Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Pengin Mencicipi Sate Kambing Tegal untuk Pertama Kalinya? Biar Nggak Kaget, Berikut 5 Fakta yang Perlu Kamu Ketahui Soal Kuliner Ini

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
1 Maret 2023
A A
Pengin Mencicipi Sate Kambing Tegal untuk Pertama Kalinya? Biar Nggak Kaget, Berikut 5 Fakta yang Perlu Kamu Ketahui Soal Kuliner Ini

Pengin Mencicipi Sate Kambing Tegal untuk Pertama Kalinya? Biar Nggak Kaget, Berikut 5 Fakta yang Perlu Kamu Ketahui Soal Kuliner Ini (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Melintasi Tegal rasanya tak lengkap jika belum mampir mencicipi kuliner khasnya. Apalagi Tegal punya banyak kuliner enak yang wajib kamu coba. Tapi kalau kamu dikejar waktu, nggak keburu kalau harus mencicipi kulinernya satu per satu, saya rekomendasikan untuk langsung memilih sate kambing Tegal saja.

Jangan khawatir dengan waktumu yang berharga itu. Salah satu rumah makan khas sate kambing Tegal ada persis setelah pintu keluar tol Adiwerna. Jadi, kamu nggak perlu mubeng-mubeng Tegal sekadar untuk menuntaskan rasa penasaranmu dengan sate kambing Tegal. Solutif sekali, bukan?

Biar makin afdal, berikut saya berikan 5 hal yang wajib kamu ketahui tentang sate kambing Tegal. Jadi kamu nggak bakal kaget lagi ketika ada kesempatan untuk mencicipi sate ini untuk kali pertama.

#1 Porsi sate kambing Tegal

Berbeda dengan daerah lain pada umumnya, sate kambing Tegal dijual dalam hitungan kodi. Yap. Kamu nggak salah baca. Porsinya memang kodian, Gaes, persis kayak baju grosir!

Umumnya, sate dijual per paket dengan nasi. Ada yang satu paket isi lima tusuk sate, ada pula yang enam tusuk sate. Ha, kok di Tegal satenya dihitung kodian itu gimana ceritanya?

Saya luruskan dulu. Meski dihitung kodian, kamu bisa pesan sate kambing setengah kodi saja, kok. Terutama jika kamu datang hanya berdua. Selain itu, ukuran sate di Tegal juga nggak terlalu besar alias sangat cokotable. Jadi, jangan dibayangkan satu kodi sate bakal seseram itu, ya.

#2 Jenis daging

Salah satu faktor yang membuat sate kambing Tegal jadi primadona adalah jenis daging yang digunakan. Satenya menggunakan daging kambing muda yang umurnya di bawah 5 bulan. Para pengusaha warung sate punya akronim tersendiri untuk menyebut daging yang mereka gunakan, yaitu batibul (bawah tiga bulan) dan balibul (bawah lima bulan).

Penggunaan daging kambing muda ini bukan tanpa alasan. Melainkan demi menciptakan cita rasa sate kambing yang empuk, segar, dan nggak prengus atau bau.

Baca Juga:

3 Alasan Soto Tegal Susah Disukai Pendatang

4 Alasan Kamu Wajib Coba River Tubing di Kebumen yang Sungainya Masih Bersih 

#3 Pengolahan

Hal lain yang wajib diketahui tentang sate kambing Tegal adalah pengolahannya. Tetangga saya yang asli Solo sempat kaget saat melihat bagaimana pengolahan sate di sini. Gimana nggak kaget, wong di sini sate dibakar begitu saja di atas arang yang menyala tanpa dibaluri bumbu sebelumnya. Tentu saja hal tersebut berbeda dengan sate yang biasa tetangga saya makan saat masih tinggal di Solo. Blio makin heran ketika melihat si sate hanya terkesan seperti dibolak-balik saja di atas arang.

FYI, proses pembakaran yang nggak terlalu lama adalah cara penjual untuk mempertahankan cita rasa daging kambing, sehingga menghasilkan daging yang juicy ketika disantap. Selain itu, pembakaran yang singkat juga untuk menjaga agar tekstur daging nggak terlalu keras.

#4 Penyajian

Di beberapa warung makan sate kambing yang ada di Tegal, ada perubahan dalam hal penyajian. Jika dulu satu kodi sate kambing hanya disajikan di atas piring, kini mulai ada yang menyajikannya di atas hot plate. Konon, penyajian dengan hot plate ini untuk menjaga agar si sate tetap hangat ketika disantap.

Nah, untuk teman si sate, pemilik warung akan menyediakan kecap yang dituang dalam piring. Ada pula potongan tomat dan bawang merah. Tak ketinggalan cabai rawit uleg bagi kamu yang suka pedas. Jadi, nanti kamu bisa meracik sendiri deh tuh pritilan-pritilan tadi di piring yang sudah disediakan. Baru kemudian sate diguling-gulingkan dalam bumbu kecap yang sudah kamu racik.

#5 Harga satu kodi sate

Terakhir, soal harga. Harga satu kodi sate kambing Tegal berkisar antara Rp110.000-Rp130.000. Percayalah, harga segitu sangat worth it dengan rasa yang akan kamu dapatkan. Kamu juga bisa menambahkan menu lain untuk mendampingi si sate. Ada sop, gulai, asem-asem, ataupun tongseng yang harganya berkisar antara Rp25.000 sampai Rp40.000.

Sekarang pengetahuanmu soal sate kambing Tegal sudah makin luas, nih. Tinggal atur waktu untuk tancap gas ke Tegal. Kalau punya waktu lebih, bisa sekalian icip-icip rekomendasi kuliner tak biasa di Tegal yang rekomendasinya bisa kamu intip di sini, ya.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Ragam Sate Kambing Tegal: Batibul, Balibul, Semuanya Enaaak!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Februari 2023 oleh

Tags: kuliner tegalsatesate kambingsate kambing tegaltegal
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

sate kambing MOJOK.CO

Sate Kambing, Bentuk Pemberontakan Kecil kepada Diri Sendiri

13 Juli 2020
Tegal di Mata Pendatang: Berkendara di Tegal Ngeri-ngeri Sedap, Warga Lokal Banyak yang Ugal-ugalan di Jalan

Tegal di Mata Pendatang: Berkendara di Tegal Ngeri-ngeri Sedap, Warga Lokal Banyak yang Ugal-ugalan di Jalan

3 Maret 2024
12 Kosakata Bahasa Tegal yang Biasa Digunakan dalam Percakapan Sehari-hari

12 Kosakata Bahasa Tegal yang Biasa Digunakan dalam Percakapan Sehari-hari

28 Februari 2022
Sate Klatak Pak Jede Jogja, Sate Klatak Paling Enak di Lidah Orang Semarang

Sate Klatak Pak Jede Jogja, Sate Klatak Paling Enak di Lidah Orang Semarang

5 Oktober 2025
Rekomendasi 3 Sate Kambing Muda di Tegal yang Paling Lezat Terminal Mojok

Rekomendasi 3 Sate Kambing Muda di Tegal yang Paling Lezat

31 Juli 2022
4 Kuliner di Tegal yang Tak Biasa dan Wajib Dicoba terminal mojok.co

4 Kuliner di Tegal yang Tak Biasa dan Wajib Dicoba

4 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  MOjok.co

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

2 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.