Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Serial

5 Drama Korea Adaptasi Sejarah yang Berakhir Tragis

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
6 Agustus 2022
A A
5 Drama Korea Adaptasi Sejarah yang Berakhir Tragis Terminal Mojok

5 Drama Korea Adaptasi Sejarah yang Berakhir Tragis (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Drama Korea berakhir tragis mungkin terdengar biasa. Tapi, kalau drama Korea adaptasi cerita sejarah beneran dan berakhir tragis, tentu bikin penonton sedih berkali-kali lipat.

Ada banyak cara untuk mendapatkan ide menyusun suatu cerita untuk dibuat menjadi drama Korea. Cara yang paling umum adalah dengan melakukan brainstorming dan riset untuk menciptakan drama dengan kisah yang fresh. Pilihan lainnya yang juga sering dipakai adalah mengangkat kembali cerita yang sudah lebih dulu dipublikasikan dan dikenal masyarakat, seperti lewat Webtoon atau novel. Sementara itu, ada pula drama yang dibuat karena terinspirasi dari kisah nyata.

Drama yang mengadaptasi cerita sejarah betulan tentu memiliki level tersendiri, apalagi jika kisah dalam drama tersebut berakhir tragis. Saat menyaksikannya, kita akan semakin merasa sedih ketika menyadari bahwa kejadian di drama tersebut pernah terjadi secara nyata di masa lampau.

Kalau kamu suka dengan drama Korea yang menggunakan cerita asli dari zaman dahulu, kamu bisa menonton lima drama Korea adaptasi sejarah yang berakhir tragis berikut ini.

#1 Queen for Seven Days

Drama Korea ini mengisahkan relasi romansa antara tokoh nyata Yi Yeok (Yeon Woo Jin), putra Raja Seongjong dan Ratu Jeonghyeon dari Kerajaan Joseon, dengan seorang perempuan bangsawan bernama Shin Chae Kyung (Park Min Young). Keduanya bertemu di suatu perkampungan ketika masih remaja. Yi Yeok dan Chae Kyung yang saling jatuh cinta akhirnya menikah pada 1499. Namun sebelum itu, keduanya sempat terpisah karena Yeok harus meninggalkan istana.

Setelah menikah, Chae Kyung masih harus bersabar karena Yeok sedang merencanakan kudeta atas kakaknya, Yi Yung (Lee Dong Gun). Yung ini telah menciptakan kekhawatiran karena tak sungkan menebas kepala siapa pun yang nggak sejalan dengan visinya, membatasi kebebasan berpendapat dan sekolah, dan kerap berhalusinasi. Yeok akhirnya naik takhta menjadi raja pada 1506 dengan gelar Raja Jungjong dan otomatis Chae Kyung menjadi permaisuri dengan gelar Ratu Dangyeong.

Namun, atas permainan politik istana, Ratu Dangyeong digulingkan dari takhtanya hanya tujuh hari setelah pelantikan Yeok. Ratu Dangyeong yang dituduh sebagai pengkhianat negara juga sempat hampir dihukum pancung. Ia menghabiskan sisa hidupnya dalam kesendirian karena mantan istri raja nggak boleh menikah lagi.

#2 The Red Sleeve

Masih dari era dinasti Joseon, ada drama Korea yang menyapu bersih hampir semua kategori dalam MBC Drama Awards 2021.

Baca Juga:

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

Serupa dengan Queen for Seven Days, The Red Sleeve ini awalnya juga menawarkan cinta monyet khas remaja. Yi San (Lee Jun Ho) dan Sung Deok Im (Lee Se Young) secara nggak sengaja bertemu dalam perjalanan menuju rumah duka Selir Yeongbin, nenek Yi San. Dalam berbagai kesempatan, Deok Im selalu menyelamatkan Yi San dari kemurkaan kakeknya, Raja Yeongjo.

