Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

5 Hal Teknis yang Harus Diperhatikan Saat Bikin Podcast

Muhammad Ikhsan Firdaus oleh Muhammad Ikhsan Firdaus
8 November 2020
A A
Rintik Sedu, Podcast Galau yang Cocok Didengar untuk Merayakan Kesedihan terminal mojok.co

Rintik Sedu, Podcast Galau yang Cocok Didengar untuk Merayakan Kesedihan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Mendengarkan Podcast adalah kegiatan yang rutin saya lakukan. Saya biasa mendengarkan Podcast dalam berbagai keadaan. Saat mandi saya mendengarkannya, saat makan saya mendengarkannya, saat di angkutan umum saya mendengarkannya, bahkan saat mau tidur pun saya juga mendengarkan Podcast.

Podcast yang saya dengarkan juga cukup beragam, dimulai dengan Podcast yang membahas isu terkini, horor, olahraga, sains populer, teknologi, dan banyak lainnya. Bagi saya, mendengarkan Podcast selain untuk sarana menambah informasi, juga menjadi sarana hiburan.

Dari seringnya saya mendengarkan Podcast, saya jadi bisa membedakan mana Podcast yang diproduksi secara serius, dan yang diproduksi seadanya. Podcast yang diproduksi secara serius biasanya mereka selain memperhatikan kualitas konten, mereka juga memperhatikan beberapa hal teknis.

Beda dengan Podcast yang masih diproduksi seadanya, kadang-kadang konten mereka sangat bagus, tapi ada beberapa hal teknis yang membuat Podcast mereka menjadi kurang nyaman untuk didengarkan.

Sebagai pendengar berbagai macam Podcast, saya akan membagi beberapa hal teknis yang sering luput dari perhatian podcaster—pembuat Podcast.

Hal Teknis #1 Kualitas audio

Namanya juga Podcast, sudah pasti hal yang harus menjadi perhatiannya adalah audio itu sendiri. Sebagus apa pun kontennya, tapi kalau disampaikan dengan audio yang buruk sekali, sudah pasti pendengar akan merasa risih dan akhirnya menyerah mendengarkan Podcast tersebut.

Ibaratnya begini, ada film yang ceritanya sangat bagus, tapi gambar yang disajikan begitu buruk, ada blur, dan kamera goyang-goyang, pasti penonton akan terganggu dan jadi malas menonton film tersebut, bukan?

Kualitas audio yang saya bahas di sini bukan berarti harus membeli peralatan mahal, dengan alat perekam yang murah-meriah seharusnya juga sudah bisa membantu. Asalkan saja saat take audio-nya dilakukan dengan benar.

Baca Juga:

Iklan Podcast Horor Sukses Bikin Saya Langganan Spotify Premium

Rekomendasi 4 Podcast di Spotify yang Asyik buat Belajar Listening Bahasa Inggris

Seperti dilakukan di tempat yang sepi seperti kamar sendiri, bukan di kafe yang sedang ramai, apalagi di tongkrongan depan gang. Selain itu, pastikan tidak ada suara elektronik seperti AC atau kipas angin yang mengganggu. Bisa juga mempelajari beberapa software pengeditan audio untuk mengurangi noise yang terdapat pada rekaman audio tersebut.

Dengan melakukan take audio yang benar, minimal Podcast yang diproduksi sudah memiliki kualitas audio yang sudah layak untuk didengar.

Hal Teknis #2 Saat bertanya, host-nya terlalu banyak intro

Beberapa kali saya mendengar, banyak sekali host yang saat melemparkan pertanyaan kepada tamunya diawali dengan intro yang panjang sekali, yang terkadang membuat saya sebagai pendengar jadi terasa lelah. Contohnya,

“Gue sebagai manusia yang lahir di Indonesia, biasanya kalau lapar lebih memilih memakan nasi goreng atau mie goreng, tapi kadang-kadang kalau lagi ada duit gue juga suka mesen pizza. Pokoknya gue suka karbohidrat. Nah kalau loe sendiri lebih suka makan apa kalau lapar?” tanya host.

Bayangkan untuk bertanya tentang makanan kesukaan saja, host tersebut bertanya dengan intro yang sangat panjang. Ia memberi tahu berbagai makanan kesukaannya dahulu, sebelum melemparkan pertanyaan. Padahal dalam sebuah Podcast, menurut saya host sebaiknya melemparkan pertanyaan dengan sederhana saja, karena tamu yang seharusnya menjawab dengan panjang lebar.

