Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

7 Dosa Ultimate yang Biasa Orang Indonesia Lakukan sebagai Pengguna Jalan

Wicaksana Rismawardi oleh Wicaksana Rismawardi
12 Januari 2021
A A
7 Dosa Ultimate yang Biasa Orang Indonesia Lakukan sebagai Pengguna Jalan terminal mojok.co

7 Dosa Ultimate yang Biasa Orang Indonesia Lakukan sebagai Pengguna Jalan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Berkendara mungkin sudah menjadi rutinitas sehari-hari yg biasa kita lakukan. Tapi, tahukah kamu, ternyata masih banyak kelakuan-kelakuan pengguna jalan yang bisa jadi suatu kezaliman besar, dosa ultimate. Tentu hal-hal semacam ini dianggap sepele, tapi jelas mengganggu kenyamanan bahkan membahayakan pengendara lain. Penyakit orang Indonesia ini kok nggak sembuh-sembuh. Urusan memakai jalan saja masih belum khatam. Berikut adalah daftar dosa besar pengguna jalan yang bikin muntab setengah mati.

#1 Belok kanan nge-sein ke kiri

Hal selalu diidentikan dengan ibu-ibu ini emang kelihatannya sepele. Tapi, kalau kebetulan ada orang di belakangmu yg kecele sama tanda sein-mu dan kebetulan dia lagi pengen nyalip kamu dengan kecepatan tinggi apa nggak bahaya? Sama-sama berstatus sebagai pengguna jalan tidak ada yang lebih berhak ngawur atas yang lainnya. Jadi, tolong biasakan tetap fokus, kalau mau belok kanan ya tolong diliat sein-nya apa benar sudah ke kanan juga. Ini nggak cma buat ibu-ibu karena belakangan spesies seperti ini nggak mengenal gender dan usia.

#2 Membunyikan klakson sebelum lampu hijau

Istilah “orang sabar disayang Tuhan” mungkin tidak berlaku bagi pengguna jalan dalam klasifikasi ini. Pasalnya walaupun lampu lalu lintas kurang 5 detik, mereka sudah grusa-grusu menyalakan klaksonnya. Iya tahu, Anda mungkin buru-buru, saya juga kok. Kenapa situ nggak berangkat dari minggu lalu aja kalau memang sebegitu buru-buru?

#3 Ambil lajur tengah dengan kecepatan pelan

Lagi-lagi, saya cukup meyakini kalimat “orang sabar disayang Tuhan”. Tapi kalau ketemu orang model kayak gini kok darkside saya jadi muncul tiba-tiba ya. Prinsip menjadi orang sabar hilang seketika. Gini, Bang, orang yang di belakang Anda kalo mau nyalip Anda juga bingung caranya bagaimana. Anda ada di tengah soalnya. Sedangkan kalau kami nunggu, Anda kok lemot banget, maunya apa sih?

#4 Pengendara yang ngobrol di jalan

Belakangan di Indonesia lagi musim “gowes dadakan” selama pandemi Covid-19 ini. Tidak jarang juga oknum orang-orang yg gowes bareng ini malah keasyikan ngobrol berdampingan sampai lupa kalo mereka lagi berkendara di jalan dan ada pengguna jalan lain yang berhak selamat. Tidak hanya orang yang gowes, beberapa orang yang naik motor pun ada yang dengan santainya melakukan kegiatan semacam ini di tengah jalan.

Jalan yang seharusnya cukup lebar jadi terasa sempit karena pengendara yg berdampingan. Pesan saya cuma satu, mbok ya tulung ngobrolnya ditunda dulu. Kala mau ngobrol tuh mending di warung kopi aja. Kan enak tuh obrolannya nggak balapan sama angin. 

#5 Pengendara dengan knalpot kendaraan yang berisik

Jalan memang pada hakikatnya sudah berisik oleh suara bising mesin, klakson, suara vokalis Kufaku Band, dll.. Tolonglah jangan ditambahi dengan suara knalpot Anda yang dimodif biar kelihatan gaul kayak motor-motor di MotoGP. Percayalah bukannya keren jatuhnya malah Anda kayak pengguna jalan yang norak dan siap-siap, pisuhan kebun binatang pengguna jalan lain akan tertuju kepada anda.

