Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

8 Alasan Kebumen Pantas Jadi Kiblat Slow Living di Jawa Tengah

Alifia Putri Nur Rochmah oleh Alifia Putri Nur Rochmah
3 Desember 2025
A A
8 Alasan Kebumen Pantas Jadi Kiblat Slow Living di Jawa Tengah (Unsplash)

8 Alasan Kebumen Pantas Jadi Kiblat Slow Living di Jawa Tengah (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak yang memandang Kebumen sebatas daerah perlintasan saja. Padahal, di balik label “kabupaten termiskin” yang baru saja berhasil dilepas, ia menyimpan potensi besar sebagai surga slow living di Jawa Tengah.

Inilah 8 alasan yang berhasil saya rangkum.

#1 Bahasa ngapak yang memperlambat ritme hidup orang Kebumen

Di tengah era serba cepat, Kebumen punya bahasa ngapak yang secara natural memperlambat tempo bicara. Dialek ini bukan sekadar “aksen”, tapi representasi cara hidup masyarakatnya yang tidak terburu-buru. Setiap kata diucapkan dengan artikulasi jelas, mengajarkan kita untuk lebih mindful dalam berkomunikasi.

Berbeda dengan logat medok yang terdengar tergesa, ngapak mengalir dengan santai. Ini adalah filosofi slow living yang terwujud dalam bahasa sehari-hari, mengingatkan bahwa tidak semua hal harus disampaikan dengan cepat untuk menjadi bermakna.

#2 Mendoan sebagai simbol kesederhanaan yang memuaskan

Mendoan Kebumen adalah manifesto kuliner anti-kerumitan. Tempe tipis yang digoreng dengan adonan tepung yang slow living banget, tanpa bumbu yang berlebihan, namun mampu memberikan kepuasan maksimal. Ini adalah pelajaran hidup dengan kebahagiaan tidak selalu berbanding lurus dengan kompleksitas.

Dengan harga yang terjangkau dan rasa yang konsisten, mendoan mengajarkan bahwa kenikmatan sejati ada dalam kesederhanaan. Di era kuliner yang berlomba-lomba jadi Instagram-able dengan harga selangit, mendoan tetap setia pada esensinya.

#3 Geopark Karangsambung untuk kontemplasi tanpa gadget

Kebumen punya Geopark Karangsambung yang menyimpan jejak geologi jutaan tahun di Jawa Tengah. Di sini, kalian bisa belajar bahwa ada hal-hal yang prosesnya membutuhkan waktu sangat lama untuk menjadi indah. Batuan yang terbentuk selama jutaan tahun adalah pengingat bahwa kehidupan tidak perlu terburu-buru.

Kawasan ini menawarkan kontemplasi alami tanpa perlu paket wellness yang mahal. Cukup duduk di tepi sungai, melihat bebatuan purba, dan merasakan betapa kecilnya problem kita dibanding sejarah panjang bumi ini.

Baca Juga:

Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong se-Kabupaten Banyumas

Pajak Naik dan UMR Mini Bikin Warga Jawa Tengah Bersyukur karena Diberi Kesempatan untuk Menderita Luar Biasa

#4 Pantai yang tenang, menggambarkan makna slow living di Kebumen

Berbeda dengan pantai-pantai populer di Jawa Tengah yang sudah penuh pedagang dan keramaian, pantai-pantai di Kebumen seperti Logending, Menganti, atau Karangbolong masih menawarkan ketenangan. Kalian bisa duduk berjam-jam di tepi pantai tanpa diganggu hiruk-pikuk keramaian berlebihan.

Ombak yang tenang, pasir yang bersih, dan matahari terbenam yang dramatis tersedia tanpa harus berbagi dengan ratusan wisatawan lain. Ini adalah luxury sejati di era over-tourism dengan kesendirian yang bermartabat. Wujud dari makna slow living di era serba tergesa-gesa.

#5 Biaya hidup yang membebaskan dari tekanan finansial

Harga properti dan biaya hidup di Kebumen masih sangat terjangkau. Kondisi ini krusial untuk slow living sejati. Ketika beban finansial ringan, tekanan untuk mengejar pendapatan tinggi akan berkurang drastis.

Kamu bisa bekerja secukupnya, punya waktu lebih banyak untuk diri sendiri dan keluarga, tanpa mimpi buruk cicilan yang mencekik leher. Kebebasan finansial bukan soal punya uang banyak, tapi soal kebutuhan yang terukur dan dapat dipenuhi dengan santai.

#6 Komunitas pesantren yang mengajarkan nilai kesabaran

Kebumen punya banyak pesantren yang menjadi bagian integral masyarakatnya. Kultur pesantren mengajarkan kesabaran, disiplin yang terukur, dan kemampuan hidup sederhana. Ini bukan tentang agama semata, tapi filosofi hidup yang bisa diadopsi siapa saja.

Nilai-nilai seperti qana’ah (merasa cukup), sabar, dan syukur sudah menjadi bagian slow living. Kalian tidak perlu mengikuti kelas mindfulness berbayar untuk belajar hal ini, cukup berinteraksi dengan masyarakat lokal.

