Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

5 Hal Nggak Enaknya Jadi Mahasiswa Telkom University Bandung

Amirul Mubarak oleh Amirul Mubarak
12 Maret 2025
A A
5 Hal Nggak Enaknya Jadi Mahasiswa Telkom University Bandung

5 Hal Nggak Enaknya Jadi Mahasiswa Telkom University Bandung (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi mahasiswa di Telkom University Bandung memang terdengar prestisius. Maklum, kampus swasta satu ini memiliki reputasi unggul di bidang teknologi dan bisnis. Namun di balik kebanggaan itu, ada kenyataan pahit yang hanya bisa dirasakan oleh mahasiswa yang menjalani hari-hari di kampus ini. Setidaknya ada lima hal nggak menyenangkan yang hanya bisa dirasakan mahasiswa Telkom University Bandung.

#1 Lokasi kampus Telkom University Bandung di pinggiran Kabupaten Bandung yang bikin mengelus dada

Salah satu hal yang paling menguji kesabaran saya sebagai mahasiswa Telkom University Bandung adalah lokasi kampus yang jauh dari hiruk pikuk pusat kota. Kampus ini terletak di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, bukan di Kota Bandung seperti yang dibayangkan banyak orang. Jadi, jika kalian membayangkan kehidupan ala mahasiswa di tengah kota yang dikelilingi kafe hits atau mall besar, buang jauh-jauh bayangan itu. Sebab di sekitar kampus, pemandangan yang lebih dominan adalah pabrik, sawah, dan sungai yang airnya sering kali tidak jernih.

Lokasi kampus yang berada di pinggiran Kabupaten Bandung ini membuat mobilitas menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa yang kos di sekitaran kampus. Jika ingin sekadar jalan-jalan ke kota atau mencari hiburan, bersiaplah untuk menempuh perjalanan panjang. Waktu tempuh dari kampus ke pusat Kota Bandung bisa memakan waktu lebih dari satu jam, apalagi jika sedang jam sibuk. Belum lagi terbatasnya pilihan transportasi umum memaksa banyak mahasiswa bergantung pada ojek online dengan tarif yang nggak selalu ramah di kantong.

#2 Langganan macet di Jalan Bojongsoang yang melelahkan

Jika ada hal yang hampir semua mahasiswa Telkom University Bandung keluhkan, jawabannya adalah kemacetan parah di sekitar kampus. Jalan utama menuju kampus, yakni Jalan Bojongsoang dan Jalan Terusan Buah Batu, hampir selalu macet, terutama di pagi dan sore hari. Macet di sini bukan sekadar padat merayap, melainkan macet yang membuat kalian bisa merenungi seluruh keputusan hidup di atas motor.

Kemacetan ini diperparah dengan adanya pabrik-pabrik di sekitar area tersebut yang menjadi sumber lalu lintas truk besar. Ditambah lagi ada banyak sekolah, perumahan, dan pusat bisnis kecil di sepanjang jalan, yang membuat arus kendaraan semakin padat. Jika mahasiswa memiliki jadwal kuliah pagi, bersiaplah untuk berangkat jauh lebih awal hanya demi menghindari siksaan macet di jam sibuk.

Lucunya, kemacetan ini tak hanya berlaku di hari kerja. Di akhir pekan atau hari libur, jalanan sekitar Telkom University tetap macet karena banyaknya kendaraan dari arah luar kota yang melintas menuju Bandung. Jadi, harapan untuk bisa menikmati perjalanan yang lancar hampir menjadi mitos bagi mahasiswa di sini.

#3 Banjir adalah musuh abadi mahasiswa Telkom University Bandung di musim hujan

Seolah macet saja belum cukup menyiksa, mahasiswa Telkom University Bandung juga harus berhadapan dengan ancaman banjir yang rutin menyapa di musim hujan. Letak kampus yang berada di daerah cekungan dan dekat dengan Sungai Citarum menjadikannya langganan banjir, terutama di area Jalan Bojongsoang dan beberapa titik sekitar kampus.

Bagi mahasiswa yang tinggal di kos atau kontrakan sekitar kampus, banjir bukan lagi hal asing. Setiap musim hujan, mahasiswa bersiap menghadapi genangan yang bisa mencapai lutut, bahkan lebih dalam di beberapa area. Tidak jarang mahasiswa harus mengarungi banjir hanya untuk sampai ke kampus atau bahkan terjebak di kos karena akses jalan yang terendam.

Baca Juga:

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

Ironisnya, banjir ini juga berdampak langsung pada aktivitas kampus. Beberapa kali perkuliahan terganggu karena akses menuju kampus terputus banjir atau ruang kelas bocor akibat derasnya hujan. Jadi, jika kalian bermimpi menjalani kehidupan kampus yang ideal, realitas di Telkom University Bandung mungkin akan sedikit menghapus mimpi tersebut.

