Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Serial

5 Drama Korea yang Tepat di Platform yang Salah

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
15 Mei 2022
A A
5 Drama Korea yang Tepat di Platform yang Salah Terminal Mojok

5 Drama Korea yang Tepat di Platform yang Salah (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saat ini para penonton drama Korea dimudahkan untuk dapat menikmati drakor favoritnya. Terdapat beragam pilihan layanan streaming Over The Top (OTT) seperti Netflix, Viu, Iqiyi, dan Disney+, yang meminimalisasi besar usaha yang harus dikeluarkan untuk sekadar nge-drakor.

Sebelum ada banyak aplikasi maupun platform OTT seperti saat ini, para pencinta drakor harus mengeluarkan lebih banyak energi dan waktu untuk bisa menyaksikan drakor kesayangannya. Cara-cara yang dulu kerap ditempuh cenderung bersifat ilegal dalam perspektif penggemar drakor saat ini. Misalnya saja mereka pergi ke warnet untuk menyalin drakor, membeli kaset seharga Rp10 ribuan di Sunmor UGM, atau memanfaatkan jejaring sosial dengan meminta koleksi drakor teman.

Namun, meski sekarang sudah tersedia berbagai pilihan OTT untuk menonton drakor, tetap ada drakor yang sulit untuk diakses. Hal ini dikarenakan OTT yang menayangkannya memberikan batasan bagi para penonton, entah karena hanya tersedia di negara tertentu maupun memberikan akses cuma untuk pengguna gadget tertentu.

Keadaan ini tentu menyulitkan para penikmat drakor, khususnya yang tergabung dalam sekte “menonton drakor harus dengan cara yang legal”. Beberapa drakor yang menarik di bawah ini sempat disayangkan karena hanya tayang di platform terbatas, atau yang sering disebut oleh penggemar drakor di Twitter sebagai “drama yang tepat di platform yang salah”.

#1 Tracer

Drama ini mengisahkan soal para pegawai National Tax Service yang berupaya membongkar kasus penggelapan pajak. Tracer telah mendapatkan atensi sejak penayangan perdananya pada Januari tahun ini. Bahkan, Im Si Wan yang berperan sebagai Hwang Dong Joo dalam drama ini dinominasikan sebagai Best Actor dalam Baeksang Arts Awards 2022. Tracer bahkan memiliki hashflag di Twitter yang tentunya memakan biaya nggak sedikit. Sayangnya drama ini hanya bisa ditonton lewat layanan streaming Wavve yang nggak tersedia di Indonesia.

Tracer berkisah soal upaya membongkar kasus penggelapan pajak (Shutterstock.com)

#2 Pachinko

Drama yang dibintangi oleh Lee Min Ho dan Kim Min Ha ini cukup populer di kalangan masyarakat Korea Selatan. Bahkan leader BTS, RM, ikut menyaksikan Pachinko. Pachinko yang diangkat dari novel dengan judul yang sama karya Lee Min Jin ini mengangkat isu soal masyarakat Korea yang hidup di bawah pendudukan kolonial Jepang hingga periode pasca-pembebasan. Masyarakat Korea Selatan menyebut bahwa Pachinko adalah titik masuk yang bagus untuk memperkenalkan sejarah Korea Selatan ke dunia. Namun, drama ini cuma bisa ditonton di Apple TV+. Agak sedih, ya.

#3 Dr. Brain

Akhir-akhir ini drama bergenre sci-fi thriller cenderung sulit ditemukan. Tapi drama yang menghadirkan bintang-bintang ternama, seperti Lee Sun Kyun, Lee Yoo Young, Park Hee Soon, dan Seo Ji Hye menghadirkan kembali genre yang cukup langka itu dengan judul Dr. Brain.

Cuma bisa ditonton di Apple TV+ (Hadrian/Shutterstock.com)

Dr. Brain mengisahkan Koh Se Won (Lee Sun Kyun), seorang ilmuwan otak yang berupaya menguak kematian misterius keluarganya dengan “meretas” otak orang yang sudah meninggal. Tapi sayang sekali, lagi-lagi drama ini hanya bisa disaksikan lewat Apple TV+. Pada masa penayangannya, para penggemar drakor di Indonesia sempat berandai-andai. Kalau saja Dr. Brain tayang di OTT yang lebih familier dan menjangkau lebih banyak orang seperti Netflix, pasti drama ini sukses besar.