Pertemuan yang intens serta kecerdikan dan kecantikan Deok Im membuat Yi San jatuh hati padanya. Yi San yang selanjutnya naik takhta dan mendapatkan gelar Jungjong sempat menyatakan perasaannya. Namun pada saat itu, Jungjong sudah memiliki istri. Deok Im nggak mau menjadi istri Jungjong nomor sekian. Dengan kegigihannya, Jungjong akhirnya dapat meluluhkan Deok Im dan meminangnya. Deok Im lantas menjadi selir bergelar Uibin.

Tapi jangan dikira kehidupan mereka berjalan mulus. Uibin harus merelakan putranya diasuh dan diadopsi menjadi anak ratu sebagaimana adat istana. Uibin juga harus merelakan putra sulungnya meninggal akibat epidemi tanpa bisa sering-sering menjenguknya. Empat bulan setelahnya, Jeongjo yang harus mengucapkan salam perpisahan karena Uibin meninggal akibat sakit bersamaan dengan putri yang sedang dikandungnya. Sungguh cerita yang tragis.

https://www.youtube.com/watch?v=nfLya0017QA

#3 Jang Ok Jung, Living in Love

Drama Korea ini adalah kisah yang terinspirasi dari riwayat hidup kakek buyut Yi San, Raja Sukjong (Yoo Ah In) dengan seorang perancang busana, Jang Ok Jung (Kim Tae Hee).

Ibu Jang Ok Jung yang berasal dari kelas budak membuatnya sering memperoleh perlakuan nggak adil. Perjumpaannya dengan Sukjong ketika dirinya menjadi pelayan istana di bagian penjahit mengubah hidupnya. Sukjong jatuh cinta pada Ok Jung, menikahinya, dan bersedia melakukan apa pun demi wanita tercintanya itu.

Kasih sayang Sukjong ini lantas membuat Jang Ok Jung menjadi bulan-bulanan Ibu Suri Myeongseong dan Ratu Inhyeon. Namun, cinta tanpa syarat Sukjong ini membuatnya menerbitkan aturan bahwa ia akan menjatuhi hukuman pada siapa pun yang secara terang-terangan menentang raja. Ratu Inhyeon pun tak luput dari hukuman ini. Ia kehilangan takhtanya dan digantikan oleh Ok Jung.

Drama ini berakhir tragis dengan Jang Ok Jung yang dicabut gelar kebangsawanannya dan diberi hukuman minum racun. Hukuman mati ini dijatuhkan setelah Jang Ok Jung diketahui melakukan tindakan pembunuhan terhadap Ratu Inhyeon. Selepas kematiannya, Jang Ok Jung pun nggak mendapatkan gelar kehormatan.

#4 Hymn of Death

Drama Korea dengan jumlah enam episode ini berlatarkan masa penjajahan Jepang di Korea Selatan. Hymn of Death mengadaptasikan cerita asli seorang dramawan bernama Kim Woo Jin (Lee Jong Suk) dengan penyanyi soprano, Yun Shim Deok (Shin Hye Sun).

Woo Jin dan Shim Deok yang berjumpa lewat keinginan Woo Jin menyelenggarakan teater ini berujung pada rasa suka antara keduanya. Tapi siapa sangka ternyata ketika jatuh hati pada Shim Deok, Woo Jin sudah memiliki istri? Bahkan Shim Deok pun sempat bertemu dengan istri Woo Jin ketika grup teater mereka mengunjungi kampung halaman Woo Jin.

Cinta terlarang ini sempat membuat Shim Deok mundur. Rasanya nggak patut mencintai laki-laki yang sudah beristri. Keduanya lantas saling menarik diri dan menjalani kehidupan masing-masing. Namun ketika mereka berjumpa lagi beberapa tahun kemudian dengan kerinduan yang membuncah, akhirnya mereka memutuskan untuk bersama.

