Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

5 Jenis Mahasiswa Senior yang Wajib Dihindari Maba

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
7 Agustus 2022
A A
5 Jenis Mahasiswa Senior yang Wajib Dihindari Maba

5 Jenis Mahasiswa Senior yang Wajib Dihindari Maba (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi mahasiswa baru adalah fase restart dalam kehidupan sosial. Maba yang sebelumnya sudah punya social circle diajak jadi anak ingah-ingih kembali. Maklum, dunia kuliah berbeda jauh dari dunia SMA. Berbagai jenis senior dari beragam latar belakang membuat kebiasaan interaksi sosial lama jadi tidak berguna.

Tapi demi kebaikan Anda adek-adekku, ada beberapa tipe mahasiswa senior yang perlu dihindari, bahkan sejak ospek kalau perlu. Setidaknya, maba bisa memastikan hidup setelah kuliah tetap ayem tentrem tanpa kebanyakan drama.

Bukan berarti saya mengajak maba menjadi eksklusif apalagi apatis. Toh itu pilihan diri sendiri. Tapi, banyak maba yang terjebak masalah ra penting karena terpaksa mengekor pada senior kampus yang salah. Tidak usah saya jelaskan berbagai kasus senioritas yang fatal, dari pelecehan sampai kehilangan nyawa.

Maka perlu bagi maba untuk menyaring social circle baru mereka. Dan jika Anda merasa tersindir, berarti masalahnya ya Anda sendiri. Berarti anda adalah jenis mahasiswa senior yang beracun bagi maba.

#1 Senior gila hormat

Gila hormat harusnya tidak muncul dari seorang cendekiawan. Tapi sial, senior yang gila hormat masih menjadi momok dunia kampus. Lebih sialnya, senior macam ini sering memegang posisi vital bagi kehidupan maba. Dari panitia ospek, sampai asisten laboratorium. Mau tidak mau, maba akan berinteraksi dengan mereka.

Cukup berinteraksi seperlunya. Tidak usah berpasrah dengan menjilat senior gila hormat. Terlalu menjilat mereka akan membuat lingkar sosial Anda lebih sempit. Seolah-olah Anda tidak bisa hidup tanpa senior macam ini. Dan lagi, untuk apa terlalu dekat dengan senior yang gila hormat?

Ketika ada mahasiswa lain yang lebih jago menjilat, Anda akan ditendang juga. Kadung berpasrah, Anda malah kehilangan kesempatan memperluas social circle Anda.

#2 Senior mental kerumunan

Ini mirip dengan jenis pertama. Tapi, sering kali mereka bukan yang haus akan kehormatan. Mereka mengedepankan hukum “makan nggak makan yang penting ngumpul”. Mereka gemar mengumpulkan maba dan membangun social circle sendiri dengan mereka. Ketika maba tersebut menolak, langsung saja dihakimi sebagai apatis dan istilah ndakik-ndakik lain.

Baca Juga:

3 Alasan Maba Jangan Memasang Ekspektasi Ketinggian ke UIN Palembang, Takutnya Nanti Kecewa

5 Motor yang Sebaiknya Nggak Dibeli Mahasiswa Baru karena Bikin Menyesal

Terlalu dekat dengan mahasiswa senior model ini juga akan mempersempit lingkar sosial Anda. Apalagi mental kerumunan akan membuat Anda membenci apa yang dibenci komunal. Anda malah menambah musuh yang nggak penting, dan bisa jadi, jadi penghalang akademis.

Sesekali gapapa gabung dengan model senior demikian. Tapi, selalu tanamkan dalam diri bahwa Anda bebas merdeka untuk hidup sebagai mahasiswa.

#3 Senior tekyan

Tekyan adalah kultur di mana seseorang cenderung menjadi benalu. Dari menumpang tidur, menumpang makan, sampai menumpang kendaraan. Biasanya senior tekyan ini menjual kisah ndakik-ndakik, baik perjuangan atau malah kesedihan. Dan dengan penuh rasa hormat, senior macam ini jangan sering-sering diladeni.

Ketika Anda terlalu dekat dengan senior tekyan, Anda akan tejebak situasi nggapleki. Mau menolak, sungkan. Mau direpoti, hidup Anda juga susah. Jadi sebaiknya dari awal, Anda hindari senior yang menunjukkan karakteristik tekyan ini. Demi kesehatan mental dan ekonomi Anda yang kasihan itu.

