Bicara tentang Jogja berarti bicara tentang rindu. Rindu pada suasana, pada kenangan yang pernah tercipta, serta pada keramahan warganya. Ajaib, memang. Kota yang tak terlalu besar ini entah bagaimana selalu punya cara untuk membius orang luar Jogja agar ingin kembali, lagi dan lagi.
Sayangnya, rindu akan Jogja tak berlaku pada satu hal yang justru sangat fundamental dalam hidup manusia. Yaitu, urusan perut. Sungguh, bagi orang luar Jogja, makanan khas Jogja adalah tantangan. Bukan nggak enak, ya. Enak, kok. Cuma, mblengeri.
Akhirnya, ketika plesiran ke Jogja, dipilihlah jalur aman soal makan. Ke Olive Chicken atau warmindo, misalnya. Mentok-mentoknya, menyeduh Pop Mie di penginapan. Rasanya sudah jelas, dan yang terpenting jauh dari cita rasa manis yang jadi ciri khas masakan Jogja.
Maka, saya setuju sekali ketika dalam salah satu tulisannya, Mas Iqbal AR menyebut bakmi Jawa lebih “masuk” bagi orang luar Jogja dibandingkan gudeg. Bahkan, saking setujunya, tulisan ini saya dedikasikan sebagai penguat. Langsung saja, berikut adalah rekomendasi bakmi Jawa enak di Jogja, khusus untuk orang luar yang rindu dengan Jogja, tapi tidak dengan cita rasa manis makanannya.
#1 Bakmi Jawa Mbah Hadi, asinnya pas dan pakai telur bebek
Bakmi Jawa Mbah Hadi adalah salah satu spot bakmi Jawa yang wajib dicoba oleh orang Jogja coret. Bakmi godognya enak, kuah gurih ngaldu, daging pakai ayam kampung, telurnya telur bebek. Bisa request tambah jeroan, paha, dan masih banyak lagi. Nikmat mana lagi yang kau dustakan?
Selain bakmi godog, ada pula menu lain, seperti bakmi goreng, bakmi nyemek, nasgor, magelangan, dan rica-rica/tongseng. Untuk harganya, bakmi-bakmian Rp24 ribu saja. Berhubung tempatnya sering rame, sebaiknya datang mepet maghrib. Lalu pesan, ditinggal sholat dulu, supaya setelah sholat ngepasi dengan matangnya bakmi.
Minusnya, bagi orang luar Jogja, mungkin akan bingung ketika mencari lokasi bakmi Jawa Mbah Hadi. Maklum, tempatnya memang nyempil di pojokan SPBU Terban.
Baca juga 4 Alasan Orang Jogja Malas Kulineran Bakmi Jawa Pak Pele yang Jadi Favorit Wisatawan.
#2 Bakmi Jawa Pak Rebo, klasik dan tak pernah mengecewakan
Bakmi Jawa Pak Rebo termasuk salah satu yang direkomendasikan oleh warga lokal. Meski direkomendasikan, bukan berarti rasa bakminya manis ya. Nggak kok.
Bakmi Jawa Pak Rebo punya kuah yang creamy, tapi nggak amis. Rasanya gurih dan ada wangi kuah khas bawang yang kuat. Untuk bakmi goreng, bumbunya medok dan sedikit smoky. Dikasih toping tetelan daging dan telur pula. Harga bakminya Rp24.000 saja.
Selain rasa bakminya yang mantap, yang bikin bakmi jawa Pak Rebo berbeda dengan warung bakmi lain adalah minumannya yang unik-unik. Ada wedang jeruk jahe sereh, wedang uwuh, wedang jeruk jahe, es tape, secang, dan masih banyak lagi.
Lokasi bakmi jawa Pak Rebo ada di pinggir jalan utama, tidak jauh dari Alun-alun Kidul Jogja. Minusnya, kalian mungkin agak kesulitan cari spot parkir karena disini parkirnya hanya mengandalkan bahu jalan.
#3 Bakmi Sawah Sidomoyo, Godean. Kenikmatan bakmi di tengah sawah
Sesuai dengan namanya, bakmi yang satu ini lokasinya ada di dekat areal persawahan. Tepatnya, di ada di Jalan Sidomoyo KM 1, kurang lebih 10 km dari pusat kota. Jangan kaget kalau di sini agak kurang lampu penerangannya. Parkiran mobil juga paling muat 3 mobil doang. Tapi, soal rasa? Dia berani diadu.
Bakmi Sawah Sidomoyo punya porsi dan racikan bumbu yang tidak mengecewakan. Struktur mienya juga kenyal pas dengan kaldu yang mendalam. Suwiran ayamnya banyak dan empuk. Secara harga, harga bakmi di sini lebih terjangkau dari dua nama sebelumnya. Saran saya, kalau ke sini mending cobain bakmi rebusnya. Kalau untuk nasgornya, jujur agak kurang.
#4 Bakmi Jawa Mbak Sri di Pakem, Sleman seperti makan bakmi di rumah
Di wilayah Pakem, Sleman terdapat warung bakmi Jawa Mbak Sri yang lokasinya yang tidak jauh dari jalan utama. Pas banget untuk disinggahi ketika pulang dari wisata Kaliurang atau sekadar cari makan malam di area Sleman atas.
Bakmi Jawa Mbak Sri punya kuah yang kental dan ebinya sangat terasa. Pilihan pedasnya bisa pedas sambal atau rawit hijau. Kalau suka pedas yang tidak mendominasi, bisa pilih pakai rawit hijau yang diiris tipis. Pedasnya nanti baru terasa setelah keceplus rawitnya. Kalau mau pedas yang nampol, barulah pilih pedas sambal.
Minusnya, jalan menuju ke lokasi agak sempit. Maklum, bakmi Jawa Mbak Sri ini tipe warung yang buka depan rumah gitu, Gaes. Itu sebabnya makan bakmi di sini serasa makan bakmi di rumah.
#5 Bakmi Matraman Mas Pet Bun, bakmi legend yang laris manis
Bakmi Matraman Mas Pet Bun berada di satu komplek pujasera Jalan Magangan Kulon, Panembahan Kecamatan Kraton. Kalau kamu datang bawa mobil, parkirnya harus di luar gerbang, lalu nanti jalan kaki menuju lokasi. Tapi, kalau bawa motor, bisa parkir di area dalam.
Kesan awal tempat ini mungkin agak kurang meyakinkan, ya. Remang-remang dan kelihatan kayak kantin bobrok utk mahasiswa. Tapi kalau soal rasa, jangan ditanya. Banyak yang setuju kalau bakmi Mas Pet Bun ini adalah bakmi terenak di Jogja. Satu-satunya yang nggak enak di bakmi Mas Pet Bun adalah tehnya. Nggak ada rasa!
Satu yang yang penting sebelum kamu pergi ke sini adalah, kamu tidak boleh datang dalam keadaan kelaparan. Soalnya, antrinya lama, bos! Bisa nunggu 1 jam lebih sampai pesanan diantar ke meja. Bukan hanya itu saja, porsi bakminya juga tidak terlalu banyak. Jadi kalau kamu beneran laper, satu porsi bakmi mungkin cuma bikin geli.
Itulah rekomendasi bakmi Jawa enak yang ada di Jogja. Pilihan ada di tangan kamu mau coba yang mana. Yang jelas, mau dimanapun tempatnya, kudu sabar, ya. Bakminya dimasak pakai anglo dan diproses satu-satu soalnya.
Selamat mencoba!
Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA 4 Alasan Orang Jogja Malas Kulineran Bakmi Jawa Pak Pele yang Jadi Favorit Wisatawan.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
