Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Masih Ngebet Jadi PNS? Pikir-pikir Lagi

Andri Saleh oleh Andri Saleh
28 Maret 2021
A A
Jadi PNS Nggak Melulu Enak, Inilah Hal-hal Pilu yang Harus Dihadapi Terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia persilatan, PNS alias pegawai negeri sipil adalah satu-satunya profesi yang terkena dampak paling kecil. Bayangkan saja, ketika profesi lain pontang-panting sambil berderai air mata–sebut saja pekerja pabrik yang dirumahkan, karyawan toko yang di-PHK, dan pengusaha yang gulung tikar, orang-orang yang menyandang status PNS justru tetap bekerja dengan tenang. Malah justru lebih enak. Biasanya tiap hari kerja ke kantor, selama masa pandemi justru lebih sering kerja di rumah (Work From Home). Gaji tetap masuk rekening, utuh pula. Mantap.

Inilah salah satu alasan kenapa PNS adalah profesi yang diidam-idamkan oleh sebagian besar orang, termasuk para calon mertua. Ya iyalah, siapa sih yang nggak mau anaknya dinikahi sama orang yang sudah terjamin kesejahteraannya di masa tua?

Saking begitu diidamkannya status PNS di mata calon mertua, sampai-sampai ada meme adu kasta yang belakangan ini sempat viral. Meme yang berlatar belakang biru tua dengan tiga patung raksasa duduk berdampingan dan di hadapannya banyak orang bersimpuh bersujud ke tiga patung raksasa tadi. Judulnya ditulis “Calon Mantu Idaman Mertua”. Dan, PNS adalah patung raksasa yang paling besar. Sedangkan orang-orang yang bersimpuh di depannya ada yang pegawai kantoran, kontraktor, freelance, dan pengusaha. Malah, profesi YouTuber–yang penghasilannya bisa sampai ratusan juta per bulan–terlihat bersimpuh di pojokan. Ngeri memang profesi PNS ini.

Tapi, segala gemerlap kenikmatan yang diterima para PNS ini jangan bikin kamu jadi silau. Abaikan dulu masalah gaji, tunjangan, proyekan, dan kerja santai. Kenyataannya, ada hal-hal yang bisa bikin kamu berpikir dua kali untuk memilih profesi PNS.

Pertama, gaji pas-pasan. Emang sih, enaknya jadi PNS itu adalah tiap bulan pasti gajian. Mau weekend, mau cuti, mau hujan badai, dan apa pun itu, gaji pasti masuk rekening. Tapiii, gajinya ya segitu, pas-pasan. Pas untuk kebutuhan sehari-hari selama sebulan. Nggak cukup untuk investasi, modal usaha, apalagi jalan-jalan ke luar negeri.

Loh, bukannya tiap dua tahun ada kenaikan gaji berkala dari pemerintah? Yaelah, palingan juga naik 200 sampai 300 ribu doang. Itu pun harga-harga sembako udah pada naik duluan. Jadi intinya, gaji PNS itu pasti ada, tapi ya ngepas.

Kedua, sering mutasi. Di beberapa instansi, khususnya di instansi vertikal macam BPS, Kementerian Agama, Kejaksaan Negeri, dan sejenisnya, proses mutasi sangat sering. Entah itu promosi jabatan atau kebutuhan organisasi. Biasanya, setiap tiga sampai enam tahun–tergantung formasi yang dibutuhkan–pasti ada perpindahan pegawai ke wilayah lain. Dan, ngurusin pindahan itu nggak gampang. Mulai dari nyari tempat tinggal baru, angkut-angkut barang, sampai ngurus pindah sekolah untuk yang udah punya anak sekolah. Tiga pula anaknya. Ampun lah.