Susahnya, senior tekyan sering begitu menyenangkan sebagai teman. Apalagi mereka jago jualan cerita. Jadi, seperti dua jenis sebelumnya, berteman seperlunya saja. Sebelum kasur kos dirampas dan Anda sungkan mengusir mereka.

#4 Senior yang sedikit-sedikit ngaktivis

Nah ini jenis yang cukup menyebalkan. Senior model ini sering jadi perpaduan dari tiga jenis di atas. Sudah gila hormat, memaksa untuk kumpul, tekyan juga. Terlalu dekat dengan mereka hanya akan menambah beban hidup. Dan mereka tidak akan memandang beban Anda itu penting. Yang penting progresif dan membawa perubahan.

Bukan berarti Anda harus apatis. Kebutuhan aktivisme perlu diakomodir. Tapi, Anda bebas menjadi aktivis dan tidak perlu menjadi underbow salah satu senior. Apa bedanya dengan jadi budak korporat dan aparat? Padahal dunia akademis mengajak Anda menjadi manusia merdeka dalam pikiran dan sikap.

Jadilah aktivis karena ada mimpi yang ingin diraih, jangan karena dipaksa apalagi demi mendapat perhatian senior model ngaktivis ini. Lagipula, model senior seperti ini punya potensi menjadi masalah dalam hidup Anda. Dari senioritas ra mashok sampai mencederai hak Anda sebagai manusia.

#5 Senior bucin atau haus lawan jenis

Dari keempat jenis di atas, model kelima ini tidak benar-benar destruktif. Kadang iya, tapi seringnya tidak. Masalahnya, senior bucin ini bisa memeras otak Anda. Bukan karena saling lempar tesis-antitesis, tapi karena curhatan yang itu-itu saja. Apalagi kalau pasangan mereka satu angkatan dengan Anda. Bisa-bisa Anda jadi satpam dan intel.

Senior yang haus lawan jenis juga sama saja. Anda akan sering terpojok oleh permintaan untuk mengenalkan teman. Mau menolak, kok ya senior. Mau menerima, tidak tega teman jadi makanan garangan alias buaya darat. Daripada terjebak posisi sulit, mending dijauhi sekalian.

Sekali lagi, saya tidak mendukung eksklusivitas maba. Tapi sebagai cendekiawan, terlalu banyak yang harus dikerjakan daripada ngurusi drama lima jenis mahasiswa senior tadi.

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 6 Tips dari Mahasiswa Tingkat Akhir untuk para Maba

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Agustus 2022 oleh

Tags: mahasiswa barumahasiswa seniorsocial circletoxic
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

4 Tipe Mahasiswa yang Nggak Cocok Kuliah di Unpad ciseke

4 Tipe Mahasiswa yang Nggak Cocok Kuliah di Unpad

1 Juni 2024
4 Hal yang Mahasiswa Baru Harus Tahu supaya Tidak Repot di Perkuliahan Mojok.co

4 Hal yang Mahasiswa Baru Harus Tahu supaya Tidak Repot di Perkuliahan

27 April 2025
Saking Ndesonya Soal Jogja, Saya Pernah Beli Pecel di Angkringan terminal mojok.co

Saking Ndesonya Soal Jogja, Saya Pernah Beli Pecel di Angkringan

3 April 2020
Jogja Selalu Dianggap Manis, Padahal Ujungnya Selalu Pahit (Unsplash)

Untuk Mahasiswa Baru di Jogja, Turunkan Ekspektasi Kalian, Jogja Nggak Seindah Konten Sinematik

30 Juli 2024
pelecehan seksual wanita berkumis motivasi kerja dengan perundungan bullying anak artis dihujat netizen ibu-ibu mojok.co

Memberi Motivasi Kerja dengan Melukai Hati Itu Goblok!

8 April 2021
4 Calon Mahasiswa yang Cocok Lanjut Kuliah di Universitas Trunojoyo Madura (UTM)

4 Calon Mahasiswa yang Cocok Lanjut Kuliah di Universitas Trunojoyo Madura (UTM)

2 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.