Tapi, definisi “bersama” ini bukan dengan menikah, melainkan dengan bunuh diri bersama-sama. Keputusan keduanya untuk menceburkan diri ke laut bukan hanya karena cinta mati, melainkan juga karena kehidupan mereka yang buntu. Sudah nggak ada lagi opera atau teater yang mau mempekerjakan Shim Deok karena skandal yang menyebut bahwa dirinya terlibat prostitusi. Begitu pula Woo Jin yang merasa tertekan karena tuntutan ayahnya agar dirinya berhenti menulis naskah drama.

#5 Youth of May

Youth of May mengambil latar ketika berlangsungnya Pemberontakan Gwangju pada Mei 1980. Karakter-karakter yang ada dalam drama ini memang fiksi, tapi kejadian berdarah di Korea Selatan tersebut nyata adanya.

Drama Korea ini menceritakan perjuangan cinta Hwang Hee Tae (Lee Do Hyun) dan Kim Myung Hee (Go Min Si). Hee Tae adalah sosok yang cerdas, bersemangat, dan pandai bermain musik. Berkat kepandaiannya, Hee Tae berhasil menjadi mahasiswa kedokteran. Ia bertemu dengan Kim Myung Hee, seorang perantau di Gwangju yang berprofesi sebagai perawat.

Mereka menemui berbagai rintangan saat menjalin cinta di tengah intrik politik di negaranya. Hingga pada akhirnya Hee Tae harus berpisah dengan Myung Hee. Myung Hee tewas usai tertembak peluru dari tentara darurat militer. Sedihnya lagi, jenazah Myung Hee masih tetap dibiarkan tergeletak di hutan tempatnya meregang nyawa. Barulah beberapa tahun kemudian tengkorak tubuh Myung Hee ditemukan dan diidentifikasi lewat jam tangan titipan ayahnya.

https://www.youtube.com/watch?v=-brpbJHJA9s

Itulah lima drama Korea adaptasi sejarah yang berakhir tragis. Drama sad ending memang bikin sedih, tapi kisah menyayat hati yang memang pernah berlangsung di masa lalu tentu bakal bikin kita sedih berkali-kali lipat.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 7 Drama Korea Populer Karya Penulis Naskah Perempuan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Agustus 2022 oleh

Tags: adaptasidrama koreasad endingsejarahtragis
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Memperebutkan Gelar Ibu Ideal dalam Drama Korea Birthcare Center terminal mojok.co

Memperebutkan Gelar Ibu Ideal dalam Drama Korea ‘Birthcare Center’

14 November 2020
Di Balik Pro Kontra soal Daendels Ada Kita yang Kurang Banyak Baca Buku Sejarah terminal mojok.co

Wajar Saja jika Kemendikbud Tak Ingin Wajibkan Pelajaran Sejarah

21 September 2020
7 Drama Korea yang Tayang Januari 2022 terminal mojok.co

7 Drama Korea yang Tayang Januari 2022

10 Januari 2022
Bermula pada 1976, dan Bertahan Hingga Kini dan Seterusnya: Melihat Perjalanan Panjang Djarum 76, Rokok Penuh Sejarah dari Desainnya yang Berganti Tiap Era

Bermula pada 1976, dan Bertahan Hingga Kini dan Seterusnya: Melihat Perjalanan Panjang Djarum 76, Rokok Penuh Sejarah dari Desain Bungkusnya yang Berganti Tiap Era

3 September 2023
Laksamana Nala, Tokoh di Balik Kejayaan Maritim Majapahit yang Tidak Banyak Orang Tahu kapal majapahit angkatan perang laut angkatan laut terminal mojok.co

Laksamana Nala, Tokoh di Balik Kejayaan Maritim Majapahit yang Tidak Banyak Orang Tahu

16 September 2020
Our Beloved Summer Tamat, Banyak Cara Kreatif untuk Memulai Kembali Terminal Mojok

Our Beloved Summer Tamat, Banyak Cara Kreatif untuk Memulai Kembali

26 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Wikimedia Commons)

4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Kecewa dan Nggak Nafsu Makan

11 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.