Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Skill yang Harus Dimiliki Orang Indonesia Sebelum Usia 25

Bayu Kharisma Putra oleh Bayu Kharisma Putra
22 Agustus 2021
A A
Skill yang Harus Dimiliki Orang Indonesia Sebelum Usia 25 terminal mojok.co

Skill yang Harus Dimiliki Orang Indonesia Sebelum Usia 25 terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi orang Indonesia itu nggak mudah. Perlu beberapa skill ini untuk dapat bertahan hidup. 

Menjadi seorang makhluk hidup, kita dituntut untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan kita. Pasalnya, yang paling mampu menyesuaikan diri, sudah pasti selamat. Maka dari itu, manusia harus mempelajari banyak hal dan pada akhirnya punya skill atau kemampuan untuk mempertahankan dirinya sesuai lingkungannya.

Tinggal di pedalaman hutan, manusia harus mempelajari kemampuan tentang navigasi, mengenal flora dan fauna, hingga membuat perangkap. Sementara di kota besar, kita harus bisa bersabar dengan macet dan polusinya.

Lalu bagaimana dengan orang Indonesia pada umumnya? Saya rasa ada beberapa skill khusus yang harus dimiliki oleh orang Indonesia. Bahkan sudah harus dimiliki sebelum menginjak umur 25.  Biar kita lebih cepat beradaptasi dan bisa bertahan hidup di negara seperti ini.

#1 Memiliki kesadaran penuh jika dirinya orang Indonesia

Kesadaran, sebuah modal besar untuk tetap hidup. Kita tahu, hidup di negara ini susah-susah gampang. Susah sembuh, gampang sakit. Penyakit semacam KKN, tak kunjung hilang dan justru beranak pinak, serta berubah manuvernya mengikuti zaman. Namun, saat kita sudah mulai sadar dan mengerti bahwa negara kita tak hanya sebatas apa yang ada di buku IPS, akan muncul sikap untuk mulai lebih telaten dan serius dalam menyiapkan diri.

Segala kekecewaan dan kemarahan, akan menjadi bumbu penyadaran untuk kita. Pasalnya, untuk memiliki kesadaran, kita harus paham dulu lingkungan kita seperti apa. Barulah kita membuat manuver dan memilah untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang apa saja. Ingat, hidup di negara ini bagaikan makan nasi goreng sambil naik motor di tong setan, mawut!

#2 Nggak kagetan dan gumunan

Lantaran sudah paham dan menyadari jika tinggal di sebuah negara unik, kita harus mulai menebalkan iman, agar nggak kagetan dan gumunan. Misalkan melihat pejabat yang kelakuannya aneh-aneh, kita sudah nggak gampang gumun lagi. Ada yang ngasih ini itu, turun ke jalan, nyeker, masuk selokan, kita sudah nggak kaget lagi karena kita sudah paham arahnya mau ke mana.

Mereka yang bikin baliho dan datang ke kampung-kampung sambil menggendong anak kecil, sudah tak terlalu istimewa. Semacam naluri untuk menjadi bebal dengan tingkah mereka yang absurd dan caper. Pokoknya insting kita sudah harus terlatih untuk membedakan mana yang pantas diberi simpati, mana yang nggak. Terkadang, suuzan juga diperlukan saat menjadi warga negara Indonesia. Pokoknya, jangan langsung percaya dan nrimo ing pandum membabi buta terus.

Baca Juga:

Pulang dari Jepang Bikin Sadar Betapa Bobrok Daerah Asal Saya

5 Pekerjaan yang Bertebaran di Indonesia, tapi Sulit Ditemukan di Turki

#3 Kebal

Kebal di sini tak harus kebal bacok atau peluru. Yang saya maksud, kebal dari kekecewaan dan patah hati. Terkadang, hasil tak melulu harus sesuai ekspektasi. Bahkan, perjuangan tak harus berbanding lurus dengan hasil. Kekecewaan sebagai warga negara, harus mulai dipahami bukan sebagai modal untuk sambat dan bersedih terus-terusan. Ya, kadang kita harus menganggapnya sebagai pelecut semangat juang untuk terus menuntut kinerja pemerintah agar lebih baik. Itu hak kita, kok. Namun, kebal kritik sayangnya juga masih menjadi skill andalan di tiap era kepemimpinan, cuma beda cara mainnya.

#4 Mengiba

Selain bisa digunakan orang kaya agar masuk daftar penerima bantuan, bisa juga digunakan saat jadi pejabat dan kena kasus. Siapa tahu, Anda ingin jadi pejabat, kan itu hak semua warga negara. Baik anak orang biasa, apalagi anak pejabat. Cara ini nyatanya ampuh dan kerap berhasil. Tak peduli seberapa besar dan menjijikkan kesalahannya, asal mengiba dengan sungguh-sungguh pasti lolos, atau minimal dikasih diskon. Belum lagi mengiba sambil nyalahin godaan setan, dijamin manjur.

#5 Hilang ingatan

Makin ke sini, orang hilang ingatan makin banyak saja jumlahnya. Kebetulan saja, mereka hilang ingatan saat ada masalah hukum. Saya yakin, skill ini memang paling dibutuhkan di era empat titik nol. Saya pikir hal semacam ini hanya ada di sinetron saja, rupanya benar-benar terjadi di dunia nyata.

Yang nggak boleh, hilang ingatannya makin menjadi dan makin ganas. Semacam hilang ingatan akan ucapan dan janji-janji manisnya dahulu. Sakit kalau dikenang. Sayangnya, kecenderungan untuk lupa akan tanggung jawab dan janji pada wong cilik sudah kerap menjadi makanan sehari-hari, bahkan dianggap sebagai budaya baru. Sungguh membagongkan dan njelei.

BACA JUGA 5 Skill yang Harus Dikuasai Sebelum Usia 25 tahun atau tulisan Bayu Kharisma Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 4 Oktober 2021 oleh

Tags: 25 tahunIndonesiaskill
Bayu Kharisma Putra

Bayu Kharisma Putra

Hanya salah satu dari jutaan manusia yang kebetulan ditakdirkan lahir dan tumbuh di bentangan khatulistiwa ini. Masih setia memegang identitas sebagai Warga Negara Indonesia, menjalani hari-hari dengan segala dinamika.

ArtikelTerkait

5 Hal yang Bikin Orang Korea Selatan Bingung kalau ke Indonesia terminal mojok.co

5 Hal yang Bikin Orang Korea Selatan Bingung kalau ke Indonesia

15 Februari 2022
3 Air Terjun di Indonesia yang Tidak Boleh Dikunjungi Calon Pengantin Terminal Mojok

3 Air Terjun di Indonesia yang Tidak Boleh Dikunjungi Calon Pengantin

28 Mei 2022
Menguak Rahasia Kepopuleran Milo Malaysia di Indonesia, yang Katanya Jauh Lebih Enak ketimbang Milo Indonesia (Akun Instagram Milo Malaysia)

Menguak Rahasia Kepopuleran Milo Malaysia di Indonesia, yang Katanya Jauh Lebih Enak ketimbang Milo Indonesia

13 Juli 2023
cabor olimpiade selain skateboard mojok

Selain Skateboard, Beberapa Olahraga Ini Wajib Masuk Cabor Olimpiade

28 Juli 2021
rekomendasi film pendek

Rekomendasi Film Pendek Bagus di YouTube yang Wajib Kamu Tonton

8 Oktober 2019

Film Nussa: Langkah Memanusiakan Nussa yang Tepat

20 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

31 Januari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.