Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Kodomo, Pasta Gigi yang Bikin Rajin Sikat Gigi

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
3 Agustus 2021
A A
kodomo kodomo teman baikku mojok

kodomo kodomo teman baikku mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Waktu kecil, kedua orang tua saya, guru saya, dan iklan di televisi banyak yang mengkampanyekan pentingnya menyikat gigi dua kali sehari untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Saat itu saya melihat teman TK dan teman SD saya yang giginya berlubang dan jadi sakit gigi sampai menangis histeris. Mau nggak mau, saya jadi takut dan lebih baik rajin sikat gigi daripada mengalami apa yang mereka alami. Setelah saya tanya, penyebab mereka sakit gigi adalah kebanyakan makan yang manis-manis tapi gak rajin sikat gigi.

Saat itu, tidak seperti anak lain yang dilarang untuk mengonsumsi makanan manis penyebab sakit gigi seperti coklat atau permen, orang tua saya justru mengizinkan. Asalkan langsung sikat gigi. Saat itu saya bukannya malas untuk sikat gigi, akan tetapi, produk pasta gigi yang saya gunakan, seperti Pepsodent atau Ciptadent terasa sangat pedas ketika saya gunakan. Jadinya sangat tidak nyaman untuk berlama-lama sikat gigi. Aneh, padahal saat ini kalau saya sikat gigi pakai Pepsodent atau Ciptadent rasanya biasa saja.

Waktu itu saya diselamatkan oleh sebuah produk pasta gigi keluaran Lion Japan, yakni Kodomo. Iklan pasta gigi Kodomo waktu itu sangat menarik untuk saya yang masih anak-anak, dengan menggunakan berbagai hewan-hewan lucu sebagai bintang iklannya. Ada gajah, jerapah, singa, dan hewan-hewan lainnya. Lagunya pun enak untuk didengar dan bikin anak-anak seperti saya untuk ikutan joget seperti yang diperagakan para anak-anak yang jadi bintang iklannya. Saya pun langsung minta orang tua saya untuk membeli produk pasta gigi Kodomo untuk saya gunakan.

Saya pun langsung suka dengan pasta gigi Kodomo dan rajin gosok gigi. Kenapa? Karena rasa Kodomo ini sangat lezat ketika saya konsumsi untuk gosok gigi. Varian rasanya pun sangat banyak, ada rasa jeruk, anggur, stroberi. Rasanya seperti mengunyah permen saja. Saya malah jadi ketagihan gosok gigi. Bahkan, seringkali saya sengaja gosok gigi lebih dari dua kali dalam sehari supaya bisa merasakan kelezatan pasta gigi Kodomo. Soalnya Kodomo beda banget dengan produk pasta gigi yang sebelumnya saya gunakan seperti Pepsodent atau Ciptadent yang saya rasa sangat pedas rasanya.

Sejak rajin menggosok gigi dengan menggunakan produk pasta gigi Kodomo, saya senang sekali ketika ada  pemeriksaan gigi rutin yang dilakukan oleh dokter gigi yang didatangkan pihak sekolah. Saat itu dijadikan contoh oleh dokter gigi yang sedang mengunjungi sekolah saya untuk memberi edukasi pada anak-anak tentang pentingnya menggosok gigi dua kali sehari. Waktu itu gigi saya bersih dan tidak ada lubangnya sama sekali karena rajin gosok gigi, terutama sehabis mengonsumsi coklat atau makanan manis lainnya.

Sekarang pun, setiap saya mengunjungi dokter gigi, dokter giginya bilang kalau gigi saya tidak ada lubangnya sama sekali, masuk dalam kategori gigi yang sehat. Seumur hidup pun saya belum pernah mengalami sakit gigi sama sekali yang diakibatkan oleh gigi berlubang.

Namun, ketika saya duduk di kelas lima SD, sejumlah teman-teman saya bilang “Kodomo mah buat bocah! Anak kelas lima kayak kita harus pakai pasta gigi dewasa!”, saya pun langsung mengganti produk pasta gigi saya dengan pasta gigi khusus dewasa yang rasanya sangat pedas bagi saya. Awalnya sih saya merasa pedas, namun setelah terbiasa dengan rasa pasta giginya, saya tidak lagi merasakan rasa pedas sama sekali sampai sekarang.

Meskipun begitu, saya harus berterima kasih pada pasta gigi Kodomo karena bikin saya rajin gosok gigi karena rasanya yang sangat lezat untuk anak-anak seperti saya. Kalau waktu itu saya tidak rajin gosok gigi, mungkin saat ini saya tidak memiliki gigi sehat tanpa lubang. Mungkin waktu anak-anak saya akan sering sakit gigi karena gigi saya yang berlubang.

Baca Juga:

Pasta Gigi Zact, Senjata Wajib Pencinta Kopi untuk Menjaga Warna Gigi Tetap “Suci”

4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Jadi Guru, Sebaiknya Cari Profesi Lain kalau Nggak Ingin Menyesal Seumur Hidup

Tagline iklan Kodomo yang sering diputar di sejumlah stasiun televisi swasta pun masih saya ingat, yakni “Kodomo Kodomo teman baikku” pun saya nilai sangat pas, karena atas jasa Kodomo, gigi saya bisa terus sehat hingga saat ini meskipun sekarang saya tidak lagi menggunakan produk Kodomo sama sekali. Terima kasih Kodomo, berkat jasamu, gigi saya bisa terus sehat sampai sekarang karena kebiasaan baik yang saya jalankan.

Saatnya mengucapkan mantra, “Bismillah, komisaris Lion.”

Sumber gambar: YouTube Teman Kodomo

BACA JUGA Demi Tuhan, Jangan Lakukan Ini pada Orang yang Lagi Sakit Gigi dan tulisan Raden Muhammad Wisnu lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 September 2021 oleh

Tags: Anak-AnakciptadentGaya Hidup Terminalgigi berlubangkodomolionpasta gigipenciptaanpepsodent
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

Setelah Saya Baca Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma terminal mojok.co

Setelah Saya Baca Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma

16 Agustus 2021
Kolaborasi Adidas x Parley for the Ocean_ Beneran Mau Ngurangin Sampah Plastik di Laut atau Sekadar Strategi Marketing Aja_

Kolaborasi Adidas x Parley for the Ocean: Beneran Mau Ngurangin Sampah Plastik di Laut atau Sekadar Strategi Marketing Aja?

20 Juni 2021
Saya Lebih Memilih Tablet Ketimbang Laptop untuk Bekerja dan Kuliah terminal mojok

Bukan buat Gaya-gayaan, Ini Alasan Saya Lebih Memilih Tablet Ketimbang Laptop untuk Bekerja dan Kuliah

27 Mei 2021
Memetakan Perjalanan Orang Tua Mencari Pendidikan Berkualitas untuk Anak terminal mojok.co

Alasan Saya Memberi Izin kepada Anak untuk Mengotak-atik Gadget

30 September 2020
freshcare minyak angin mojok

Freshcare, Minyak Angin Terbaik yang Pernah Ada

17 Juni 2021
Budaya Bunuh Diri di Jepang yang Merugikan Orang Lain terminal mojok

Membedah Budaya Bunuh Diri di Jepang yang Merugikan Orang Lain

25 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa Mojok.co

Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa

9 April 2026
Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Honda Odyssey: Mobil Indah, tapi Jalan Nasibnya Tak Mudah

Honda Odyssey: Mobil Indah, tapi Jalan Nasibnya Tak Mudah

11 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung
  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.