Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

7 Warung Mangut Lele Istimewa yang Ada di Bantul

Butet RSM oleh Butet RSM
22 Februari 2022
A A
7 Warung Mangut Lele Istimewa yang Ada di Bantul Terminal Mojok.co

7 Warung Mangut Lele Istimewa yang Ada di Bantul (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tren untuk menemukan hidden gems kuliner memang membuat pengusaha kuliner mengeksplorasi suasana seperti di rumah, serba ndeso, dan bertema nostalgia. Keseragaman nostalgia bisa ditemukan di desa wisata mana saja, termasuk di Kabupaten Bantul. Narasi tentang keotentikan rasa yang didapat dari situs-situs pemberi ulasan menjadi kunci popularitas. Menu seperti ingkung, sate klathak, dan mangut lele akhirnya dinobatkan menjadi menu yang mBantul banget.

Padahal, sesungguhnya setiap restoran memiliki cita rasa otentiknya masing-masing. Untuk Anda yang terobsesi menemukan mangut lele yang paling otentik (sesuai dengan selera lidah), saya rekomendasikan untuk mencoba tujuh mangut lele istimewa dari Bantul berikut ini.

#1 Bu Is, Sumberagung

Mangut Bu Is sudah ada sejak 1978. Ia berlokasi di Jalan Imogiri Barat No.12, Turi, Sumberagung, Jetis. Menurut beberapa narasumber, warung makan ini termasuk salah satu pioner dalam dunia per-mangut-lele-an di Bantul. Lokasi warung makan tak terlalu jauh dari perempatan Jetis dan berada di pinggir jalan, sehingga tak sulit untuk menemukannya. 

Harga saat ini sekitar Rp25.000 per porsi. Dengan membayar seporsi mangut lele Bu Is, Anda akan mendapatkan mangut lele, nasi, lalapan, sambal jenggot, sambal terasi, oseng lombok ijo, dan minum berupa es teh atau es jeruk. Sayur mentah yang disediakan sebagai lalapan kadang terasa terlalu langu. Maka, agar lebih nikmat, Anda bisa tambahkan sambal jenggot yang dibuat dengan bahan utama parutan kelapa untuk membuat lalapan jadi lebih mudah dinikmati. Anda juga bisa memilih makanan pelengkap lain berupa tahu dan tempe bacem yang juga disediakan di Warung Makan Mangut Lele Bu Is. 

#2 Dapur Asli Mbok Marto Ijoyo, Panggungharjo

Mangut lele ini juga dikenal dengan nama Mangut Lele Mak Badar. Ia adalah restoran bergaya open kitchen yang paling melegenda di Bantul. Lokasinya berada di Jalan Sewon Indah, Ngireng-ireng, Panggungharjo, Sewon. Jika tak sempat datang ke sana, mangut lele ini juga dapat dibeli lewat GoFood, GrabFood, atau ShopeeFood. 

Rasa pedas mendominasi mangut buatan rumah makan ini. Untuk Jamaah Mojokiyah yang nggak tahan pedas, lebih baik menghindari kuahnya, cukup makan lelenya saja. Kenikmatan dari Mangut Lele Dapur Asli Mbok Marto Ijoyo tak hanya tercipta berkat resep yang diturunkan oleh Mbah Marto. Di tempat ini, keindahan visual berupa suasana dapur tradisional menjadi magnet sekaligus penambah kenikmatan saat memakannya.

#3 Mbah Marto, Patalan

Mangut Lele Mbah Marto Patalan berdiri sejak 2019. Pemilik warung makan ini memegang sertifikat legal atas merek Mangut Lele Mbah Marto sejak 2020. Rasa mangut lele dari rumah makan ini pedasnya nendang. Rumah makan ini juga punya konsep open kitchen lengkap dengan pemandangan lanskap persawahan yang disukai pengunjung dari kota-kota metropolis. 

Lokasinya yang mblusuk, membuatnya sempurna disebut oleh warganet sebagai rumah makan hidden gems. Jamaah Mojokiyah bisa menemukan lokasinya dengan panduan Google Maps. Ada isu tentang kegaduhan yang terjadi dalam bisnis keluarga Mbah Marto. Namun, hal itu hanya menjadi isu minor, meski tampaknya menimbulkan polarisasi pelanggan. Pada akhirnya, yang penting adalah rasanya yang nikmat berkat aroma smokey alias sangit, gurih, dan pedas yang mantap betul. 

Baca Juga:

Nama Kretek Bantul Nggak Banyak Dikenal Orang, Terhalang Nama Besar Parangtritis

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

#4 Yu Temu, Kasihan

Mangut Lele ini dapat ditemukan di Google Maps dengan nama Mangut Lele Mbah Temu. Lokasinya berada di desa Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Dinding rumah makan ini terbuat dari bambu. Kesederhanaan bangunan lawas menyatu dengan asrinya lingkungan sekitar. Pohon gayam, rumpun bambu, dan aliran sungai Bedog menjadi daya tarik natural yang membuat pelanggannya selalu ingin kembali lagi. 

Dari segi rasa, Mangut Lele Yu Temu punya cita rasa berbeda dari mangut lele Bantul pada umumnya. Tak ada aroma smokey karena mangut lele di rumah makan ini menggunakan lele goreng, bukan lele asap. Mangut lele Yu Temu dihidangkan bersama dengan nasi dan pecel. Anda bisa memilih warung makan ini untuk sarapan yang berkesan. Yang penting jangan datang di hari Minggu. Soalnya pada hari Minggu kuturut ayah ke kota warungnya tutup, Bosque. 