#7 Waduk Wadaslintang sebagai tempat refleksi tanpa batas waktu di Kebumen

Waduk Wadaslintang yang luas dan tenang adalah tempat ideal untuk melepas penat. Pemandangan air yang membentang, dikelilingi perbukitan hijau, menciptakan suasana meditasi alami. Kalian bisa duduk berjam-jam tanpa ada yang menagih apa-apa.

Di sini, waktu terasa melambat. Tidak ada tekanan untuk produktif, tidak ada agenda yang harus dipenuhi. Hanya kalian, air yang tenang, dan pikiran yang perlahan mulai jernih kembali.

#8 Tradisi gotong royong yang menekankan kolektivitas, bukan kompetisi

Masyarakat Kebumen dan Jawa Tengah pada umumnya, masih kental dengan tradisi gotong royong dalam berbagai aspek kehidupan. Ini adalah antitesis dari kultur kompetitif kota besar yang menguras energi. Di sini, kesuksesan tidak diukur dari seberapa cepat kalian mengalahkan orang lain, tapi seberapa baik kalian berkontribusi untuk komunitas.

Budaya ini mengajarkan bahwa hidup bukan perlombaan. Tidak perlu terburu-buru menjadi yang terdepan jika itu berarti meninggalkan kewarasan dan kebahagiaan di belakang.

Kebumen mungkin bukan tempat dengan gemerlap lampu kota atau deretan kafe hipster. Tapi justru di situlah kekuatannya. Slow living bukan tentang mencari tempat yang sempurna secara estetika, tapi menemukan ruang di mana hidup bisa dijalani dengan tempo yang manusiawi.

Penulis: Alifia Putri Nur Rochmah

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 5 Fakta Kebumen yang Jarang Diketahui Orang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Desember 2025 oleh

Tags: geopark karangsambungjawa tengahKebumenmendoanmendoan kebumenngapakpantai di kebumenpantai karangbolongPantai Mengantislow livingwaduk wadaslintang
Alifia Putri Nur Rochmah

Alifia Putri Nur Rochmah

Penulis kelahiran Kebumen. Anak Ekonomi Pembangunan UNS yang lebih tertarik pada cerita di balik data. Berpengalaman sebagai content writer dan content creator, gemar berkelana ke tempat-tempat baru, dan menulis tentang apa saja dari yang serius sampai yang receh.

ArtikelTerkait

7 Alasan Jombang Layak Jadi Kiblat Slow Living di Jawa Timur Mojok.co lamongan

7 Alasan Jombang Layak Jadi Tempat Slow Living di Jawa Timur

6 November 2025
Derita Jadi Warga Banyumas: Bangga dan Fasih Bahasa Ngapak, Dituduh Nggak Bisa Bahasa Jawa

Derita Jadi Warga Banyumas: Bangga dan Fasih Bahasa Ngapak, Dituduh Nggak Bisa Bahasa Jawa

25 Agustus 2025
Keresahan Saya Selama Tinggal di Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen

Keresahan Saya Selama Tinggal di Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen

28 Oktober 2023
Repotnya Orang Paninggaran Pekalongan di Perantauan karena Kerap Disalahpahami Orang-orang yang Nggak Paham Geografi

Repotnya Orang Paninggaran Pekalongan di Perantauan karena Kerap Disalahpahami Orang-orang yang Nggak Paham Geografi

15 Februari 2024
Purwokerto, Tempat Tinggal Terbaik di Jawa Tengah (Shutterstock.com)

Purwokerto, Tempat Tinggal Terbaik di Jawa Tengah

16 Mei 2023
Sinyal 5G di Solo Rasanya Sama Saja seperti 4G. Menyedihkan! (Unsplash)

Sinyal 5G di Solo Rasanya Sama Saja seperti 4G, Padahal Kota Besar dengan Sinyal Stabil

31 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

19 Februari 2026
Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

22 Februari 2026
Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja Mojok.co

Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja

22 Februari 2026
Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah (Wikimedia Commons)

Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah

24 Februari 2026
Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja (Unsplash)

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

24 Februari 2026
Trio Senator AS Roma: Mancini, Pellegrini, Cristante

Trio Senator AS Roma

23 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala ‘Big Tech’
  • Mahasiswa KIP Kuliah Ikut Dihujat Imbas “Oknum” yang Foya-Foya Pakai Duit Beasiswa, Padahal Beneran Hidup Susah hingga Rela Makan Sampah di Kos
  • Innova Reborn: Mobilnya “Orang Bodoh dan Pemalas”, Khususnya yang Nggak Paham Investasi
  • Pindah ke Lingkungan Muhammadiyah Lebih Tentram: Jauh dari Bunyi Toa Masjid yang Berisik hingga Terbebas dari Iuran dan Cap Islam Abal-abal
  • Cerita Perantau Jatim: Diremehkan karena Tinggal di Kos Kumuh Jogja, Bungkam Mulut Tetangga dengan Membangun Rumah Besar di Desa
  • Maunya Motor Matic, tapi Terpaksa Pakai Supra buat Kuliah di Fakultas “Elite” di UGM demi Menyenangkan Ayah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.