#4 Minimnya fasilitas publik di sekitar kampus Telkom University Bandung

Keberadaan Telkom University Bandung sebagai kampus besar sayangnya tidak diimbangi dengan fasilitas publik yang memadai di sekitarnya. Jika kalian ingin mencari hiburan atau sekadar bersantai di tempat nyaman, pilihan di sekitar kampus cukup terbatas. Memang ada beberapa kafe atau tempat makan, tetapi variasinya jauh dari kata memuaskan jika dibandingkan dengan kawasan kampus di tengah kota.

Bahkan untuk kebutuhan mendasar seperti perbankan atau layanan kesehatan, mahasiswa sering kali harus pergi lebih jauh ke pusat kota atau kawasan Buah Batu. Ini menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi mahasiswa baru yang belum terbiasa dengan kondisi lingkungan yang serba terbatas ini.

#5 Adaptasi yang tak mudah bagi pendatang

Bagi mahasiswa yang berasal dari luar Bandung atau luar Jawa, adaptasi di Telkom University Bandung bisa menjadi tantangan tersendiri. Selain masalah geografis dan infrastruktur, ada juga faktor cuaca yang sering kali tidak bersahabat. Udara di daerah Bojongsoang cenderung panas dan lembap di siang hari. Sementara di malam hari bisa menjadi sangat dingin, terutama di musim hujan.

Belum lagi gaya hidup di sini yang cukup berbeda dari kampus di kota besar. Mahasiswa perlu terbiasa dengan kondisi jalan yang padat, lingkungan yang cenderung sepi di malam hari, dan keterbatasan fasilitas umum. Bagi sebagian mahasiswa, hal ini bisa menjadi pengalaman yang cukup berat, terutama di awal masa perkuliahan.

Telkom University Bandung memang keren, tapi…

Tidak bisa disangkal, Telkom University Bandung adalah kampus dengan kualitas pendidikan yang diakui secara nasional dan internasional. Namun di balik reputasi gemilang tersebut, ada banyak tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa sehari-hari. Lokasi yang tidak strategis di pinggiran Kabupaten Bandung, kemacetan parah di jalan utama, ancaman banjir di musim hujan, hingga minimnya fasilitas publik di sekitar kampus, semuanya menjadi bagian dari realitas yang harus dihadapi.

Jadi, jika kalian berencana kuliah di sini, bersiaplah untuk menghadapi lebih dari sekadar tugas kuliah dan ujian. Kalian juga harus siap bertarung dengan macet, mengarungi banjir, dan beradaptasi dengan lingkungan yang jauh dari ideal. Namun justru di sinilah letak keunikan kampus ini. Di tengah segala tantangan, mahasiswa Telkom University Bandung tetap bertahan, berkembang, dan membuktikan bahwa mereka bisa menghadapi apa pun yang datang di hadapan mereka.

Penulis: Amirul Mubarak
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Hal Nggak Enaknya Jadi Mahasiswa Unisba.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Maret 2025 oleh

Tags: BandungKampuskampus swastatelkom university
Amirul Mubarak

Amirul Mubarak

Pecinta sejarah yang terajut dalam benang. Seorang mas-mas biasa yang mendedikasikan waktu untuk mengumpulkan zirah lapangan hijau

ArtikelTerkait

Akun Cantik Ganteng Pencatut Nama Kampus Itu Gunanya Apa, sih?

Akun Cantik Ganteng Pencatut Nama Kampus Itu Gunanya Apa, sih?

6 Juni 2022
Budaya Parkir Sembarangan di Kebun Binatang Bandung Memang Harus Segera Dimusnahkan karena Merugikan Banyak Orang

Budaya Parkir Sembarangan di Kebun Binatang Bandung Memang Harus Segera Dimusnahkan karena Merugikan Banyak Orang

16 Oktober 2024
SCBD Bandung, Kawasan Baru yang Macetnya Nggak Manusiawi

SCBD Bandung, Kawasan Baru yang Macetnya Nggak Manusiawi

12 Februari 2024
Universitas Terbuka Bukan Hanya Kampusnya para Orang Tua

Universitas Terbuka Bukan Hanya Kampusnya para Orang Tua

6 Juni 2023
Barang-barang yang Tidak Saya Sangka Borma Toserba Bandung Menjualnya Mojok.co

Barang-barang yang Tidak Saya Sangka Dijual di Borma Toserba Bandung, Ada Suku Cadang Motor hingga Tanah Lembang

23 Februari 2025
Sejarah Cibiru

Sejarah Cibiru dan Mitos Tanaman Ki Biru

27 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan Mojok.co

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan

3 Agustus 2026
Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu Mojok.co

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

2 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026
Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
Dosen wajib S3 itu bagus, tapi akses beasiswanya bikin pengin istigfar

Dosen wajib S3 itu bagus, tapi akses beasiswanya bikin pengin istigfar

31 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.