#5 Pak Jantuk, Sidomulyo

Warung makan Mangut Lele Pak Jantuk berada di Pedukuhan Ngireng-ireng, Sidomulyo, Bambanglipuro. Warung makan ini tak terlalu sulit dicari meski ia tak berada di jalur utama Jalan Samas. Hingga artikel ini ditulis, belum ada papan penunjuk arah yang dapat digunakan sebagai pemandu. Oleh karena itu, Anda perlu mengandalkan Google Maps dan arahan penduduk sekitar untuk dapat menuju ke warung Pak Jantuk. 

Di warung makan ini, ada sayur lodeh terong yang rasanya sangat nikmat dan cocok dinikmati bersama seporsi mangut lele. Sambal yang disajikan terpisah dari mangut juga memudahkan kamu yang tidak suka pedas biar nggak perlu megap-megap. Menurut narasumber saya yang merupakan langganan di warung ini, Bapak Mamik, biasanya mangut sudah habis sebelum jam dua siang. Maklumlah, warung makan ini termasuk yang digemari para aparat yang berdinas di sekitar lokasi untuk makan siang. 

#6 Yu Mur, selatan Pasar Turi Bantul

Mangut Lele Yu Mur berlokasi di pojok selatan Pasar Turi, Kretek, Bantul. Untuk menuju ke lokasi, Anda bisa memilih lewat Jalan Samas maupun  lewat Jalan Parangtritis, tentu saja tetap perlu mengandalkan Google Maps. Lokasi warung yang berada di pinggir jalan, cat temboknya yang berwarna hijau ngejreng, dan spanduk yang terbentang niscaya memudahkan Anda untuk menemukan warung ini.

Ia punya keunggulan berupa duri lele yang lunak. Jika doyan, Anda juga dapat melahap kepala lele hingga tak bersisa. Warung ini sering dikunjungi oleh para pesepeda yang melintasi rute alternatif penghubung Jalan Samas dengan Jalan Parangtritis. 

#7 Kampoeng Mataraman, Panggungharjo

Lokasi Kampoeng Mataraman berada di Jalan Ringroad Selatan, Glugo, Panggungharjo, Kecamatan Sewon. Untuk bisa sampai ke lokasi, Jamaah Mojokiyah tinggal menuju ke ringroad Jalan Parangtritis, lalu belok ke barat. Kampung Mataraman berada di sisi selatan jalan ringroad. Ada artefak bus sekolah berwarna kuning terparkir di dekat jalan masuknya yang mudah dikenali sebagai penanda. 

Di sini menggunakan lele yang yang sudah diasap. Cita rasanya smokey, tak terlalu pedas, dan gurih. Di tempat ini, tersedia juga aneka makanan pendamping untuk Anda yang tak suka lele. Salah satu keunggulan dari tempat ini adalah luasnya lahan untuk parkir yang didukung dengan banyaknya pilihan tempat duduk. Kampoeng Mataraman sangat cocok dipilih untuk menjamu tamu, tapi sebaiknya reservasi dulu supaya nggak kelamaan menunggu hidangan. 

Di Bantul sebenarnya makanan ini adalah menu sehari-hari yang mudah ditemukan di pasar tradisional. Jika Jamaah Mojokiyah ingin menemukan hidden gems mangut lele yang sesungguhnya, blusukan untuk jajan ke pasar tradisional bisa menjadi pilihan. Tujuh warung makan di atas adalah alternatif jika Anda terlalu lelah untuk blusukan. 

Kata anak senja, jajan di mana pun enak karena yang utama bukan jajanannya, tapi dengan siapa kamu jajan. Akan tetapi, hal itu tak berlaku untuk bertualang ke tujuh mangut lele istimewa dari Bantul yang nikmatnya luar biasa itu. Kamu bisa jajan sendiri, berdua dengan ayang, atau ramai-ramai dengan teman. Dan yang terpenting, tetap prokes, ya. Jaga diri, jaga ayang, dan jaga kesehatan.

Penulis: Butet Rachmawati Sailenta Marpaung
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 12 Mei 2023 oleh

Tags: Bantulmangut leleTerminal Bantul
Butet RSM

Butet RSM

Ibu dari tiga anak, penulis lepas yang tinggal di Bantul. Terbiasa menulis tentang UMKM, pasar, pendidikan alternatif, dan keresahan sosial.

ArtikelTerkait

Outfit Warga Bantul saat Menyambut Syawalan

Outfit Warga Bantul saat Menyambut Syawalan

26 Mei 2020
5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

17 Januari 2026
Membayangkan Sewon Bantul Tanpa ISI Jogja, Cuma Jadi Daerah Antah-berantah Mojok.co

Sisi Baik Kuliah di ISI Jogja, Kampus Seni Terbaik dengan Banyak Kelebihan yang Menyertai

4 Juni 2025
Jalan Tambak-Bendo Jogja, Jalan Kecil Penghubung Jogja, Bantul, Sleman yang Bikin Kapok Mojok.co

Jalan Tambak-Bendo Jogja, Jalan Kecil Penghubung Jogja, Bantul, Sleman yang Bikin Kapok

3 Februari 2024
Ketidakadilan Bagi Warga Bantul Perihal Jarak Tempuh di Jogja (Unsplash)

Bantul Memang Daerah yang Penuh dengan Kejadian (dan Orang) Aneh, Selalu Saja Ada Hal Baru (dan Aneh) di Bantul

8 Agustus 2023
Tinggal di Bangunjiwo Bantul Nggak Seburuk Itu, Ini 4 Alasan Bangunjiwo Justru Menjadi Desa Ternyaman di Jogja

Tinggal di Bangunjiwo Bantul Nggak Seburuk Itu, Ini 4 Alasan Bangunjiwo Justru Menjadi Desa Ternyaman di Jogja

18 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

31 Januari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026
Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026
Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.