Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Nggak Doyan Makan Ikan Itu Bukannya Belagu, Cuma Nggak Suka Ribet Aja!

Vivi Wasriani oleh Vivi Wasriani
1 Maret 2021
A A
Nggak Doyan Makan Ikan Itu Bukannya Belagu, Cuma Nggak Suka Ribet Aja! Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Saya nggak hobi makan ikan, walau sebenarnya bukan jamaah vegetarian juga. Kalau disuruh memilih antara seminggu penuh makan sayur tanpa lauk atau seminggu penuh makan ikan atau daging tanpa sayur, saya jelas lebih memilih makan sayur. Pun kalau kebetulan sedang berkunjung ke rumah kerabat dan dijamu dengan makanan berat, nggak jarang saya lebih memilih makan nasi dan sayur tanpa lauk.

Bisa ditebak dong, saya jadi sering disalahpahami, terutama kalau orang-orang tersebut nggak akrab betul dengan saya. Dikira masakan orang tersebut nggak enak lah, nggak sesuai selera saya lah, atau yang paling ekstrem saya dikira bocah songong yang pilih-pilih makanan dan nggak mensyukuri rezeki. Ibu saya juga sering ngomel gara-gara saya nggak mau makan ikan.

ADVERTISEMENT

Kata blio saya kurus karena nggak doyan ikan. Jadinya badan saya nggak dapat vitamin. Padahal, sumber vitamin dan protein kan nggak hanya dari ikan. Sungguh, bukannya saya sombong atau nggak menghargai masakan orang lain, saya cuma nggak bisa makan ikan.

Banyak orang yang heran dan nggak percaya, masa sih makanan enak gitu saya nggak doyan? Atau jangan-jangan saya jual mahal doang? Padahal di balik semua dugaan tersebut, saya sungguh tersiksa dan hampir selalu menangis tiap kali terpaksa makan ikan.

Jadi begini, dari kecil saya itu nggak suka ribet. Dan ikan adalah makanan yang paling ribet di mata saya. Entah seenak apa pun rasa ikan di lidah orang lain, tetap saja nggak enak di mulut saya. Bukan pada cara masak atau cara pengolahan ikannya, pun bukan jenis ikannya, melainkan tulangnya.

Saya sendiri heran kenapa ikan punya banyak tulang kecil gitu, sih? Jadinya kan saya sulit memakannya. Dulu, waktu saya kecil, saya pernah makan ikan yang saya lupa jenisnya apa, kemudian saya ketulangan. Kalau bahasa Jawanya sih, keloloden. Hingga hari ini umur saya mendekati kepala dua, saya masih ingat betul sensasi mau mati karena keloloden tulang itu. Jadilah hingga sekarang saya agak trauma kalau disuguhi ikan.

Gimana nggak trauma, tulang ikan nyangkut di tenggorokan itu sakitnya bukan main, woi!

Saya tahu banyak orang yang salah paham atau menyayangkan pilihan hidup saya ini. Namun, saya tetap akan teguh pendirian. Sama halnya seperti orang yang nggak doyan durian senikmat apa pun rasanya, pun orang yang nggak doyan kulit ayam segurih apa pun sensasinya, saya pribadi nggak doyan ikan gimana pun enaknya menurut orang lain.

Baca Juga:

Peh, Cucut, dan Larak: Menu Pecak Andalan di Warteg yang Enak tapi Bikin Pembeli Merasa Bersalah

Menggugat Ikan Bakar yang Digoreng Dulu: Kebohongan Penjual Ikan Bakar yang Sudah Dinormalisasi

Lagi pula begini lho maksud saya, momen ketika makan itu kan harusnya adalah momen penuh khidmat sekhidmat upacara bendera, kenikmatan hidup itu ya ada saat sedang makan. Lah, gimana mau menikmati kalau sebelum menyuap nasi saja perlu kerja keras untuk menyisihkan tulangnya dulu? Sungguh, ribet bin nggak efektif.

Kalau ada yang menyarankan masak ikannya pakai panci presto supaya tulang ikannya melebur, tetap saja saya nggak bisa otomatis berubah jadi doyan banget. Sebenarnya bukan hanya karena tulangnya saya menghindari ikan, tapi baunya juga. Mau diolah seperti apa pun, ikan tetap saja mengeluarkan bau amis. Nggak jarang amisnya menempel di tangan. Hal ini juga yang bikin saya sebisa mungkin menghindari ikan.

Namun, di balik maraknya kesalahpahaman yang muncul dan seringnya ibu saya ngomel akibat saya nggak doyan makan ikan, ada satu hal yang patut diapresiasi dari hal ini sebab saya yakin nggak cuma saya manusia di bumi ini yang nggak doyan ikan. Saya yakin di luar sana juga ada orang yang nggak hobi makan ikan. Satu hal yang patut diapresiasi tersebut adalah saya bisa makan sekalipun tanpa lauk.

Kan jadi lebih hemat. Estimasi belanja ibu saya juga nggak mepet banget sebab di rumah saya jadi nggak wajib makan ikan atau daging tiap hari. Makan daun-daunan saja sudah cukup bagi saya, kok.

BACA JUGA Menu NIkmat Warisan Zaman Pra-Rice Cooker: Kerak Nasi, Ikan Asin, Sambal Terasi dan tulisan Vivi Wasriani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 Maret 2021 oleh

Tags: doyan makanikanmakan
Vivi Wasriani

Vivi Wasriani

Hobi bernapas dan suka makan.

ArtikelTerkait

5 Alasan Cewek Lebih Suka Jajan Dibandingkan Cowok

5 Alasan Cewek Lebih Suka Jajan Dibandingkan Cowok

8 Agustus 2024
Jangan Terkecoh! Saya Jelaskan Kenapa Makan di Restoran All You Can Eat Itu Nggak Logis, Cuma Bikin Dompet Nangis

Jangan Terkecoh! Saya Jelaskan Kenapa Makan di Restoran All You Can Eat Itu Nggak Logis, Cuma Bikin Dompet Nangis

15 Oktober 2025
Makan Ikan Ribet Layak Ditenggelamkan

Orang yang Bilang ‘Makan Ikan Ribet’ Adalah Golongan Manusia yang Layak Ditenggelamkan!

3 Maret 2021
Panduan Makan Nikmat buat Penderita Covid-19 terminal mojok

Panduan Makan Nikmat buat Penderita Covid-19

7 Juli 2021
Apa pun Seleranya, Dosa Saat Makan Bakso Jelas Ra Mashok! terminal mojok

Apa pun Seleranya, Dosa Saat Makan Bakso Jelas Ra Mashok!

30 November 2021
Angkringan Memang Murah, tapi Bukan Pilihan Terbaik Buat yang Makannya Banyak Kayak Saya

Angkringan Memang Murah, tapi Bukan Pilihan Terbaik Buat yang Makannya Banyak Kayak Saya

28 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

5 Agustus 2026
Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

9 Agustus 2026
Cikarang Menyimpan Salah Paham yang Bikin Iri sama Jakarta (Unsplash)

Di balik gaji besar operator industri di Kawasan Industri Cikarang, ada harga mahal yang harus dibayar

4 Agustus 2026
Kontroversi [arfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

Kontroversi parfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

4 Agustus 2026
Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama Mojok.co

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

6 Agustus 2026
Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang Mojok.co

Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang

9 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.