Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

5 Ciri Karyawan yang Rentan Kena PHK

Mohammad Ibnu Haq oleh Mohammad Ibnu Haq
24 Juli 2020
A A
ciri karyawan yang rentan kena phk mojok.co

ciri karyawan yang rentan kena phk mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Seperti halnya kinerja pemerintah, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) juga belum menunjukkan tren yang membaik. Meskipun beberapa perusahaan sudah kembali menggeliat dari tidur panjangnya, nyatanya tidak semua bisa langsung berlari. Beberapa perusahaan tetap mengambil kebijakan untuk efisiensi. Termasuk biaya sumber daya manusia.

Hal ini tentu membuat jantung banyak orang berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang—jangan dinyanyikan, wabilkhusus mereka yang masih berstatus bekerja ikut orang lain. Namun, tenang saja. Pada dasarnya memutuskan hubungan kerja tidak semudah memutuskan hubungan percintaan kok. Banyak hal yang harus dipertimbangkan oleh perusahaan.

Salah satu faktor terpenting dari pengambilan keputusan tersebut tentunya terkait dengan pemilihan nama-nama yang akan dimasukkan ke dalam kotak. Harus diakui bahwa dari seluruh karyawan, tentu tidak semua layak dipertahankan. Ada juga yang harus dibina… sakan. Inilah lima ciri karyawan yang rentan terkena pemutusan hubungan kerja berdasarkan pengalaman saya sejauh ini.

Ciri Karyawan yang rentan kena PHK #1 Kinerjanya buruk

Hal ini dapat dilakukan dengan melihat laporan penilaian kerja selama beberapa bulan belakangan atau, jika diperlukan, selama satu tahun terakhir. Dari situ bisa dilihat siapa-siapa saja yang kinerjanya terburuk.

Lantas bagaimana dengan karyawan yang baru masuk? Mereka akan dianggap masih menyesuaikan diri sehingga dimaklumi jika kinerjanya belum bagus.

Benar adanya bahwa karyawan baru pun rentan terkena pengurangan, terutama jika PHK itu sendiri lantaran krisis di luar kendali perusahaan. Namun, setiap perusahaan pasti memiliki sistem penilaian yang berbeda baik bagi karyawan baru maupun lama. Jangan takut untuk terus bekerja sebaik mungkin meskipun masih berstatus new kids on the block karena perusahaan pun mempertimbangkan investasi terhadap talenta-talenta muda. Tinggal bagaimana pembuktiannya, apakah mereka worth it untuk dipertahankan.

Lalu, kalau tidak ada penilaian kinerja di kantor bagaimana? Atau jika selama ini penilaiannya langsung dan lisan saja dari atasan dan pimpinan? Ya, selamat. Nasib karier Anda tidak lebih dari sekadar menghitung kancing baju.

Ciri Karyawan yang rentan kena PHK # 2 Toxic people

Kalau yang ini nggak usah ditanya lagi. Baik di lingkungan kerja maupun di masyarakat, yang kayak beginian memang lebih baik dihindari siapa pun. Selain tidak ada faedahnya sama sekali, toxic people tidak pernah tidak membawa masalah. Hobinya hasut kanan dan kiri. Jika senggang tidak ada kerjaan, dan entah kenapa sangat sering terlihat senggang, job desc-nya berubah jadi tukang kompor dan tukang kipas.

Baca Juga:

Pengalaman Saya Nyaris Gabung Sindikat Love Scamming Internasional di Sleman. Gajinya Besar, tapi Harus Jadi Cewek Seksi dan Bisa Sexting

Mencoba Memahami Alasan Orang-orang Kabur dari Magang di Jepang

Dari urusan pekerjaan sampai rumah tangga, semua disikat dan dihujat. Agak baik sedikit, yang keluar dari mulutnya paling-paling keluhan dan kritikan. Ketika diminta menyampaikan secara terang-terangan malah cengengesan. Lah kok malah saya yang bergibah? Ah, sudahlah.

Ciri Karyawan yang rentan kena PHK #3 Pekerjaannya bisa digantikan oleh aplikasi/mesin/robot

Seiring dengan berkembangnya dunia teknologi, kemunculan robot-robot di dunia industri sudah bukan kabar burung doang. Tengok bagaimana di beberapa negara maju robot-robot sudah menggantikan peran manusia sebagai pramusaji.

