5 Drama Korea Terbaik Bergenre Slice of Life yang Relatable dengan Kehidupan – Terminal Mojok

5 Drama Korea Terbaik Bergenre Slice of Life yang Relatable dengan Kehidupan

Artikel

Avatar

Setelah mengarungi berbagai tontonan berlabel drama Korea, saya menyadari satu hal. Nyatanya, preferensi saya nggak jauh-jauh dari tontonan bergenre slice of life. Bahkan, sepupu saya pernah langsung menebak saya tipikal penyuka slice of life saking seringnya membahas tontonan bertema itu di media sosial saya. Anehnya, saya nggak menyadarinya hingga saya menulis artikel ini, mengenang drakor yang sudah saya tonton, dan mengiakan dalam hati: ternyata banyak juga drama slice of life yang mampir dalam hidup saya.

Dalam dunia teater dan film, slice of life adalah istilah yang merujuk pada kehidupan yang nyata. Jean Jullien, seorang penulis naskah teater, memperkenalkan istilah ini sekitar tahun 1890. Katanya, permainan teater adalah slice of life yang terjadi di atas panggung. Alih-alih membuat penonton tertawa, slice of life menciptakan pemikiran. Genre ini bisa dibilang mendekati realita kehidupan sedetail mungkin hingga terasa sangat relevan dan relatable.

Nah, sepertinya industri drama Korea sangat aktif mengeluarkan drama bertema serupa. Berikut saya berikan rekomendasi drama Korea terbaik bergenre slice of life yang patut ditonton. Terkadang, saking relatable-nya, kita seperti diajak merefleksikan hidup kita sendiri.

#1 My Mister

My Mister atau My Ahjussi adalah drama Korea tahun 2018 dari sutradara Kim Won Seok dan penulis Park Hae Young. Drama ini menyorot dinamika kehidupan dua tokoh utamanya, Park Dong Hoon (Lee Sun Kyun) dan Lee Ji An (IU).

My Mister bukan tipikal drama roman picisan yang biasa kita temui, drama ini justru menyuguhkan perjalanan hidup Ji An yang keras dan penuh perjuangan. Sebagai pekerja rendahan di perusahaan tempat Dong Hoon bekerja, Ji An terbiasa mengambil susu saset di pantry kantor sebagai bekal makan malam di rumah. Bisa terbayang kan sepedih apa kehidupan Ji An. Di sisi lain, Dong Hoon memiliki konflik dengan sang istri yang diam-diam berselingkuh dengan atasannya sendiri. Selain itu, diceritakan juga mengenai kakak dan adik Dong Hoon yang jauh dari kata sukses. Hingga pada akhirnya Dong Hoon dan Ji An bertemu dan merasa saling memahami satu sama lain. Drama ini mendekati permasalahan masyarakat urban dan kehidupan pekerja dengan sangat baik.

Baca Juga:  Pesan dari Serial Drakor “Mystic Pop-up Bar” untuk Pelaku dan Korban Pelecehan Seksual

#2 Because This is My First Life

Because This is My First Life merupakan buah karya sutradara Park Joon Hwa dan penulis Yoon Nan Joong yang dirilis tahun 2017 lalu. Drama ini menceritakan kisah antara seorang karyawan perusahaan IT bernama Nam Se Hee (Lee Min Ki) dan penulis Yoon Ji Ho (Jung So Min). Takdir keduanya bertemu saat Se Hee menyewakan kamar di apartemen yang ia tinggali demi melunasi apartemennya sesuai target. Sementara itu, Ji Ho sedang mencari tempat tinggal setelah ayahnya, yang menganut paham patriarki, memberikan rumah untuk adik laki-laki Ji Ho yang ternyata akan menikahi sang pacar. Padahal, Ji Ho lah yang mencicil rumah itu.

Nggak cuma terlibat dalam perjanjian sewa rumah, Ji Ho dan Se Hee juga memutuskan untuk nikah kontrak demi menghilangkan kesalahpahaman orang tua masing-masing. Drama ini akan menyuguhkan realita-realita kecil yang mengena dalam kehidupan, terutama untuk anak muda. Kegamangan masa depan, perjuangan memperjuangkan hunian pribadi, hantaman mid-life crisis, dan tuntutan sosial seperti menikah semuanya terasa begitu dekat dan nyata.

