Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

Betapa Mbelgedhesnya Cuaca, Ramalan Cuaca, dan Orang Inggris yang Ngomongin Cuaca

Jamaliatul Badriyah oleh Jamaliatul Badriyah
23 Agustus 2021
A A
Betapa Mbelgedhesnya Cuaca, Ramalan Cuaca, dan Orang Inggris yang Ngomongin Cuaca terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Apa yang dibayangkan anak ndeso seperti saya ketika punya kesempatan untuk menginjakkan kaki di tanah Eropa? Iya betul, salju. Bagi anak yang cuma bisa main es serut, saya tentu punya cita-cita untuk main salju di Inggris.

Seperti yang kita semua tahu, musim di Inggris “resminya” dibagi menjadi 4, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Saya katakan resminya karena seringnya cuaca di Inggris ini nggak resmi sesuai musimnya. Bahkan ungkapan yang populer di sini itu “don’t believe English weather” alias nggak usah percaya sama cuaca Inggris, mbelgedhes kayak omongan mantanmu. Bahkan lebih sadis ada yang bilang, “English weather is like woman” alias cuaca Inggris ini kayak perempuan, labil. Sebagai perempuan, tentu saya nggak setuju, dong. Wong nyatanya menurut saya, saya ini nggak labil, kok nggak tahu menurut suami saya.

Saking mbelgedhesnya, pernah suatu ketika di bulan Juli, bulan yang harusnya panas-panasnya, saya mengantar teman yang baru datang dari Indonesia untuk jalan-jalan. Kami berangkat pukul 10 pagi di mana matahari terik dan panas. Lantaran sudah kebal dengan janji-janji manis cuaca Inggris, saya berangkat dengan membawa rain coat alias jas hujan. Teman ini tentu saja protes, lha wong panas terik gini kok bawa rain coat. Saya cuma mbatin dalam hati, rasakan saja nanti.

Ndilalah, 30 menit kemudian pas kami lagi menikmati es krim di bangku taman, hujan tiba-tiba turun tanpa ampun. Teman saya langsung pontang-panting mencari tempat berteduh, sementara saya ya enteng saja pakai rain coat tadi. Dia ngomel gara-gara cuaca yang tadinya panas, lha kok tiba-tiba hujan. For your information, cuaca di Inggris ini bisa sehari 4 musim, lho. Subuh salju, agak siang panas terik, terus tiba-tiba mendung, dan kemudian hujan deras. Itu sudah biasa~

Nah, ramalan cuacanya pun nggak kalah mbelgedhesnya. Ramalan cuaca ini wajib untuk orang di Inggris karena cuaca yang sering ababil. Ngecek ramalan cuaca tiap pagi itu harus dan jadi rutinitas. Tapi, untuk orang Indonesia macam saya, ramalan cuaca ini sering kali menurut saya alay, lebay.

Ceritanya kalau ada cuaca yang ekstrem, BMKG Inggris pasti bakal ngasih warning ke warganya. Warning ini dibagi menjadi 3, yaitu yellow, amber, dan red warning. Kadang saya dapat yellow warning atau amber warning akan ada hujan deras sampai banjir. Yellow warning ini berarti cuaca bakal memengaruhi perjalanan dan mungkin ada sedikit banjir. Sedangkan amber warning artinya peringatan yang cukup berat. Cuaca akan mengganggu perjalanan, kereta akan mengalami delay, banjir, dan kemungkinan mati lampu.

Awal-awal tinggal di Inggris, saya heboh banget ketika dapat amber warning. Saya sudah mikir bakal banjir sehingga saya membatalkan jadwal-jadwal saya di hari itu. Dalam pikiran saya, banjirnya kayak banjir tahunan di kampung saya di Pati. Eh, ternyata hujannya rintik doang dan yang dibilang banjir itu cuma becek genangan air. Lha, kalau becek kayak gini saya pakai mainan air waktu kecil dulu, dan itu menjadi kebahagiaan tiada terkira kala itu.

Belum lagi soal peringatan salju. Sebagai orang dari daerah tropis, tentu ini momen yang saya tunggu-tunggu. Saya sudah membayangkan bisa bikin orang-orangan salju macam yang sering saya lihat di film Home Alone. Ternyata saljunya cuma sak uprit dan hilang tak berbekas diterpa angin seperti kamu. Nggak ada jejak-jejaknya blas! Itupun saya tinggal ambil HP karena mau bikin video, eh sudah berhenti dan hilang saljunya, dong. Mbelgedhes tenan, kan?

Baca Juga:

Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal

Sisi Gelap Jadi Penerima Beasiswa Luar Negeri

Terus, gimana dengan orang Inggris? Mereka nggak kalah mbelgedhesnya. Tiap hari nggak di mana pun, nggak kapan pun, yang diomongin cuacaaa terus. Kalau basa-basi khas orang Indonesia, kan, tanya sudah nikah atau belum, sudah punya anak atau belum. Sementara basa-basi khas orang Inggris ini ya ngomongin cuaca. Ketemu orang di bus, ngomongin cuaca. Antre di supermarket, ngomongin cuaca. Ketemu teman di kantor, yang pertama kali diomongin ya cuaca lagi. Pernah saya ngitung dalam sehari ada 13 orang yang ngomongin cuaca ke saya. Sampe bosen dengerin orang ngomongin cuaca.

Lesson learned. Kalau kamu pengin basa-basi ala orang Inggris, mulailah ngomongin cuaca. Tapi, jangan di depan saya, tak tinggal ngalih, bosen. Kuwi maneh… Kuwi maneh…

BACA JUGA Perkara Mati Listrik, Bekasi dan Inggris Nggak Ada Bedanya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 September 2021 oleh

Tags: cuacainggrisluar negeri
Jamaliatul Badriyah

Jamaliatul Badriyah

Lahir di Pati, tinggal di Inggris.

ArtikelTerkait

4 Barang Indonesia yang Sebaiknya Dibawa Merantau ke Luar Negeri Terminal Mojok

5 Barang Indonesia yang Sebaiknya Dibawa Merantau ke Luar Negeri

12 Februari 2022
5 Mitos Keliru tentang Negara Bekas Jajahan Inggris dan Belanda Terminal Mojok

5 Mitos Keliru tentang Negara Bekas Jajahan Inggris dan Belanda

2 Oktober 2022
Surat Cinta untuk Walikota: Pak, Malang Macet, Jangan Urus MiChat Saja!

Malang Memang Beda, Cuacanya Baru Dingin kalo Lagi Musim Maba, Caper, Bos?

2 Juli 2023
Mahasiswa Magang ke Luar Negeri Hanya Mengutamakan Gengsi, Bukan Pengalaman Kerja Mojok.co

Mahasiswa Magang ke Luar Negeri Hanya Mengutamakan Gengsi, Bukan Pengalaman Kerja

17 April 2024
Orang Inggris Nggak Percaya Polisi, Percayanya sama Siskamling

Orang Inggris Nggak Percaya Polisi, Percayanya sama Siskamling

5 Oktober 2022
Akun Twitter Fikayo Tomori

Fikayo Menuju Maestro

2 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya (Wikimedia Commons)

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya

10 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

4 April 2026

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-puja Orang

8 April 2026
Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.