton diperlihatkan sekali lagi bagaimana kita harus melewati kehilangan, perpisahan, dan hal-hal menyedihkan melalui adegan… ah nonton sendiri aja, deh!

Pokoknya, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba The Movie: Mugen Train akan menampar siapa pun yang menilai rendah anime. Bahwa anime pun,

nyatanya banyak mengandung nilai-nilai yang (((dalam))) untuk dijadikan pembelajaran. Jadi, film ini sungguh cocok buat kamu yang nggak suka jejepangan.

Sumber gambar: Viu Indonesia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Oktober 2021 oleh

Tags: demon slayerkimetsu no yaibamugen trainpilihan redaksiVIU
Fadlir Nyarmi Rahman

Fadlir Nyarmi Rahman

Seorang radiografer yang sedikit menulis, lebih banyak menggulir lini masa medsosnya. Bisa ditemui di IG dan Twitter @fadlirnyarmir.

ArtikelTerkait

Teknologi Hasil Ternak: Jurusan Underrated dan Nggak Terkenal bahkan di Kampus Sendiri

Teknologi Hasil Ternak: Jurusan Underrated dan Nggak Terkenal bahkan di Kampus Sendiri

21 Desember 2023
Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

16 Januari 2026
Memahami Sultan Ground: Keistimewaan Jogja yang Ruwet dan Penuh Intrik tamansari

Prabu Yudianto Menceritakan Dukanya Saat Tinggal di Tamansari Jogja: Bisa Diusir Kapan Saja

10 April 2023

Pasar Malam Sekaten di Alun-alun Dilarang, tapi Dibuka di Mal? Jogja Memang Istimewa!

15 Oktober 2021
Rokok Luffman: Rokok Ilegal yang Katanya Mirip Marlboro Merah, Aslinya Bikin Muntah merek rokok ilegal

7 Merek Rokok Ilegal Ternama yang Jangan Pernah Kamu Beli  

15 September 2023
Mahasiswa PGSD di Kampus Biasa Aja, tapi Idola di Tempat PPL-nya terminal mojok.co

Mahasiswa PGSD di Kampus Biasa Aja, tapi Idola di Tempat PPL-nya

26 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
13 Kosakata Bahasa Madura yang "Menjebak” dan Perlu Diperhatikan Pendatang yang Baru Belajar Mojok.co

13 Kosakata Bahasa Madura Paling “Menjebak” dan Perlu Diperhatikan Pendatang yang Baru Belajar

9 Februari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil Mojok.co

Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil

7 Februari 2026
5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin (Unsplash)

5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin, Menghindari Pajak Bukan Satu-satunya!

9 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”
  • “Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia
  • Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran
  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.