Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Dipecat Saat Pandemi Bener-bener Nggak Enak dan Nyusahin

Alistya Rizky Oktaviani oleh Alistya Rizky Oktaviani
21 Januari 2021
A A
lulus kuliah mau jadi apa kerja apa overthinking insomnia quarter life crisis wabah corona pandemi corona anak muda umur 20-an mojok.co

lulus kuliah mau jadi apa kerja apa overthinking insomnia quarter life crisis wabah corona pandemi corona anak muda umur 20-an mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sepanjang 2020 adalah masa yang menyiksa (menurut saya). Seluruh negara sedang menghadapi musuh yang sama. Parahnya, musuh yang dihadapi tidak terlihat, tidak bisa diajak negosiasi, dan tidak bisa disogok. Namanya coronavirus, penyebab kita terjebak dalam pandemi belakangan ini. Rasanya semua orang sudah tahu karena dampak virus ini bukan main-main.

Persebaran coronavirus ini melalui cairan yang tersebar lewat udara. Ketika orang yang terinfeksi coronavirus berbicara, batuk, atau bahkan menghembuskan napas bisa membuat virus ini jalan-jalan ke tempat yang lebih jauh. Inilah yang membuat tempat ramai ditutup sementara atau dibatasi untuk memperlambat persebaran coronavirus. Mal, tempat ibadah, terminal bus, pasar, dan banyak tempat ramai menjadi sepi sejak coronavirus menyerang.

Mengurangi keramaian diharapkan bisa membantu teman-teman yang bekerja di pelayanan kesehatan. Di sisi lain, penutupan tempat-tempat tersebut menyebabkan pekerja dirumahkan atau malah diberhentikan. Berdasarkan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri, pekerja terdampak coronavirus mencapai enam juta. Sebagian besar dirumahkan, sisanya diberhentikan. Angka ini saya rasa belum mencakup teman-teman pekerja lepas.

Sebagai salah satu pekerja yang diberhentikan, saya benar-benar mengutuk coronavirus. Bayangkan saja kalau tidak ada coronavirus, ekonomi saya tidak terancam dan saya bisa memenuhi permintaan Bapak untuk beli kulkas baru. Sayangnya coronavirus bukan musuh yang bisa saya hadapi sendirian walaupun dendam di hati setengah mati.

Coba tanya bagaimana perasaan saya ketika saya diberi tahu tidak perlu datang ke kantor lagi? Jelas kaget, marah, dan sedih. Tapi, saya cuma bisa menganggukkan kepala sambil menangis sesenggukan ketika keputusan itu disampaikan.

Saya hanya seperti debu di antara enam juta lebih pekerja yang terpaksa manut apa kata perusahaan. Kalau dunia hanya tentang saya, saya akan mengklaim bahwa saya adalah orang paling sengsara akibat pandemi ini. Saya akan menangis sehari semalam dan spam di akun Twitter tentang ketidakadilan hidup karena coronavirus. Nyatanya, hari kedua menganggur saya sudah bisa cengengesan lagi sambil scroll Jobstreet.

Bagaimana dengan pekerja terdampak coronavirus lain? Ada pekerja yang usianya sudah tidak muda, ada pekerja dengan jenjang pendidikan bukan sarjana, ada pekerja yang baru memulai masa magangnya.

Mencari pekerjaan baru jelas bukan perkara mudah. Kebanyakan lowongan pekerjaan yang saya lihat pasti mencantumkan persyaratan yang rinci mulai usia maksimal, pendidikan minimal, pengalaman, keahlian yang dimiliki, dan sebagainya. Ketika suasana normal saja, jumlah lowongan yang ada belum tentu bisa menyerap semua orang yang membutuhkan pekerjaan. Apalagi ketika pandemi ini berlangsung, gap di antara jumlah pencari kerja dengan ketersediaan lowongan melebar.

Baca Juga:

Pekerjaan Apa pun Itu, Dekat dengan Kematian, dan Kita Tidak Perlu Menambah dengan Risiko yang Tak Perlu

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus: Pertama, Please, Jangan Panik

Di masa pandemi ini tidak hanya susah mencari kerja pengganti, tetapi juga susah untuk menyemangati diri sendiri dan meyakinkan diri semua ada jalan keluar. Ketika pemasukan berkurang atau malah menjadi nihil, kebutuhan tidak berubah. Tentu saja kondisi ini membuat pikiran merasa terbebani.