Baca Juga:

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

#4 Uncle

Hasil remake dari serial BBC dengan judul serupa ini sempat dipuji oleh pihak BBC secara langsung. Drama ini menceritakan seorang paman, diperankan oleh Oh Jung Se, yang merawat keponakannya yang mengidap gangguan kecemasan dan gangguan obsesif kompulsif. Keponakannya ini kerap mendapatkan ejekan dan diskriminasi.

Antusiasme warga Korea Selatan dalam menyaksikan Uncle pada masa penayangannya pun cukup tinggi, dengan rating yang pernah mencapai angka 10 persen. Angka ini sangat bagus untuk ukuran TV kabel. Mirisnya, belum ada OTT yang bersedia mengangkut drama sebagus ini ke platform mereka. Padahal banyak orang pengin nonton. Netflix atau Disney+, notice Uncle, dong!

#5 Juvenile Delinquency

Juvenile Delinquency sudah dinantikan oleh para penggemar Yoon Chan Young karena drama ini merupakan ajang comeback-nya setelah All of Us Are Dead. Drama yang juga dikenal dengan judul Hope or Dope ini menampilkan sekelompok remaja SMA yang terlibat kasus budi daya dan penjualan ganja.

Juvenile Delinquency mengisahkan sekelompok remaja terjerat kasus budi daya dan penjualan ganja (Shutterstock.com)

Sinopsis drama ini menarik banget, tapi kita yang sedang nggak berada di Korea Selatan atau berlangganan Seezn nggak bisa ikut menyaksikan ketegangannya. Lebih nyeseknya lagi, drama ini akan menayangkan musim keduanya pada bulan ini.

Itulah lima drama Korea yang punya cerita menjanjikan, tapi nggak ada di OTT yang familier di kalangan orang Indonesia. Kalau kalian lagi pengin nonton drama tertentu tapi nggak ada di platform resmi yang bisa diakses, kalian tetap berpegang teguh pada idealisme untuk menonton secara legal, atau langsung tancap gas cari alternatif ilegalnya?

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Alasan Love All Play Wajib Ditonton oleh Badminton Lovers.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Mei 2022 oleh

Tags: drama koreastreaming legal
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Culture Shock yang Saya Rasakan sebagai Pencinta Drama Korea dan Drama Cina Saat Menonton Dorama Jepang

Culture Shock yang Saya Rasakan sebagai Pencinta Drama Korea dan Drama Cina Saat Menonton Dorama Jepang

11 Mei 2024
5 Sad Boy Drakor Paling Tragis Tahun 2021 Terminal Mojok.co

5 Sad Boy Drakor Paling Tragis Tahun 2021

31 Desember 2021
12 Drama Korea yang Pernah Diterpa Skandal Terminal Mojok

12 Drama Korea yang Pernah Diterpa Skandal

10 Januari 2022
6 Tokoh Paling Wangun dalam Serial Drakor Horor ‘Sweet Home’ terminal mojok.co

6 Tokoh Paling Wangun dalam Serial Drakor Horor ‘Sweet Home’

10 Januari 2021
'Nevertheless': Cerita Fakboy Gaya Baru, Bukan Lagi Buaya, tapi Kupu-kupu terminal mojok.co

‘Nevertheless’: Cerita Fakboy Gaya Baru, Bukan Lagi Buaya, tapi Kupu-kupu

2 Juli 2021
Little Women Episode 8 Kim Go Eun Tampil Badass Terminal Mojok

Little Women Episode 8: Kim Go Eun Tampil Badass

26 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026
Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga Mojok.co

Normalisasi Utang Koperasi Kantor demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah seperti Keluarga

18 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial Mojok.co

Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial

16 Maret 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026
Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet Mojok.co

Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet

14 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa
  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.