5 Guyonan yang Nggak Pernah Absen Menemani Bulan Puasa Kita (hah, Kita?) – Terminal Mojok

5 Guyonan yang Nggak Pernah Absen Menemani Bulan Puasa Kita (hah, Kita?)

Artikel

Konon, semakin tua, selera humor kita akan menemukan titik rendahnya. Atau anak-anak jaman sekarang menyebutnya sebagai receh. Tapi level recehnya berbeda, yakni level yang paling ekstrim bernama guyonan bapack-bapak dengan segala komunitas WhatsApp-nya. Yang menurutmu ra mashoook blas, belum tentu serupa di dalam konsep guyonan mereka. Guyonan akan menemukan tempat kemekelen-nya sendiri.

Sayangnya, kita sebagai pemuda yang mengaku memiliki gaya guyonan paling wahid pun terkadang blunder juga. Ya, namanya juga guyonan, tergantung bagaimana cara penyampaiannya. Tapi, sebuah pengecualian ketika kita menggunakan lawakan template alias itu-itu melulu setiap event tertentu.

Paling sering itu lawakan tahun baru, masih ada saja yang bilang begini, “mau ke kamar mandi jam 11:59 biar aku di kamar mandi selama satu tahun, hhe hhe hhe~” hadehhhh. Atau guyonan template ketika ditanya dari mana, kamu langsung nimpali “dari tadi” dengan wajah ngampet ngguyu berharap temen kamu yang nanya itu ngguyu. Bosan ah, bos.

Tak terkecuali momen Bulan Puasa, pasti menyimpan beberapa guyonan yang jamak ditemui, sudah usang untuk dipakai tapi buktinya masih ada aja yang menggunakan. Anehnya, yang menggunakan guyonan ini masih berharap yang membaca akan kemekelen akibat guyonan mautnya ini. Serius, hindari guyonan-guyonan ini, bradeur sisteur.

1. Nggak kerasa puasa tinggal…….hari lagi. Padahal puasa baru beberapa hari

Mau diem aja pekewuh, mau ketawa wagu lha emang guyonan ini udah sampah banget. Kalau dipakai anak SD yang baru punya ponsel gitu masih wajar lah. Tapi kalau kamu yang udah punya jakun dan jenggot tipis, rasanya kok ya nggak pantes gitu loh.

Guyonan ini polanya adalah puasa yang masih lama, tapi pakai sisipan “nggak kerasa” sebagai titik lucunya. Dengan gegayaan sarkas namun ra masyokkk, guyonan ini masih banyak ditemui di sekitar kita. Jangan harap bisa terbebas dari pola guyonan seperti ini karena guyonan ini masih menjadi andalan beberapa manusya.

Bahkan, beberapa teman saya masih hari pertama puasa saja sudah banyak yang update begini “nggak kerasa puasa tinggal 29 hari lagi”. Heh, Bang Bokir, saya kasih tahu ya, kalau mau ngelawak dan sok asik jangan berpatokan dari buku humor yang kamu beli dari Shopping Center atau Toko Buku Terban. Atau malah dari hasil googling “sms gokil 2K09”?

2. Lagi nggak puasa karena M, males

Huahahahaha~ ini jamak ditemukan sih, tidak hanya saat Bulan Puasa saja. Tapi guyonan model begini kian menjamur kala Bulan Puasa tiba. Premisnya berkutat tentang keimanan yang rendah, punchline-nya adalah “duh, lagi nggak boleh puasa, soalnya lagi M,” sambil menunjukkan wajah penuh harap akan ditanyai balik “M????? M apa tuch???!!!”

Bisa juga pola ini di balik, pihak lawan yang menggunakan jadi bahan ejekan temannya. Seperti ini misalnya, “Si A nggak puasa tuch, kan lagi M….malez,” sambil idungnya kembang kempis menunggu tawa dari teman-temannya.

3. “Udah bosen sama sirup marjan” padahal Bulan Puasa baru berjalan satu hari

Sebenarnya nggak cuma sirup Marjan, sih. Ada juga makanan lain khas bulan puasa semisal kolak atau apapun itu. Polanya sama seperti guyonan template nomer satu, berusaha menjadi lucu dari sesuatu yang dianggapnya “ughh funny banget” padahal mah cringe abis, bos!

4. Berbuka dengan yang maniez, senyum kamu misalnya 

Eh, tapi yang ini bisa jadi dua maksud, sih. Pertama, guyonan template yang biasanya digunakan kepada lawan jenis. Kan nggak lucu kalau untuk bapak kos. “Ada lauk buka kan, Le?” terus kamu nimpali, “ada, Pak. Senyum bapak yang maniez,” bukannya diketawain malah yang ada kamu dikepruki kronjot sayur.

Kedua, sebagai gombalan template khas Bulan Puasa. Lan, Dilan, kurang-kurangin, Lan, udah basi. Setingkat lah sama “bapak kamu…..” khas Om Denny Cagur atau “masak aer biar mateng”-nya Bang Sapri. Hoam~

5. Liat kecoak jam segini rasanya kayak liat kurma

Saya punya satu quotes dari filsuf terkenal yang namanya saya lupa, “barang siapa temanmu yang menggunakan jokes ini, sesungguhnya dirinya sedang mempersiapkan menjadi bapack-bapack lebih cepat dari usianya”. Lha piye ya, ndes, apa nggak lelah gitu berusaha menjadi lucu dari hal-hal yang sering bersliweran di internet?

Emang pernah lucu, tapi kalau pola guyonan tiap Bulan Puasa gini terus ya bikin tepok jidat. Mau ditimang dari segi apapun, mau dirubah jadi “liat balok kayu jam segini kek wafer” atau “liat sunlight jam segini kek lemon water”, sekalinya udah nggak lucu ya susah.

Jadi lucu itu memang susah. Nggak segampang keluarin ulti saat main slepet sarung ketika menunggu Adzan Isya.

BACA JUGA Jokes Bulan Puasa yang Seharusnya Dimusnahkan Dari Muka Bumi ini atau tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pengin gabung grup WhatsApp Terminal Mojok? Kamu bisa klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.