#3 Dear My Friends

Drama yang tayang tahun 2016 lalu ini merupakan besutan sutradara Hong Jong Chan dan penulis Noh Hee Kyung. Drama ini mempertemukan aktor dan aktris kawakan Korea berusia senja seperti Kim Hye Ja, Na Moon Hee, Yoon Yeo Jeong, dan Kim Young Ok. Sebagai penonton, kita seperti berada di posisi yang sama dengan salah satu tokoh utamanya, Park Wan (Go Hyun Jung) yang merupakan seorang penulis. Selain dinamika dengan teman lelaki dan penerbitnya, Wan juga bersisian dengan kehidupan ibunya dan teman-teman seusia ibunya, juga dengan neneknya. Jalinan pertemanan ibu Wan dipertontonkan melalui momen reuni di mana Wan ikut mengantar ibunya ke sana.

Baca Juga:  Seandainya Kereta Api Punya Fasilitas Bagasi Ekstra seperti Pesawat

Meskipun berpusat pada kehidupan orang-orang di usia senja mereka, drakor yang ini sangat jauh dari kata membosankan. Dear My Friends justru “menyenggol” kita dengan storyline yang nyata. Seorang nenek yang bersikeras nggak ingin merepotkan anak-anaknya. Wanita lansia yang berusaha menikmati hidup seorang diri tanpa suami. Kesepian mereka seolah langsung terobati saat bertemu teman lama. Bahkan, hubungan Wan dan ibunya memperlihatkan love hate relationship antara anak perempuan dan ibunya. Menonton drama ini akan membuat kita memikirkan orang-orang terdekat kita, orang tua, kakek, dan nenek kita.

#4 Age of Youth

Age of Youth merupakan drama Korea keluaran tahun 2016 dari duet sutradara Lee Tae Gon dan Kim Sang Ho serta penulis Park Yeon Seon. Satu tahun setelahnya sekuel drama ini, Age of Youth 2, dirilis. Drama ini menceritakan kisah 5 wanita muda dan single yang tinggal bersama di sebuah rumah sewa. Kelima wanita ini memiliki kepribadian berbeda satu sama lain. Mereka juga membawa impian, love life, dan konflik masing-masing. Nggak jarang, keberadaan mereka di bawah satu atap menciptakan benturan satu sama lain.

Drakor ini menyuguhkan konflik anak muda yang sangat membumi, hidup saling bertoleransi, dan melihat bagaimana masing-masing karakter beradaptasi dengan karakter lain. Drama ini akan sangat relatable bagi para mahasiswi yang hidup indekos, yang memungkinkan bertemu dengan orang-orang baru dari berbagai latar belakang dan pengalaman.

Baca Juga:  Serba Serbi Akibat Perceraian SongSong Couple

#5 Misaeng: Incomplete Life

Diadaptasi dari Webtoon dengan judul yang sama karya Yoon Tae Ho, drama ini digarap oleh sutradara Kim Won Seok dan penulis Jung Yoon Jung. Misaeng mengisahkan Jang Geu Rae (Im Si Wan), seorang pemain baduk profesional, yang memutuskan menjalani kehidupan biasa. Geu Rae kemudian menjadi karyawan kontrak di sebuah perusahaan. Di perusahaan inilah ia bertemu dengan karakter-karakter lain, seperti Ahn Yong Yi (Kang So Ra), Jang Baek Gi (Kang Ha Neul), Han Seok Yool (Byun Yo Han), dan Oh Sang Shik (Lee Sung Min). Saat bekerja sebagai karyawan kontrak, Geu Rae mendapat banyak pelajaran hidup yang nggak pernah ia dapatkan sebelumnya. Drama ini mengingatkan saya pada kutipan: “Tidak ada orang yang tiba-tiba hebat. Seorang ahli dulunya juga seorang pemula”.

Itulah 5 drama Korea terbaik bergenre slice of life yang punya tempat istimewa di hati saya. Semoga kelak ketika Anda menontonnya, Anda mendapatkan sesuatu yang bermakna. Selamat menonton.

Sumber Gambar: inikpop.com

BACA JUGA Rekomendasi Film Korea Bergenre Komedi buat Hibur Hari Beratmu dan tulisan Maria Monasias Nataliani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
16


Komentar

Comments are closed.