Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

5 Ciri Warteg yang Masakannya Sudah Pasti Enak, Nggak Bikin Kapok Pembeli

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
25 Oktober 2025
A A
5 Ciri Warteg yang Masakannya Sudah Pasti Enak, Nggak Bikin Kapok Pembeli

5 Ciri Warteg yang Masakannya Sudah Pasti Enak, Nggak Bikin Kapok Pembeli (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Warteg adalah bagian penting dari hidup banyak orang, termasuk saya. Kehadirannya jadi pemadam kelaparan bagi kalangan kelas menengah bawah yang butuh makanan yang murah, banyak, dan tetap nikmat.

Akan tetapi perlu diketahui bahwa sejatinya warteg sendiri seperti warung makan pada umumnya. Ada yang memang makanannya enak, kualitas bahan bakunya terjaga, dan pelayanannya prima. Tapi ada juga yang sebaliknya. Nggak enak, kurang bersih, dan aspek lain yang bikin pembeli seperti saya kapok untuk balik lagi.

Nah, sebagai orang yang akrab dengan warteg, saya merasa ada ciri tersendiri kalau sebuah warteg itu masakannya memang enak. Berikut ciri-cirinya:

#1 Penjual warteg hafal dan akrab dengan pembeli

Tanda sederhana kalau sebuah warteg itu enak ya pastinya sudah punya banyak pembeli. Cara tahu kalau seseorang sudah jadi pelanggan bisa dilihat dari bagaimana model interaksi penjualnya ketika melayani. Biasanya, kalau kamu lihat si penjual akrab dengan pembeli sampai menyapa dengan menyebut nama pembelinya, berarti orang itu sudah sering makan di warteg tersebut. Apalagi sampai si pembeli bilang, “Pesan kayak biasa.” Sudah pasti dia seorang pelanggan tetap.

Jadi, makin banyak frekuensi penjualnya melayani pembeli seperti itu, makin menandakan kalau warungnya memang punya banyak pelanggan. Kalau punya banyak pelanggan bisa disimpulkan kalau makanan di warteg tersebut enak!

#2 Warungnya nggak pernah sepi

Ini udah jadi indikator paling jelas untuk melihat apakah warteg itu masakannya enak atau tidak. Kadang warteg yang ramai datang dari jenis warteg yang kelihatan kecil dan sederhana.

Pintu warungnya mungkin cuma tirai plastik, tapi di baliknya, antrean mengular kayak antrean sembako. Orang sabar menunggu, bahkan rela berdiri sambil memperhatikan etalase makanan dan mikir, “Yang mana yah yang enak?” Artinya orang-orang itu tahu, setiap menit menunggu itu akan dibayar lunas dengan sayur tumis yang enak dan sambal tomat yang nyelekit di hati.

#3 Ciri warteg enak: ayam gorengnya enak!

Saya selalu berkeyakinan bahwa kemahiran memasak seseorang bisa dilihat dari caranya menghasilkan ayam goreng yang empuk, renyah, dan enak. Nah, sering kali ada warteg yang ayam gorengnya itu alot kayak sendal jepit, kemudian nggak ada rasanya. Kalau kayak gitu sudah pasti saya skip.

Baca Juga:

Peh, Cucut, dan Larak: Menu Pecak Andalan di Warteg yang Enak tapi Bikin Pembeli Merasa Bersalah

8 Dosa Warteg yang Bikin Pelanggan Kabur, Mending Tobat Deh!

Akan tetapi kalau dari gigitan pertama dagingnya terasa empuk, gurihnya meresap sampai ke tulang, kulitnya renyah tanpa bau minyak gosong, itu pertanda dapurnya dijaga dengan hati-hati.

Mengapa rasa ayam goreng penting? Sebab, rasa ayam goreng yang enak itu punya efek domino ke olahan ayam yang lain. Mulai dari ayam kecapnya legit, opornya yang wangi dan gurih, dan ayam baladonya nagih. Jadi ayam goreng yang enak itu pondasi kualitas warteg.

#4 Sayurnya selalu hangat tapi bukan dihangatkan

Warteg enak itu pasti sayurnya juga selalu cepat habis, mau itu sayur tumis atau sayur kuah. Jadi mereka selalu restock sehingga sayurnya hangat.

Ini berbeda ketika sayurnya dihangatkan supaya nggak basi. Paling kentara kalau sayurnya bersantan. Pasti kuah santannya udah pecah-pecah atau menggumpal efek dipanasin terus-terusan. Atau kalau yang tumis, warna sayurnya sudah agak gelap.

Jadi kalau masuk warteg, perhatikan deh sayur-sayurnya. Kalau udah masuk sore hari tapi warnanya masih cerah dan nggak gelap, artinya sayurnya baru aja di-restock. Yah, setidaknya bukan hasil dipanasin berkali-kali lah.

