Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Apa pun Alasannya, Memaklumi Pembajakan Film Jelas Ra Mashok!

Azizah Amatullah oleh Azizah Amatullah
7 Oktober 2021
A A
Clickbait series netflix mojok

Clickbait series netflix mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Pembajakan film memang susah untuk dilawan. Namun, bukan berarti hal tersebut tak bisa dilakukan.

Sebuah postingan memancing kernyitan warganet beberapa waktu lalu. Tepatnya, postingan dari instagram Putri Titian. Postingan story Instagramnya menyoal film bajakan menuai kontroversi. Beberapa media berita memberitakan opini si aktris dan kolom komentar pun terlibat diskusi.

Awalnya, Putri Titian hanya mengulas dan membagikan beberapa potongan serial Netflix Korea Squid Game. Namun kemudian, ia memposting ulang salah satu story seorang followers yang menonton Squid Game di platform ilegal. Ketika pertanyaan mulai masuk ke pesan Instagramnya, Putri Titian turun memberikan pembelaan. Menurutnya, tidak mengapa menonton ilegal. Toh, tidak semua orang memiliki uang untuk berlangganan Netflix. Ia lalu bercerita bahwa semasa remaja dulu, ia pun sering membeli DVD bajakan.

Ketika kabar tersebut masuk akun Instagram beberapa media, saya melihat kolom komentar banyak yang ikut mengaminkan. Kemudian sebuah pertanyaan muncul di kolom tersebut, apakah hiburan itu hanya milik orang kaya?

Di belahan ibu kota lainnya, komika sekaligus sineas Ernest Prakasa mengeluhkan TikTok yang dianggap tidak peduli terhadap perfilman Indonesia. Platform yang kini sedang digilai anak muda tersebut dinilai belum memiliki itikad baik melawan pembajakan film. Faktanya, TikTok kerap disalahgunakan untuk mencari angka pengikut dan penonton. Biasanya akun-akun tak bertanggungjawab senang repost karya orang lain, atau membagikan film utuh yang dipotong dalam puluhan part. Tentu tindakan ini akan merugikan para pegiat film.

Rasanya, tidak etis jika ada seorang aktris menganggap pembajakan film sebagai sesuatu yang normal.

Harus diakui kalau pembajakan adalah hal yang sulit diberantas di masyarakat kita. Penghargaan terhadap industri kreatif masih begitu rendah. Mulai dari pembajakan lagu, buku-buku, gambar, hingga foto. Pembajakan film pun turut serta menjadi bisnis yang menjanjikan. Padahal, bisnis ini bisa meraup keuntungan jutaan rupiah per bulan. Uang yang datang dari iklan itu tentu hanya akan masuk ke saku pemilik situs. Sama sekali tidak sepeser pun dihibahkan pada sineas.

Sejak akhir 2019, Menkominfo Johnny G. Plate mulai serius menangani pembajakan film. Pada awal 2020, ada ratusan situs film ilegal yang diblokir. Angka penonton bajakan terus berkurang mengingat Indonesia terus mengembangkan kemudahan OTT (over-on-top) yang memudahkan akses film. Film-film tersebut bisa diakses dengan cara berlangganan ataupun bayar-per-tayang (pay-per-view). Bioskop alternatif juga semakin marak, bahkan dinilai sebagai bisnis yang menjanjikan.

Baca Juga:

Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet 

5 Tayangan Netflix yang Sebaiknya Jangan Ditonton Saat Makan, Bikin Mual!

Sebagai masyarakat yang lahir di kelas ekonomi biasa saja, saya ikut maklum jika ada orang menghalalkan tontonan film ilegal karena alasan budgeting. Kemudahan akses film hari ini nggak mahal-mahal amat bagi kelas ekonomi menengah. Joko Anwar, sutradara film ternama itu, pernah membandingkan berlangganan OTT dengan harga secangkir kopi di kafe. Namun, mengingat mayoritas kita berada di kelas menengah ke bawah, film tentu bukan lah kebutuhan primer bagi sebagian besar masyarakat kita.

