Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

5 Sisi Negatif Mengikuti Banyak Organisasi Kampus

Luthfi Lesmana Nugraha oleh Luthfi Lesmana Nugraha
30 Juni 2021
A A
5 Sisi Negatif Mengikuti Banyak Organisasi Kampus terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Ketika awal-awal kuliah, saya selalu diberi tahu bahwa mengikuti banyak kegiatan organisasi kampus bisa memberikan sejuta manfaat. Katanya, dengan banyak berorganisasi, saya bisa memiliki relasi yang luas hingga skill public speaking yang mumpuni. Selain itu, saya bakalan aktif dalam berbagai rapat dan diskusi yang bisa membuat saya kenal dengan banyak mahasiswa. Pokoknya, saya akan menjadi sosok mahasiswa ideal yang punya segudang keahlian, deh—jago berdiskusi, punya pemikiran kritis, pandai bersilat lidah, salto, kayang, dan keahlian-keahlian lainnya.

Saya nggak bermaksud melarang mahasiswa ikut banyak organisasi, namun saya ingin menyampaikan bahwa mengikuti banyak organisasi itu nggak melulu positif, lho. Ternyata ada juga hal-hal negatif mengikuti organisasi kampus dan saya sendiri merasakannya. Bukankah dalam hidup memang selalu ada sisi positif dan negatif? Gitu, lho, Gaes…

Maka dari itu, saya telah merangkum beberapa sisi negatif mengikuti banyak organisasi kampus berdasarkan pengalaman yang saya rasakan sendiri.

#1 Ikut banyak organisasi membuat kamu sering mengalami “bentrokan”

Sudah menjadi hal yang lumrah jika kamu memiliki banyak organisasi, maka kamu akan mengalami yang namanya “bentrokan”. Yup, “bentrokan” ini adalah keadaan di mana kamu dihadapkan dengan dua atau bahkan tiga acara organisasi yang berlangsung dalam waktu bersamaan. Kamu akan kebingungan harus menghadiri acara yang mana. Syukur-syukur kalau bisa melakukan jurus seribu bayangannya Naruto, mencle sana-sini menghadiri tiap rapat organisasi. Lha, kalau nggak bisa? Ya terpaksa kamu harus mengorbankan salah satu, salah dua, dan salah-salah seterusnya dari organisasi yang kamu ikuti.

#2 Kamu jadi nggak tahu apa yang sebenarnya kamu cari

Ketika awal-awal kuliah dulu, saya bergabung ke dalam organisasi kampus hanya dengan modal penasaran dan kepingin belajar. Yang penting saya mau belajar dan mencoba hal baru, pikir saya waktu itu. Ternyata pola pikir seperti itu justru menjebak saya dalam situasi di mana saya kebingungan tatkala bergabung dengan sebuah organisasi. Saya nggak tahu apa yang harus saya lakukan karena saya nggak pernah benar-benar tahu apa yang saya cari ketika masuk ke dalam organisasi tersebut.

Saya hanya terjebak dalam mindset “mau belajar dan mencoba hal baru”. Maka dari itu, amat penting untuk menimbang-nimbang apa saja yang menjadi tujuan kamu sebelum masuk ke dalam sebuah organisasi kampus. Hemat saya, lebih baik mengikuti satu organisasi tapi tahu apa yang jadi tujuanmu, ketimbang punya banyak organisasi tapi sekadar numpang mejeng tanpa benar-benar tahu apa yang kamu cari.

#3 Kamu menjadi orang yang nggak loyal dalam berorganisasi

Rumusnya sederhana, semakin banyak organisasi yang kamu ikuti, maka semakin banyak juga tanggung jawab yang kamu pikul. Semakin banyak tanggung jawab yang kamu pikul, maka semakin banyak juga pikiran dan waktumu terbagi. Ketika kamu disuruh ikut kepanitiaan dalam sebuah proyek organisasi, kamu malah menolaknya lantaran sibuk dalam kepanitiaan di proyek organisasi lainnya. Kamu selalu dihadapkan dengan situasi tersebut sampai-sampai kamu mangkel sendiri. Alhasil, kamu nggak pernah benar-benar menjadi orang yang loyal di dalam sebuah organisasi.