Jika banyak yang berpendapat bahwa robot hanya bisa melakukan pekerjaan kasar, mereka belum tahu aja di Jepang robot sudah bisa nulis novel dan lolos di kompetisi sastra. Kita yang dianugerahi bakat seni aja belum tentu bisa mencapai titik itu. Nggak usah kompetisi sastra deh, bisa tayang di Terminal Mojok aja sudah luar biasa.

Selain robot, ada juga aplikasi supercanggih lain yang bisa menggantikan peran manusia. Memang tidak 100 persen bebas campur tangan manusia layaknya robot, namun yang pasti bisa mengurangi jumlah pekerja secara signifikan. Di departemen saya sendiri ada aplikasi yang bisa membantu menghitungkan gaji, pajak, BPJS, dan absensi karyawan. Tinggal input data, beres semuanya. Alhasil, saat ini saya tidak memerlukan staf administrasi lagi.

Ciri Karyawan yang rentan kena PHK # 4 Tidak bisa multitasking

Biasanya di tengah krisis seperti ini, perusahaan akan melakukan manuver perubahan strategi yang radikal. Terlebih perusahaan yang menggantungkan usahanya dalam penjualan offline. Dengan adanya norma baru physical distancing, mau tidak mau banyak hal yang harus disesuaikan dan dioptimalkan secara online.

Oleh karena itu, setiap karyawan dituntut untuk melek teknologi. Sekadar bisa, tentu banyak yang bisa. Namun, mampu dan mau kadang tidak bertemu. Karena merasa bukan bagian dari pekerjaan hariannya, jangan heran jika banyak orang ogah-ogahan untuk membantu meningkatkan traffic bisnis perusahaan di dunia maya. Padahal, kemampuan mengerjakan banyak hal dalam waktu yang bersamaan sangat dibutuhkan terlebih dalam kondisi seperti sekarang ini.

Ciri Karyawan yang rentan kena PHK #5 Indisipliner

Hampir sama dengan karyawan toxic. Saya rasa tidak ada yang menyukai tindakan indisipliner kecuali jika dilakukan oleh diri sendiri. Apalagi banyak perusahaan menggunakan disiplin sebagai nilai dan karakter perusahaan.

Orang yang disiplin memang belum tentu berkinerja bagus. Namun, jika dihadapkan antara dua pekerja yang sama-sama baik kinerjanya dan harus di-PHK salah satu, tentu perusahaan akan mempertahankan yang lebih disiplin.

Lucunya, ada juga karyawan yang sebenarnya termasuk dalam lima tipe di atas namun masih terus dipertahankan oleh perusahaan. Model seperti ini umumnya sudah memegang “kartu As” yang biasanya berupa: rahasia perusahaan, skandal pimpinan, atau bagian dari jaringan orang dalam. Kalau sudah ketemu yang beginian sih mendingan melipir alus. Hanya bangkrut dan maut yang bisa menghentikan sepak terjang mereka.

BACA JUGA Dalam Situasi Seperti Ini, Berbelanjalah! dan tulisan Mohammad Ibnu Haq lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 Juli 2020 oleh

Tags: kantorKaryawankerjaPHK
Mohammad Ibnu Haq

Mohammad Ibnu Haq

Sukanya mojok

ArtikelTerkait

Berteman dengan Office Boy Kantor Wajib Hukumnya bagi Karyawan Baru terminal mojok

Berteman dengan Office Boy Kantor Wajib Hukumnya bagi Karyawan Baru

29 Agustus 2021
3 Hal yang Membuat HRD Ketar-ketir Selama Ramadan saat Seleksi Karyawan

3 Hal yang Membuat HRD Ketar-ketir Selama Ramadan saat Seleksi Karyawan

25 April 2022
Kerja Sambil Kuliah S2 demi Menutupi Hidup yang Terlanjur Medioker Mojok.co

Kerja Sambil Kuliah S2 demi Menutupi Hidup yang Terlanjur Medioker

8 Oktober 2025
hobi resign dari tempat kerja alasan ragu cara memutuskan menyesal mojok.co

4 Alasan yang Sering Membuat Orang Ragu-ragu Resign dari Tempat Kerja

31 Maret 2020
Bekerja Sesuai Passion Itu Klise, Layaknya Kata Manis yang Bikin Diabetes terminal mojok.co

Kunci Sukses Mana yang Lebih Menentukan: Membangun Relasi atau Mengasah Soft Skill Dulu?

23 Mei 2020
wfh permanen panduan memilih laptop kerja online dari rumah dual monitor ganda mojok.co

Akan WFH Permanen? Ini Tips Memilih Laptop dan Jangan Lupa Monitor Tambahannya!

5 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.