Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Jenis-Jenis Orang di Dunia Per-kondangan-an

Juli Prasetya oleh Juli Prasetya
23 Agustus 2019
A A
kondangan

kondangan

Share on FacebookShare on Twitter

Idul Adha telah selesai, tapi cerita-cerita kondangan dan lainnya tetap berjalan dengan semestinya. Undangan pernikahan datang silih berganti, namun uang untuk nyumbang belum juga datang, malah banyak yang pergi dan tak kembali, karena diutangi teman ataupun buat membayar utang.

Maka nyumbang amplop kosong pun menjadi semacam jalan keluar, menjadi semacam pilihan. Saya sebagai pribadi sebenarnya tidak terlalu begitu memedulikan masalah sumbangan ataupun uang yang dibawa oleh para tamu. Memang sih, pernikahan ini semacam pondasi rumah yang dibangun secara gotong royong dan kolektif. Untuk memulai lembaran baru pernikahan, di situ memang ada peran dari masyarakat. Salah satunya melalui amplop kondangan itu.

Sangat baik dan amat baik memang perihal amplop ini, namun menjadi tidak baik manakala nyumbang, yang notabene identik dengan sukarela, keikhlasan dan sesuai dengan kahanan. Menjadi perihal yang mewajibkan, menjadi semacam kewajiban. Ini yang sebenarnya perlu kita koceti sampai ke putih tulang.

Maka ada beberapa faktor mengapa seseorang memasukkan amplop kosong ke dalam kotak, dan alasan-alasan ini sama baiknya dengan pernikahan itu sendiri.

Memodifikasi jenis-jenis manusia menurut Imam Al-Ghazali, di sini saya akan membagi jenis manusia dalam dunia per-kondangan-an menjadi 4 jenis:

1. Dia mampu dan mau

Orang yang datang ke kondangan biasanya adalah orang yang mampu dan mau, dalam artian ia memiliki kemampuan untuk menunjang kemauannya datang ke acara kondangan. Orang jenis ini ya tidak memiliki beban apapun dalam menghadiri acara Kondangan, dan tentu saja sangat disukai oleh teman-teman seperkondanganannya.

2. Dia mampu tapi tidak mau

Baca Juga:

Sumbangan Pesta Hajatan di Gunungkidul, Tradisi Baik yang Berubah Jadi Ajang Adu Gengsi

Jadi Dewasa Itu Menyeramkan, Harus Bayar Cicilan, Mikirin Harga Sembako, Juga Harus Menghadapi Orang Nyanyi di Kondangan tapi Suaranya Fals

Orang tipe ini biasanya tidak mau ribet dengan tetek bengek mbaranggawe. Senajan dia bisa datang, dia lebih mewakili kehadiran dirinya dengan cara lain yakni memberikan titipan kepada mempelai melalui kawan lain, atau langsung transfer ke saldo rekening mempelai, atau mengirim paket kado pernikahan via pos atau ekspedisi jasa pengiriman lain. Pokoknya orang jenis ini nggak mau ribetlah sama soal tetek bengek pernikahan atau mbaranggawean.

3. Dia mau tapi tidak mampu

Nah ini biasanya adalah orang-orang dengan amplop kosong tadi. Dia memiliki kemauan untuk kondangan, ingin menghadiri dan mangayubagya di hari istimewa seseorang yang dekat dengannya. Namun kendala biaya kondangan dia terpaksa menggunakan amplop kosong, apalagi di mata masyarakat kondangan dengan membawa barang bawaan, atau amplop menjadi semacam kewajiban. Ini tentu saja mempengaruhi mentalnya. Maka untuk menyiasati itu, dia datang tapi dengan amplop kosong dan memasukkannya ke dalam kotak sumbangan pernikahan agar terlihat tuan rumah bahwa dia datang.

Nah, ini dia sebenarnya penyakit yang harus diamputasi sampai ke akar. Jika ada orang berniat baik datang ke pernikahan maka seyogyanya kita sambut dia dengan baik. Meskipun tanpa amplop atau gawan apapun.

Bagi saya lebih baik datang dengan membawa doa, niat tulus ikhlas dan tidak membawa amplop sama sekali tidak apa-apa daripada masukin amplop kosong, eman-eman amplopnya. Dengan datang sebagai tamu undangan dalam kondangan, setidaknya sudah mendapatkan niat baiknya datang ke acara tetangga atau sahabatnya yang memiliki acara hajatan.

Jadi, mending tidak usah ngamplop sekalian, daripada ngamplop tapi isinya kosong, bukan?

Omong kosong dengan pandangan masyarakat yang mendiskreditkan orang yang datang tapi tak nyumbang.

4. Dia tidak mau dan tidak mampu

Orang-orang jenis ini adalah manusia yang paling bahagia versi saya, dia sudah tidak memiliki kemauan dan kemampuan untuk datang ke acara hajatan. Dia sudah selesai dengan dunia. Ia tidak mau dan memang tidak mampu.

Kedua faktor di dalam dan diluar itu sangat mendukung dirinya untuk sama sekali tidak datang. Karena selain tidak mau juga tidak mampu. Cocok dan mashook. Bagi jenis orang ini lebih baik tiduran di rumah, sambil merenungi nasib, kenapa masih jomblo dan bokek. Daripada puyeng mikirin kondangan.

Mending jadi daun yang jatuh tak pernah membenci angin, daun yang diem-diem bae saat tertiup angin, ketimbang jadi manusia yang kompleks ini, iya kan?

Ya demikian jenis-jenis orang dalam dunia kondangan yang bisa saya jelaskan, semoga bermanfaat. Oh ya kalau mau undang-undang kondangan, tanggalnya jangan beriringan dan berurutan kaya karnaval ya. Takutnya belum pada gajian. (*)

 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Terakhir diperbarui pada 23 Agustus 2019 oleh

Tags: Kondanganpenikahanresepsi pernikahantamu undangan
Juli Prasetya

Juli Prasetya

Pemuda desa asal Banyumas yang percaya pada ketulusan, meski perjalanan hidup kerap memberi pelajaran tak terduga. Sekarang sedang berproses di Bengkel Idiotlogis asuhan Cepung.

ArtikelTerkait

kambing guling

Serba Serbi Perilaku Para Tamu Kondangan dan Kambing Guling yang Selalu Menjadi Primadona

24 Oktober 2019
Sesungguhnya Bisa Mengadakan Pernikahan Sederhana di Indonesia Adalah Sebuah Kemewahan Terminal Mojok

Sesungguhnya Bisa Mengadakan Pernikahan Sederhana di Indonesia Adalah Sebuah Kemewahan

1 Januari 2023
patah hati

Terlatih Patah Hati Bikin Hoki

19 Juli 2019
4 Benda Underrated yang Wajib Dibawa Saat Pergi Kondangan terminal mojok

4 Benda Underrated yang Wajib Dibawa Pergi Kondangan

11 Desember 2021
Sekte Meresahkan Berkat Kondangan: Berkat kok Isinya Sabun?

Sekte Meresahkan Berkat Kondangan: Berkat kok Isinya Sabun?

26 April 2024
5 Menu Prasmanan Favorit Tamu Undangan Saat Acara Pernikahan di Gedung terminal mojok.co

5 Menu Prasmanan Favorit Tamu Undangan Saat Acara Pernikahan di Gedung

9 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.