Dalam hal ini, saya memberikan contoh dari Podcast Science Vs, bagaimana bagusnya host bernama Wendy Zukerman dalam melontarkan pertanyaan. Tidak panjang, dan bertele-tele, tapi bisa merespons narasumber untuk menjawab dengan konkret.

Hal Teknis #3 Memotong obrolan jauh dari konteks pembicaraan

Kadang-kadang ada beberapa Podcast yang berbicara dengan tema yang udah jelas seru dan bermanfaat, tapi karena ada suatu hal akhirnya pembicaraannya jadi melenceng jauh dari tema dan nggak menarik lagi.

Dalam sebuah diskusi, ada baiknya host juga bisa berubah menjadi moderator. Jadi kalau saja ada yang sudah melenceng jauh dari pembahasan, host tersebut bisa membalikkannya ke pembahasan yang seharusnya. Kalau nggak? Ya, kasihan pendengarnya, nanti merasa tertipu dan risih. Kecuali, tema dari Podcast tersebut adalah obrolan tongkrongan, yang sering kali berbicara masalah macam-macam.

Hal Teknis #4 Perhatikan deskripsi Podcast

Biasanya sebelum memutuskan mendengar Podcast, saya membaca dulu deskripsi dari Podcast tersebut. Kalau memang bermanfaat dan menarik, saya akan mendengarkannya. Namun jika tidak, kemungkinan besar saya tidak akan mendengarkan episode Podcast tersebut.

Maka dari itu, saya merasa bahwa memperhatikan deskripsi dari Podcast tersebut adalah suatu keharusan tersendiri, apalagi buat podcaster pemula yang memang belum terkenal. Beda ceritanya, kalau sudah sangat terkenal.

Hal Teknis #5 Tambah sound effect bila perlu

Dalam membangun imajinasi, Podcast itu benar-benar mengandalkan suara. Maka dari itu, terkadang, sound effect sangat dibutuhkan, khususnya pada Podcast yang membahas tema horor atau tema kriminal.

Dengan menambahkan sound effect, pendengar bisa mendapatkan imajinasi yang lebih liar, dan memberikan sensasi menegangkan sendiri. Contohnya, kalian bisa mendengar Podcast Lenyap.

BACA JUGA Rekomendasi Podcast Seru yang Bisa Didengar di Sela-sela Kesibukan dan tulisan Muhammad Ikhsan Firdaus lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 November 2020 oleh

Tags: podcast
Muhammad Ikhsan Firdaus

Muhammad Ikhsan Firdaus

Pemuda yang memiliki cita-cita dapat mengunjungi berbagai negara di Asia.

ArtikelTerkait

podcast

Radio yang Tidak Akan Pernah Terdisrupsi Oleh Podcast

13 September 2019
Justru Aneh kalau Smart People Kecewa dengan Podcast Close The Door deddy corbuzier

Semoga Tidak Ada Lagi Politisi yang Klarifikasi lewat Podcast Deddy Corbuzier

5 Desember 2022
4 Alasan Deddy Corbuzier Harus Rombak Dekorasi Studio Podcast-nya terminal mojok.co

Deddy Corbuzier Harus Segera Rombak Dekorasi Studio Podcast-nya

17 September 2020
Justru Aneh kalau Smart People Kecewa dengan Podcast Close The Door deddy corbuzier

Justru Aneh kalau Smart People Kecewa dengan Podcast Close The Door

18 Mei 2022
Rekomendasi 4 Podcast di Spotify yang Asyik buat Belajar Listening Bahasa Inggris

Rekomendasi 4 Podcast di Spotify yang Asyik buat Belajar Listening Bahasa Inggris

30 Maret 2023
Menelaah Logika Berpikir Lord Rangga Sunda Empire terminal mojok.co

Sebagai Orang Sunda, Saya Malu dengan Tingkah Lord Rangga

25 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Jakarta Baperan: Panggilan ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Mojok.co

Orang Jakarta Baperan: ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Panggilan dalam Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

8 Mei 2026
Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya Terminal

Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya

10 Mei 2026
Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026
Bundaran Jombor, Salah Satu Titik Meresahkan di Jalan Magelang Mojok.co

Jalan Magelang: Surganya Depo Pasir dan Nerakanya Pengendara Cupu

8 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.