Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

5 Macam Kepribadian Kucing Kompleks Berdasarkan Observasi Lapangan

Riyanto oleh Riyanto
7 September 2020
A A
5 Macam Kepribadian Kucing Kompleks Berdasarkan Observasi Lapangan terminal mojok.co

5 Macam Kepribadian Kucing Kompleks Berdasarkan Observasi Lapangan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya nggak memelihara kucing, tapi banyak kucing kompleks yang sering datang ke kos saya. Kucing-kucing milik penduduk memang saya sering “ketok-ketok” kamar di malam hari, dini hari, bahkan siang hari. Semua terjadi karena saya menyimpan persediaan makanan kucing lumayan banyak dan sering saya bagi-bagikan ke kucing-kucing kompleks yang berkunjung.

Saking seringnya,, mereka kelihatan kayak kucing-kucing saya yang kadang main ke tetangga kompleks. Kucing datang silih berganti. Biasanya beberapa kelompok kucing akan berhenti datang dan digantikan beberapa kelompok kucing lainnya. Namun dari semua kelompok itu, ada satu kucing yang hampir nggak pernah absen datang. Namanya Tam. Nama aslinya nggak tahu, pokoknya saya memanggil dia Tam. 

Dia kucing kampung gagah perkasa yang sudah dari kecil sering datang ke kos. Dulu dia punya saudara kembar bernama Tim, tetapi Tim wafat sebelum menginjak dewasa. Wafatnya juga dramatis karena ia mengembuskan napas terakhir di depan pintu kamar kos saat saya sedang bekerja. Ah, sungguh kucing malang.

Nah, dari pengalaman saya mengobservasi kucing-kucing tetangga, saya mulai menyimpulkan bahwa ada karakter-karakter khusus dari masing-masing kucing tersebut. Berdasarkan riset yang tentu saja nggak bisa dipertanggungjawabkan, saya rasa karakter kucing kompleks di daerah lain juga kurang lebih sama.

Kepribadian kucing kompleks #1 Kucing bodo amat

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada para kucing, saya paling buuueeenci model yang satu ini. Itu loh, yang kalau dipanggil nggak nengok sama sekali. Dikasih makan ya kayak nggak bersemangat gitu. Pokoknya diem aja di kejauhan sambil pura-pura nggak lihat saya yang menuang makanan kucing. 

Tahu kan model kucing begituan? Yang nggak ada ekspresinya sama sekali. Dielus ya diem aja, dimarahi ya diem aja, dikasih makan ya makan sambil diem, bahkan pas saya diemin dia juga tetep diem aja. Aneh bener jadi kucing.

Kayaknya jenis yang satu ini kebanyakan baca bukunya Mark Manson berjudul ‘Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat’, lantas mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari. Bahkan saking bodo amatnya, kalau ada perang geng antar kucing, jenis yang satu ini bakal milih berpaling muka.

Kepribadian kucing kompleks #2 Kucing ganjen

Kebalikan sama kucing pemuja Mark Manson tadi, jenis yang satu ini periang banget. Saking periangnya, bisa dibilang ganjen. Suka tebar pesona. kalau dia jantan, sudah pasti banyak pacar kucing ceweknya. kalau dia betina, ya sudah pasti dia jadi simpanan banyak kucing-kucing yang berkuasa. Tapi marilah nggak usah bahas latar belakang si kucing. 

Baca Juga:

Pelajaran Hidup yang Saya Dapatkan dari Memelihara Burung Ciblek

Pelajaran Hidup yang Saya Dapat dari Memelihara Kura-kura

Pokoknya kucing kompleks jenis ini gampang banget dideketin. Kadang dia yang deketin kita. Pokoknya gampang akrab banget. Kita panggil sekali, dia bakal nyamperin dan ndusel-ndusel di kaki kita. Bergeliat manja minta dielus dan dikasih makan tentunya.

Sayangnya kucing model beginian itu nggak tangguh sama sekali. Mereka manja-manja dan minta dilindungi. Jangankan ngusir tikus di dapur, wong sama cicak aja takut.

Kepribadian kucing kompleks #3 Kucing yakuza

Nah, ini salah satu jenis kucing kompleks yang saya suka. Para kucing gagah berani yang kerap melakukan aksi heroik dengan mempertahankan wilayah dari tikus-tikus liar, tokek-tokek jahanam, cicak-cicak di dinding, dan tentu saja dari jajahan kucing asing. 

Pokoknya mereka bak penjaga wilayah yang nggak pernah lengah. Kerap kali saya temui kucing jenis ini sedang duduk memantau wilayah di atas genteng. kalau ada kucing pendatang yang kurang ajar, langsung didatangi dan diajak duel. Biasanya sih diawali dengan percakapan antar kucing dulu gitu, semisal, 

“Elu anak mana? Ngapain datang ke wilayah ini?”

Terus dijawab sama kucing pendatang dengan kalimat, “Anu, Bang. Saya kucing ojol, mau nganter pesenan tulang ayam sisa olive chicken buat neng kucing di gang sebelah. Bentar doang, kok!”