#6 Meludah sembarangan

Ketika mulut terasa masam atau sedang eneg wajar saja kalau kita meludah. Itu hal yang alamiah kok. Tapi, ya tolong kalau mau ngeludah dilihat-lihat dulu dong, Slur. Kalau Anda lagi berkendara terus meludah apa nggak mikir orang yg berkendara di belakang bakal kena droplets? Apalagi di musim Corona kayak gini, orang jadi waswas sama hal yang beginian. Jangan heran kalau Anda ditempeleng dari belakang. Habis meludah di jalan itu nggak sopan banget. 

Baca Juga:

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

Pengendara Motor yang Juga Pengguna Kacamata Adalah Orang Paling Sial ketika Hujan

#7 Merokok saat berkendara

Konon katanya neraka itu ada 7 tingkatan. Jikalau ada 8, kemungkinan yang ke-8 ini khususon buat pengguna jalan yang berkendara sambil merokok. Bukannya apa, pengguna jalan pada klasifikasi ini bukan hanya menyebalkan dan merepotkan, tapi sudah di level membahayakan. Apa Anda sekalian nggak sadar kalau merokok sambil berkendara, abu rokok yang masih menyala-nyala bagai api neraka itu bisa mengenai orang di belakangmu? Apalagi kalau sampai masuk ke mata? Padahal ngerokok sambil boker tetep salah satu alternatif merokok terbaik loh, kenapa harus sambil berkendara sih? Kan kena angin, nggak nikmat, nggak namaste.

Sekian uneg-uneg dari saya yang cukup resah dengan pengguna jalan unik dan mengandung dosa ultimate tadi. Tetap hati-hati saat berkendara di jalan walaupun orang lain belum tentu hati-hati. Chuaks~

BACA JUGA Kelompok Penguasa Jalanan yang Bikin Pengendara Lain Auto-minggir

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 12 Januari 2021 oleh

Tags: Pengendara MotorPengguna Jalan
Wicaksana Rismawardi

Wicaksana Rismawardi

Suka One Piece, tapi nggak mau dipanggil wibu.

ArtikelTerkait

3 Kebiasaan Pengendara Motor di Solo yang Dibenci Banyak Orang

3 Kebiasaan Pengendara Motor di Solo yang Dibenci Banyak Orang

16 Desember 2025
Perilaku Pengendara Motor yang Menyebalkan dan Cocok Jadi Musuh Bersama di Jalanan Mojok.co

Perilaku Pengendara Motor yang Menyebalkan dan Cocok Jadi Musuh Bersama di Jalanan

1 Oktober 2024
5 Kelakuan Pengendara Motor yang Bikin Kesal Pengendara Mobil

5 Kelakuan Pengendara Motor yang Bikin Kesal Pengendara Mobil

18 Oktober 2022
5 Kelakuan Pengendara Motor yang Bikin Kesal Pengendara Mobil

Hukum Tidak Tertulis dalam Berkendara yang Sebaiknya Dipatuhi Pengendara Motor

6 Mei 2023
Konvoi Moge Itu Nggak Keren, Justru Mimpi Buruk bagi Pengguna Jalan Lain Mojok.co

Konvoi Moge Itu Nggak Keren, Justru Mimpi Buruk bagi Pengguna Jalan Lain

11 Januari 2024
Pengendara Motor Adalah Kasta Ketiga di Tempat Parkir Mal Mewah Jakarta terminal mojok.co

Pengendara Motor Adalah Kasta Ketiga di Tempat Parkir Mal Mewah Jakarta

10 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

5 Agustus 2026
Di Tasikmalaya, jadi tukang parkir liar itu wajar, sebab lapangan kerja di kota ini begitu langka!

Di Tasikmalaya, jadi tukang parkir liar itu wajar, sebab lapangan kerja di kota ini begitu langka!

3 Agustus 2026
3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026
Cikarang Menyimpan Salah Paham yang Bikin Iri sama Jakarta (Unsplash)

Di balik gaji besar operator industri di Kawasan Industri Cikarang, ada harga mahal yang harus dibayar

4 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah  Mojok.co

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.