Akses film legal akhirnya diberi stereotip kemewahan, hanya untuk kalangan atas. Sayangnya, pemaknaan film sebagai kemewahan ini tertanam di hampir seluruh lapisan masyarakat.

Padahal, normalisasi nonton legal lah yang seharusnya ditanamkan dalam diri setiap kita. Apa sih yang sulit dari menghargai karya orang lain? Kerugian apa yang akan terjadi jika kita menghargai karya orang lain? Dalam logika bersosial pun, jika ingin dihargai, sudah selayaknya manusia juga menghargai. Nonton legal adalah bentuk apresiasi dan terima kasih paling sederhana terhadap sineas dan industri kreatif.

Sementara proses berkembangnya film di Indonesia ini masih berlanjut, “Nggak semua orang punya uang buat langganan” memang menjadi bagian tersendiri yang mesti dimaklumi. Tak bisa dipaksa dalam satu malam. Toh, hiburan memang bukan milik orang kaya, itu pilihan personal. Namun meromantisasi dan menormalisasi tindak pembajakan adalah opini paling ora mashok.

Ada hak cipta pada karya yang dibajak di situs ilegal. Film pun termasuk yang dilindungi Undang-undang Hak Cipta. Sadar atau tidak, pembajakan adalah tindakan menyalahi hukum. Kalaupun pembajakan belum bisa diberantas, kesadaran bahwa pembajakan film itu sebuah pelanggaran inilah yang seharusnya ditanamkan, bukan malah sebaliknya. Proses ini tidak akan cepat memang, situs bajakan sendiri akan terus hidup selama penontonnya masih hidup.

Memaklumi sebagian orang nonton di situs ilegal, memang membuatnya semakin susah dihilangkan. Tapi, langkah pertama mendukung perkembangan film kita adalah dengan memberikan kesadaran bahwa pembajakan itu tindakan kriminal, menyalahi hak pemilik karya, kejahatan tidak langsung kepada orang-orang yang terlibat langsung di industrinya. Mungkin kalau si pemilik karya dibajak terus ikhlas, bukan masalah. Tapi coba pikir deh, apakah semua orang di balik industri yang bisa mencapai ratusan jiwa itu bisa ikutan ikhlas?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Oktober 2021 oleh

Tags: aksesFilmnormalisasiPembajakan
Azizah Amatullah

Azizah Amatullah

Buruh konten penuh-waktu yang memutuskan menulis sepanjang sisa usia. Tertarik dengan isu media digital beserta manusianya.

ArtikelTerkait

the white balloon rekomendasi film iran bagus terbaik jafar panahi resensi sinopsi mojok.co

13 Film Iran yang Recommended buat Bikin Emosi Naik Turun

5 April 2020
5 Film yang Wajib Disaksikan Sebelum Nonton Serial I Am Groot Terminal Mojok

5 Film yang Wajib Disaksikan Sebelum Nonton Serial I Am Groot

24 Juli 2022
Menikmati Plot Twist Bertubi dalam 'The Call', Film Thriller Asal Korea yang Sungguh Meneror terminal mojok.co

Menikmati Plot Twist Bertubi dalam ‘The Call’, Film Thriller Asal Korea yang Sungguh Meneror

11 Maret 2021
dora

Review Film Dora and the Lost City of Gold dan Bukti Bahwa Dora Berzodiak Leo

23 Agustus 2019
exam

Mencoba Membayangkan UNBK Seperti Ujian di Film Exam (2009)

3 Mei 2019
5 Film Bela Diri Terbaik Sepanjang Masa

5 Film Bela Diri Terbaik Sepanjang Masa

17 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

Stasiun Duri Lebih Bikin Stres dari Manggarai: Peron Sempit, Tangga Minim, Kereta Lama Datang

9 April 2026
4 Dosa Pedagang Sate Maranggi yang Bikin Pembeli Kapok (Wikimedia Commons)

4 Dosa Pedagang Sate Maranggi yang Bikin Pembeli Kapok

11 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Merasa Lebih Dihargai daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” selama Bertahun-tahun Mojok.co

Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” Selama Bertahun-tahun

9 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.