Kalau yang dikatakan kucing pendatang itu benar, maka si kucing Yakuza bakal mengizinkan kucing ojol itu mengantar pesanan. Tapi kalau si kucing Yakuza tahu kebohongan di balik omongan si kucing pendatang, walah… perang antar geng kucing bisa terjadi semalam suntuk.

Kepribadian kucing kompleks #4 Kucing banyak bacot

Kucing kompleks jenis ini kayaknya pernah mau melamar jadi anggota kucing Yakuza, tapi gagal karena nilai bela dirinya kurang. Kucing-kucing model ini nggak bisa berantem, tapi suaranya membahana ke mana-mana kalau udah ketemu kucing lawan. Menggeram sekeras mungkin adalah keahlian mereka.

Ya, sebatas itu, tapi nggak berani main cakar. Kalau ada kucing Yakuza yang mau berantem sama kucing jenis ini, sudah pasti kucing jenis ini bakal menggeram—yang saya artikan sebagai umpatan-umpatan nyelekit—sambil mundur sejauh mungkin. Pokoknya lukai perasaan kucing lawan sampai nggak bisa melawan. Sayangnya, si kucing Yakuza nggak peduli bacotan lawan. Makanya kalau ada pertikaian, kucing banyak bacot bakal lebih sering dikejar dan dihajar daripada sebaliknya.

Serunya adalah, apabila kucing jenis ini berselisih paham dengan kucing yang jenisnya sama. Yang ada adalah adu bacot macam netizen di media sosial. Nyinyir mulu, maju kagak. Pokoknya kedua kucing bakal menggeram bergantian dan tatap-tatapan tajam gitu. kalau jarak mereka dekat ya, paling keduanya maju pelan-pelan sambil tetap menggeram sampai kepala mereka hampir ketemu. Tapi ya gitu, situasi hanya akan menjadi tegang dan anti klimaks karena nggak ada baku hantam yang terjadi. Kalau keduanya capek ngebacot, ya masing-masing bakal pergi.

Kepribadian kucing kompleks #5 Kucing petualang

Kucing ini kerap menjelajah rumah demi rumah, kompleks demi kompleks, bahkan desa demi desa. Pokoknya hanya akan sekali dua kali ditemui, kemudian nggak bakal muncul lagi. Filosofi hidup mereka barangkali adalah hidup harus selalu bergerak. Makanya, tinggal di satu lokasi bukanlah sesuatu yang mereka sukai. Mereka biasanya tampak tak terawat tetapi memiliki tubuh kuat dan sehat. Mereka nggak banyak bacot, juga menghindari pertikaian dengan kucing lain. kalau ternyata ada kucing yang berselisih paham, wohhh jangan salah, mereka memiliki kemampuan bela diri di atas rata-rata dan bisa menyusahkan golongan kucing Yakuza.

BACA JUGA Minum Kopi Itu Tidak Biasa Saja dan Pantas untuk Diromantisasi dan tulisan Riyanto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 September 2020 oleh

Tags: hewan peliharaankucing kampung
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

Sayangku Ke Bleki Terhalang Racun Tikus Tetangga terminal mojok

Sayangku ke Bleki Terhalang Racun Tikus Tetangga

18 Agustus 2021
Ngakunya Pecinta Kucing, tapi Cuma Cinta Kucing Impor

Ngakunya Pecinta Kucing, tapi Cuma Cinta Kucing Impor

16 Desember 2019
Panduan Memahami Bahasa Kucing biar Makin Akrab terminal mojok

Panduan Memahami Bahasa Kucing biar Makin Akrab

1 Oktober 2021
Memahami bahwa Anjing Bukan Hewan Ternak Hanya karena Ada yang Makan Daging

Hanya Karena Ada yang Makan Daging Anjing, Bukan Berarti Anjing Adalah Hewan Ternak!

1 Juni 2021
Hewan Peliharaan, Korban Pandemi yang Terlewatkan terminal mojok

Hewan Peliharaan, Korban Pandemi yang Terlewatkan

20 Agustus 2021
10 Ciri Kucing Pembawa Rezeki

10 Ciri Kucing Pembawa Rezeki

21 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sidoarjo dan Surabaya Isinya Salah Paham, Bikin Kecewa Saja (Unsplash)

Sidoarjo Nggak Perlu Capek-capek Saingan sama Surabaya, Cukup Perbaiki Jalan yang Lubangnya Bisa Buat Ternak Lele Saja Kami Sudah Bersyukur!

24 Februari 2026
Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

26 Februari 2026
Jalan Kertek Wonosobo, Jadi Pusat Ekonomi tapi Bikin Sengsara (Unsplash)

Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo Mematikan, tapi Pemerintah, Warga, hingga Ahli Klenik Saja Bingung Cari Solusinya

24 Februari 2026
Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

21 Februari 2026
Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang Mojok.co

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

23 Februari 2026
Dosa Penjual Oseng Mercon, Makanan Khas Jogja Paling Seksi (Wikimedia Commons)

Dosa Penjual Oseng Mercon Menghilangkan Statusnya Sebagai Kuliner Unik, padahal Ia Adalah Makanan Khas Jogja Paling Seksi

23 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”
  • Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya
  • Sarjana Cumlaude PTN Jogja Adu Nasib ke Jakarta: Telanjur Syukuran Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Bulan Pertama Belum Turun
  • Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga
  • Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.