#5 Ciri terakhir warteg enak: sambelnya enak dan gratis

Di warteg yang enak, sambel itu bukan sekadar pelengkap, tapi jadi kondimen penting untuk mendukung selera makan. Nah, rasakan sambelnya. Kalau rasanya manis, asin, gurih, dan pedasnya menyatu, artinya warteg ini benar-benar tahu cara menghargai pelanggan. Dan yang paling penting, sambalnya gratis dan bisa refill.

Keberadaan sambel yang enak ini tentu membantu pembeli yang hanya bisa makan nasi dengan tempe atau tahu saja. Karena kalau sambelnya enak, makanan dengan lauk seadanya pun bisa jadi nikmat, kan?

Itulah beberapa ciri atau indikator sebuah warteg memiliki masakan yang sudah pasti enak. Yah, pada akhirnya memang nggak harus memenuhi semua kriteria yang saya sebutkan di atas. Cukup perhatikan salah satu atau dua di antaranya saja. Setidaknya bisa membuatmu terhindari dari jenis warteg yang makanannya dihangatkan berkali-kali karena nggak laku.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 6 Menu Warteg yang Bermasalah, Pikir Ulang sebelum Pesan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Oktober 2025 oleh

Tags: ayam warteglauk wartegmasakan wartegmenu wartegpembeli wartegtips makan di wartegwarteg
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

5 Rekomendasi Menu Warteg Populer buat Vegetarian Terminal Mojok

3 Makanan Red Flag dan Sebaiknya Dihindari di Warteg karena Nggak Dijaga Kebersihannya

3 Juli 2023
Warteg Semakin Mahal, Wajar jika Kalah Saing dengan Warung Nasi Padang Murah warteg kharisma bahari

Warteg Semakin Mahal, Wajar jika Kalah Saing dengan Warung Nasi Padang Murah

15 Juni 2024
Jangan Buka Warteg di Kendal, Dijamin Nggak Laris! Mojok.co

Jangan Buka Warteg di Kendal, Dijamin Nggak Laris!

2 Februari 2024
4 Dosa Warteg Mania yang Sebaiknya Dihentikan

Saat Warung Nasi Padang Makin Murah, Kenapa Warteg Tambah Mahal?

24 Desember 2022
5 Rekomendasi Menu Warteg Populer buat Vegetarian Terminal Mojok

Hal yang Bikin Saya Jengkel Saat Beli Makan di Warteg: Lauknya Basi, tapi Nggak Segera Diganti dan Kebersihan Lauk yang Nggak Diperhatikan

17 Februari 2024
4 Dosa Warteg Mania yang Sebaiknya Dihentikan

Menu Warteg itu Nggak Ada yang Red Flag, kalau Punya Masalah Bilang Aja ke Warung atau Orangnya, Bos!

9 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

29 Januari 2026
4 Cara Mudah Menikmati Mie Ayam untuk Sarapan ala Warga Lokal Jakarta Mojok.co

Mie Ayam Tengah Malam, Kuliner yang Akan Membuatmu Kecewa Setengah Mati, Berkali-kali

28 Januari 2026
Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

6 Kebiasaan Warga Solo yang Awalnya Saya Kira Aneh, tapi Lama-lama Saya Ikuti Juga

27 Januari 2026
Batik Solo Trans Memang Nyaman, tapi Nggak Ramah Mahasiswa, ke Kampus Harus Transit Sampai 3 Kali Mojok.co

Batik Solo Trans Memang Nyaman, tapi Nggak Ramah Mahasiswa, ke Kampus Harus Transit Sampai 3 Kali

29 Januari 2026
5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata (Gil Ribeiro via Unsplash)

5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata

30 Januari 2026
Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

24 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Album “Pamitan” Megadeth Jadi Eulogi Manis dan Tetap Agresif, Meskipun Agak Cringe
  • Perempuan Surabaya Beramai-ramai Ceraikan Suami, karena Cinta Tak Lagi Cukup Membayar Tagihan Hidup
  • Salah Kaprah Soal Tinggal di Perumahan, Padahal Lebih Slow Living-Frugal Living Tanpa Dibebani Tetangga ketimbang di Desa
  • Sebagai “Alumni” KA Airlangga, Naik KA Taksaka Ibarat “Pengkhianatan Kelas” yang Sesekali Wajib Dicoba Untuk Kesehatan Mental dan Tulang Punggung 
  • Memfitnah Es Gabus Berbahaya adalah Bentuk Kenikmatan Kekuasaan yang Cabul
  • Waste to Energy (WtE): Senjata Baru Danantara Melawan Darurat Sampah di Perkotaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.