Pikiran saya sempat tersesat di antara pertanyaan bagaimana jika saya tidak segera diterima, bagaimana jika uang saya habis sebelum dapat pekerjaan baru, bagaimana jika coronavirus tidak selesai, bagaimana jika karena coronavirus semakin banyak perusahaan yang kolaps, bagaimana jika akhirnya hal itu berpengaruh terhadap lowongan pekerjaan yang ada, bagaimana kalau saya kena coronavirus. Kalau tidak pandemi, saya hanya akan mengkhawatirkan pertanyaan pertama dan kedua. Masalahnya, saya terjebak di tengah pandemi. Hasilnya kekhawatiran pun bertambah.

Tidak punya uang untuk beli makan bisa berdampak buruk untuk tubuh, ditambah beban pikiran yang perlahan mengikis kesadaran. Beberapa orang akan merasa malas makan, susah tidur, bahkan tidak mau beraktivitas. Dampak pandemi saat ini benar-benar menyiksa dompet dan pikiran.

Melihat kondisi tersebut, WHO sampai merilis tips mengatasi stres akibat pandemi. Tips-tips tersebut sangat berguna khususnya bagi pekerja terdampak coronavirus (termasuk saya). Beraktivitas seperti biasa bisa menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan.  Kalau punya hobi, sila dilakukan. Memasak, bercocok tanam, baca buku, atau main TikTok. Siapa tahu ada hobi baru yang bisa dieksplorasi dan dikembangkan. Kalau mau rebahan saja juga tidak salah asalkan tidak sampai membuat lupa mandi.

Oh ya, saya ingin menyampaikan suatu kalimat basi yang sering diucapkan kepada semua pencari kerja baik yang baru mau kerja atau barusan diberhentikan ketika pandemi ini: Jangan menyerah dan jangan lupa makan. Kita semua menghadapi masalah yang sama, dan mari saling menguatkan.

BACA JUGA Positif Kena Covid-19 sebagai Ujian Hidup Dadakan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Januari 2021 oleh

Tags: jobstreetpandemipekerjaan
Alistya Rizky Oktaviani

Alistya Rizky Oktaviani

Anak farmasi asli.

ArtikelTerkait

Skill yang Harus Dimiliki Orang Indonesia Sebelum Usia 25 terminal mojok.co

Sebagai Warga Desa, Saya Justru Repot Ngadepin Mahasiswa yang KKN Online

30 Juli 2021
Pengalaman Ikut Swab Test Antigen Drive Thru, Nggak Ribet walau Agak Deg-degan terminal mojok.co

Mencoba Memahami Warga Madura yang Menolak Swab Gratis

24 Juni 2021
Lika-liku Profesi Pengolah Arsip yang Upahnya Nggak Sip

Lika-liku Profesi Pengolah Arsip yang Upahnya Nggak Sip

29 September 2023
Sweet Tooth: Refleksi Menakutkan dalam Upaya Manusia Hadapi Pandemi terminal mojok.co

Sweet Tooth: Refleksi Menakutkan dalam Upaya Manusia Hadapi Pandemi

3 Agustus 2021
marjinal negri ngeri mojok

‘Negri Ngeri’ Adalah Gambaran Indonesia Saat Dihajar Pandemi

7 Juli 2021
Bukan Cuma Jago Ngomong, 5 Skill Ini Wajib Dikuasai Seorang Humas

Bukan Cuma Jago Ngomong, 5 Skill Ini Wajib Dikuasai Seorang Humas

6 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

5 Agustus 2026
5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen seperti saya saat merantau ke kota Mojok.co

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen saat merantau ke kota

7 Agustus 2026
Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh (Wikimedia Commons)

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh, komentator nggak jelas, tapi jangan menghujat dulu

1 Agustus 2026
5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu pindah ke Salatiga (Unsplash)

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu banget mau pindah ke Salatiga

2 Agustus 2026
Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura Mojok.co

Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura

3 Agustus 2026
Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.