Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Bisnis Angkringan, Cara Efektif Mencari Keuntungan secara Kolektif

Grantino Gangga Ananda Lukmana oleh Grantino Gangga Ananda Lukmana
4 Februari 2021
A A
Perlahan tapi Pasti, Warmindo Menggeser Angkringan dari List Tempat Makan Murah terminal mojok.co

Perlahan tapi Pasti, Warmindo Menggeser Angkringan dari List Tempat Makan Murah terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Bisnis angkringan terkadang tak melulu perkara keuntungan pribadi. Bisa jadi bisnis ini adalah cara paling jitu agar suatu lingkungan bisa berdikari secara ekonomi. Pandemi tak hanya membutuhkan vaksin, tapi juga kesadaran secara kolektif.

Beberapa waktu yang lalu, saya bersilaturahmi ke tempat kawan lama yang hidupnya masih terdampak pandemi. Jerenyo Bisma (26), yang biasa akrab dipanggil Bisma. Saya dan blio adalah rekan kerja yang dulu pernah satu kantor di sebuah perusahaan pariwisata. Sampai saat ini, Bisma masih tidak bekerja karena susah untuk mencari lapangan pekerjaan yang baru. “Karena Covid-19 yang nggak rampung-rampung iki, Ngget. Mau ngapel ke Mbak Pacar yo kampungnya masih lockdown. Ealah, kangen wae tetep susah”, ucap Bisma dengan raut muka pasrah.

“Lha terus, kamu sekarang ngapain aja, Bis? Masa cuma diem aja di rumah?” Lontaran pertanyaan saya kepada Bisma yang saat ini terlihat santai dan menikmati hidup dalam keadaan sulit sekalipun.

“Di kampung ini kan ada pemuda yang sudah sejak pertengahan 2020 pada bikin bisnis angkringan, Ngget. Nah, saya ikut berpartisipasi. Jadi setiap pemuda yang sekadar jaga angkringan misalnya, itu dapat komisi dari laba angkringan. Ya lebih dari cukup lah kalau buat beli rokok. Minimal 40 ribu lah kalau pas sepi” kata Bisma

Angkringan di bilangan Ketandan, pojokan ringroad arah Jalan Wonosari ini, seolah seperti mempunyai prinsip “dari warga, untuk warga”. Pemuda dan elemen masyarakat kampung saling gotong royong demi memberikan pemasukan ekonomi untuk warga. Pada saat ke sana, saya melihat nggak sedikit dari bapak-bapak kampung yang sedang bersantai dan bercerita tentang hari itu. Yap, seperti angkringan pada umumnya.

“Banyak juga dari warga yang sekadar nitip gorengan, cemilan, dan nasi buat dijual, Ngget.” ujarnya sembari klepas-klepus ngerokok.

Kemudian saya bertanya, “Lha terus, uang sisanya di taruh mana, Bis? Kan buat pemasukan yang jaga udah, terus yang buat laba warga yang nitip cemilan udah. Sisanya kemana?” Bisma menjawab, “Untuk sisanya, kita masukan ke kas kampung. Kan modal awal bikin angkringan ya dari kas pemuda. Ditambah ada donatur-donatur dermawan juga. Dan kadang labanya juga buat bantuan warga yang terdampak pandemi juga sih, Ngget.”

Solidaritas kampung yang begitu besar menurut saya. Bisnis yang sempat dikatakan kecil ini, mampu membuat makmur warga sekitar. Memandang dari sisi lain keuntungan yang sempat saya bahas di tulisan sebelumnya tentang pendapatan bisnis angkringan, ternyata ada hal positif juga yang bisa diambil dari hal tersebut. Bisnis angkringan di kampung kawan saya ini contohnya.

Baca Juga:

Seenak-enaknya Es Teh Jumbo Masih Kalah dengan Teh Angkringan

Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

Pertama adalah menjadikan bisnis untuk kepentingan warga. Penurunan ekonomi setiap keluarga, sangat diperhatikan betul oleh masyarakat dan pemuda kampung. Kedua, tentang aksi cepat dalam musyawarah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Ketiga, yaitu ide kreatif para pemuda kampung dalam menyusun strategi ekonomi sebuah kampung. Nah, ketiga poin tersebut adalah hal kecil yang bisa dijadikan contoh untuk memutar ekonomi sebuah wilayah dalam kasus pandemi.