Ketiga, skill nggak berkembang. Jebakan maut PNS itu adalah zona nyaman. Mungkin karena sudah merasa nyaman, baik secara pekerjaan maupun penghasilan, jadinya males-malesan. Nggak ada inisiatif mengembangkan potensi, menekuni hobi, dan kegiatan lainnya. Efeknya baru kerasa pas menjelang pensiun. Baru nyadar ntar pas pensiun bingung mau ngapain. Nggak ada aktivitas dan kegiatan lain selain kerjaan kantor. Selamat, kamu kena jebakan.

Baca Juga:

Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

Keempat, kreativitas mati. Di dunia birokrat, ide-ide liar dan kreatif nggak berlaku. Mau sekreatif apa pun kamu dalam pekerjaan, keputusan tetap ada di tangan atasan. Kalo atasan kepengin A, sedangkan menurut kamu yang bagus itu B, tetap saja A yang dijalankan. Belum lagi ada batasan aturan dan kode etik yang harus dipatuhi oleh semua PNS. Dunia birokrat emang cenderung rigid sih.

Kelima, peluang berutang. Godaan terbesar jadi PNS itu adalah menggadaikan SK PNS. Lumayan lah bisa ambil KPR, nyicil mobil, renovasi rumah. Secara nggak langsung, kamu jadi berutang dan kudu nyicil tiap bulan. Jadi, kamu itu kerja tiap hari untuk bayar utang. Malah, ada kasus sangking banyaknya cicilan, gaji yang diterima tiap bulan tinggal 100 sampai 200 ribu. Ngeri.

Nah, dari kelima hal tadi, mudah-mudahan bisa jadi bahan pertimbangan buat kamu yang ngebet pengin jadi PNS. Yakinkan diri kamu sendiri–dan calon mertua–bahwa PNS bukanlah segalanya. Masih banyak profesi-profesi lain yang lebih menggiurkan daripada PNS. Jadi penulis lepas di Mojok, misalnya.

BACA JUGA Jangan Asal Pilih Lokasi demi Lolos Seleksi ASN, Nanti Nyesel dan tulisan Andri Saleh lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Maret 2021 oleh

Tags: cpnskarierpekerjaanpns
Andri Saleh

Andri Saleh

Humas di salah satu instansi pemerintah. Tukang liput kegiatan pimpinan, tukang bikin konten medsos, desain baliho dan flyer, serta kegiatan lainnya yang bikin kelihatan sebagai orang paling sibuk di kantor.

ArtikelTerkait

Alasan PNS Enggan Disebut Buruh (Odua Images:Shutterstock.com)

Alasan PNS Enggan Disebut Buruh

1 Januari 2024
Metode Konyol yang Menghantarkan Peserta CPNS Melewati Passing Grade

Metode Konyol yang Menghantarkan Peserta CPNS Melewati Passing Grade

17 November 2019
Nggak kayak Karyawan SCBD, 5 Alasan PNS Nggak Perlu Bikin Video Flexing Kantor Terminal Mojok.co

PNS Kaya Nggak Melulu karena Korupsi, Ini 5 Alasan PNS Bisa Kaya

26 November 2022
4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Jadi PNS atau Orang yang Bekerja di Sektor Pemerintahan Lainnya Mojok.co

4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Kerja Jadi PNS dan Sektor Pemerintahan Lainnya

15 Juli 2024
witing tresno jalaran soko kulino atlet bucin pengalaman selingkuh pacaran dari sudut pandang laki-laki mojok.co

Dari Sekian Banyak Atlet Bucin, kok yang Dipermasalahin Cuma Atlet Sepak Bola ya?

16 September 2020
Kini Kita Tahu Alasan Anak Muda Ogah Menjadi PNS (Unsplash)

Kini Kita Tahu Alasan Anak Muda Ogah Menjadi PNS

10 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-Puja Orang

8 April 2026
4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Memang Penuh Cerita dan Keresahan, Makanya Dibicarakan Berulang-ulang dan Hampir Tanpa Jeda

10 April 2026
Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Bangun Rumah Istana di Grobogan Gara-gara Sinetron, Berujung Menyesal karena Keadaan Aneh dan Merepotkan
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.