#4 Kamu banyak mengorbankan keinginanmu sendiri

Pernah suatu ketika saya kepingin pulang kampung tapi gagal karena ada acara organisasi yang harus saya hadiri. Tentu saja hal tersebut bikin saya mangkel bukan main, apalagi posisi waktu itu sudah libur kuliah. Tapi mau gimana lagi? Itu sudah menjadi tanggung jawab dan risiko saya karena mengikuti banyak organisasi. Itu baru secuil kisah yang bakal kamu alami ketika punya banyak organisasi. Belum lagi nanti ketika kamu kepingin ngopi dengan teman atau sekadar rebahan di kosan setelah seharian sibuk menghadiri rapat sana-sini. Lagi-lagi kamu hanya bisa menghela napas kemudian berkata, “Ya mau gimana lagi? Ini, kan, sudah tanggung jawab saya,” dan begitu seterusnya. Kamu jadi lupa bahwa tubuh, pikiran, dan hatimu juga adalah tanggung jawab dirimu sendiri. Kasihan, lho, itu keinginanmu nggak pernah kamu dengerin. Canda dengerin, hehehe.

Baca Juga:

4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia

Tiga Tahun Menjadi Fungsionaris Organisasi Mahasiswa, Saya Menyadari bahwa Organisasi Mahasiswa Tak Ada Bedanya dengan Tempat Penitipan Balita

#5 Kuliahmu jadi keteteran

Kalau ini sudah jadi rahasia umum bahwa mengikuti banyak organisasi kampus membuat kuliahmu keteteran. Bagaimana tidak? Ketika besok ada jadwal presentasi, malamnya kamu malah sibuk ikut rapat organisasi. Mau belajar sebelum kelas dimulai? Ah, itu hanya bualan belaka. Alhasil, bukan hal yang aneh kalau kamu menemukan mahasiswa organisatoris lagi mengulang mata kuliah di kelasmu.

Itulah setidaknya lima sisi negatif dari mengikuti banyak organisasi kampus. Saran saya untuk kamu yang sudah berada pada tahap ingin ikut banyak organisasi, lebih baik pikir-pikir lagi apa yang menjadi tujuanmu. Jika memang sudah jelas, ya monggo, itu akan membuat kamu menjadi orang yang bisa mengambil banyak sisi positif dari berorganisasi. Tapi bagi kamu yang sekadar iseng dan penasaran, lebih baik pikirkan matang-matang lagi. Karena jika sekalinya sudah masuk, kamu nggak akan bisa keluar begitu saja. Waspadalah! Waspadalah!

BACA JUGA Tidak Ada yang Namanya Libur untuk Anak Persma.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Oktober 2021 oleh

Tags: KampusMahasiswaorganisasi kampuspendidikan terminal
Luthfi Lesmana Nugraha

Luthfi Lesmana Nugraha

Mahasiswa UIN Malang. Ahli tidur.

ArtikelTerkait

Kampus Makin Pelit Kasih Uang Saku ke Mahasiswa KKN, padahal Biaya KKN Nggak Murah

Kampus Makin Pelit Kasih Uang Saku ke Mahasiswa KKN, padahal Biaya KKN Nggak Murah

9 Juli 2025
Dear Dosen Pembimbing, Menerima Revisi Skripsi dalam Bentuk Hard Copy Itu Merepotkan Mojok.co

Dear Dosen Pembimbing, Menerima Revisi Skripsi dalam Bentuk Hard Copy Itu Merepotkan

28 Mei 2024
5 Hal yang Harus Disiapkan sebelum Kuliah di Turki Mojok.co

5 Hal yang Harus Disiapkan sebelum Kuliah di Turki

5 November 2024
senayan

Catatan Kecil dari Senayan

25 September 2019
Yudisium Lebih Layak Dirayakan daripada Sempro, Sidang, dan Wisuda Mojok.co

Yudisium Lebih Layak Dirayakan daripada Sempro, Sidang, dan Wisuda

1 Desember 2023
Kampus Paling Unggul di Jember Adalah UIN KHAS Jember

Kampus Paling Unggul di Jember Adalah UIN KHAS Jember

28 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Turunan Silayur Ngaliyan Semarang Momok Pengendara yang Perlu Segera Dibereskan Mojok.co

Turunan Silayur Ngaliyan Semarang Momok Pengendara yang Perlu Segera Dibereskan

5 Juni 2026
Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

6 Juni 2026
Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya "Pajak" yang Tidak Dibenci Warga

Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya Pajak yang Tidak Dibenci Rakyat

5 Juni 2026
Suzuki GSX-R150, Motor Sport untuk Kalian yang Muak dengan Honda CBR dan Yamaha R15 suzuki hayate 125 motor suzuki shogun 110 suzuki access 125 motor suzuki nex crossover suzuki nex II

Suzuki Nex II Benar-benar Nggak Tahu Diri, Harganya Lebih Mahal dari Honda BeAT, tapi Fiturnya Masih Saja Tertinggal  

6 Juni 2026
Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi

Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi

7 Juni 2026
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co

Malang Bukan Lagi Kota yang Dingin dan Asri, Kini Ia Menjelma Jadi Kota Panas dan Tak Menyenangkan

10 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.