“Kalau tentang masalah PSBB dan PPKM yang udah dua minggu ini, kita sih nggak masalah. Wong kalau pada ngumpul, kita selalu mengingatkan soal jarak. Masker juga wajib. Pokok e nek nggak sesuai sama prokes, nggak kita layani. Memangnya angkringanmu? Nggak pakai prokes, malah nantang Satpol PP. Besoknya gerobak langsung diangkut. Hahaha.” Ucap beliau sambil meledek saya. Jujur, saya mangkel pada saat itu. Nggatheli. Rasanya ingin pulang dan menangis saja.

“Tapi kita tetap buka sampai jam 12 kok. Nggak peduli Satpol PP lewat. Lha wong kita udah menerapkan prokes. Masa iya dari jam empat sore kita buka angkringan, jam lima nyalain api, terus jam tujuh tutup? Kan kegabutan yang wagu. Lagi pula, kenapa nggak dari awal pas munculnya pandemi saja? Paling tidak malah meminimalisir kasus kematian kan?” Sambungnya dengan nada yang sedikit mangkel sama Pemerintah.

Saya cuma bisa geleng-geleng kepala. Ternyata di balik sikapnya yang nggatheli, ada sedikit rasa kritis terhadap hal ekonomi, kemajuan, dan perhatian. “Harapan ke depan selain buat angkringan kampung ini apa aja sih, Bis?” Lontaran pertanyaan saya.

“Realistis aja ya, Ngget. Bisnis angkringan tetep harus buka. Soalnya bisa buat pemasukan kas kampung. Dan soal pandemi, karena pandemi nggak tahu bisa berakhir apa enggak, saya cuma punya harapan. Semoga yang lagi duduk di sana, bisa lebih mempunyai dan memberi kebijakan yang baik bagi kita semua. Nek menurut saya ya sudah baik. Lha tapi kalau sampai ada bantuan yang diemplok sendiri yo kurang ajar itu. Lha 17M e. Lak yo bisa buat satu kota itu”, ucapnya.

Memang benar, saya sempat berpikir bahwa di masa krisis dunia seperti ini, tak jarang ada orang yang mempunyai pemikiran licik untuk mengambil keuntungan pribadi dengan menyusahkan banyak orang. Akan tetapi, tak sedikit pula banyak ide kreatif dari orang-orang yang mempunyai jalan lurus, untuk memberikan keuntungan pada diri sendiri, dan orang-orang di sekitarnya.

BACA JUGA Kemampuan Terpendam Bakul Angkringan Adalah Jadi Pendengar yang Baik bagi Pelanggan dan tulisan Grantino Gangga Ananda Lukmana lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2021 oleh

Tags: angkringan
Grantino Gangga Ananda Lukmana

Grantino Gangga Ananda Lukmana

Bisa disapa di twitter @GrantinoG.

ArtikelTerkait

Tidak Ada Nasi Padang di Kota Padang, dan Ini Serius. Adanya Nasi Ramas! angkringan

4 Alasan Makan Nasi Padang Lebih Masuk Akal daripada Makan di Angkringan  

11 Januari 2026
4 Cara Mudah Mengenali Angkringan Enak, Jangan Sampai Terjebak! Mojok.co angkringan jogja, angkringan stadion mojosari

4 Cara Mudah Mengenali Angkringan Enak, Jangan Sampai Terjebak!

9 Agustus 2024
Seenak-enaknya Es Teh Jumbo Masih Kalah dengan Teh Angkringan Mojok.co

Seenak-enaknya Es Teh Jumbo Masih Kalah dengan Teh Angkringan

23 Januari 2026
Jogja Istimewa: Realitas atau Ilusi? kill the DJ

Ciri-ciri Orang yang Dimabuk Jogja

16 Maret 2023
Angkringan Pak Gik Semarang: Angkringan Legendaris yang Bikin Nicholas Saputra Makan Gorengan 20 Biji Mojok.co

Angkringan Pak Gik Semarang, Angkringan Legendaris yang Bikin Nicholas Saputra Makan Gorengan 20 Biji

2 Mei 2024
menu makanan

Harga Menu Makanan Berbahasa Inggris yang Selalu Lebih Mahal di Tiap Restoran

11 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

BEM Unesa Gerombolan Mahasiswa Malas Kerja, Cuma Cari Muka (Ardhan Febriansyah via Wikimedia Commons)

Kuliah di Unesa Surabaya Itu Sangat Menyenangkan, asal Dosennya Betul-betul Ngajar, Bukan Ngebet Jurnal

20 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
Seturan dan Babarsari, Padukuhan Kiblat Kehidupan Bebas Yogyakarta Mojok.co

Seturan dan Babarsari, Padukuhan Kiblat Kehidupan Bebas Yogyakarta

22 Maret 2026
Lebaran Kedua Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati Mojok.co

Lebaran Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati

19 Maret 2026
Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.