Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

5 Alasan PNS Jarang Pakai Lanyard Nggak Seperti Pegawai Lain

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
28 Juni 2022
A A
Kenapa PNS Jarang Pakai Lanyard Nggak Seperti Pegawai Lain Terminal Mojok

Kenapa PNS Jarang Pakai Lanyard Nggak Seperti Pegawai Lain? (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Apa ada alasan khusus PNS nggak pakai lanyard?

Saat baru lulus dari perguruan tinggi beberapa tahun silam, saya sempat magang di salah satu perusahaan di Jakarta. Untuk bisa sampai ke kantor tempat saya magang dari rumah orang tua di Cikarang, saya biasanya memanfaatkan KRL.

Selama perjalanan menggunakan KRL, saya kerap berdesak-desakkan dengan pekerja lain. Ada satu atribut yang menurut saya menjadi pembeda antara pekerja di perusahaan biasa dengan pekerja di perusahaan bonafide, yakni lanyard.

Saya baru tahu kalau harga lanyard itu ternyata ada yang mahal ketika beberapa waktu lalu di Twitter ramai pembahasan soal itu. Harga satu lanyard keluaran salah satu brand luar negeri bisa mencapai harga ratusan ribu. Padahal waktu saya kuliah dulu, uang segitu bisa buat makan puluhan kali di warteg dekat kosan.

Dulu, tiap kali melihat pekerja di KRL mengenakan lanyard yang estetik, dengan penuh harap saya berdoa agar bisa bekerja di tempat-tempat keren seperti mereka. Bak peribahasa jauh panggang dari api, harapan saya nggak sesuai dengan takdir. Saya justru diterima jadi PNS yang sepenglihatan saya justru jarang mengenakan lanyard.

Setelah jadi PNS, saya paham kenapa PNS nggak perlu pakai lanyard untuk bekerja sehari-hari. Berikut alasannya.

#1 Nggak dianggarkan negara

Saya jarang melihat ada instansi pemerintah yang menganggarkan lanyard sebagai bagian dari kelengkapan pakaian dinas. Mungkin karena manfaatnya nggak begitu signifikan untuk menunjang pekerjaan PNS, makanya nggak perlu dianggarkan, ya. Kalau mau beli sendiri juga buat apa? Kecuali kalau benda satu itu bisa bikin kinerja mereka makin sat set.

#2 Menghabiskan anggaran negara

Sebelumnya sudah saya sebutkan di atas kalau harga lanyard bermerek bisa mencapai ratusan ribu. Bisa dibayangkan berapa banyak uang yang harus dianggarkan hanya untuk menyediakan lanyard bagi PNS dalam satu pemerintah daerah yang mempekerjakan PNS dengan jumlah sampai ribuan orang. Lebih baik anggaran tersebut digunakan untuk memperbaiki berbagai fasilitas publik seperti jalan, layanan kesehatan, atau sekolah. Yah, supaya masyarakat juga lebih ikhlas menunaikan kewajiban mereka membayar pajak.

Baca Juga:

4 Alasan Pegawai P3K Baru Harus Pamer di Media Sosial

Tunjangan Kinerja buat ASN, Beban Kerja buat Honorer, di Mana Adabmu?

#3 PNS sudah punya atribut resmi

Mungkin lanyard adalah salah satu atribut wajib bagi pekerja yang bekerja di kawasan keren macam SCBD. Sementara PNS sudah punya atribut resmi sendiri yang telah diatur oleh peraturan resmi negara. Atribut resmi PNS di antaranya tanda pengenal, papan nama, dan pin logo Korpri. Menurut saya, atribut itu sudah cukup banyak, kalau ditambah dengan lanyard, khawatirnya mereka malah lebih fokus ngurusin outfit-nya bukan melayani masyarakat.

#4 Sudah ketahuan identitas pekerjaannya

Salah satu tujuan pakai lanyard adalah supaya identitas diri dan tempat bekerja seorang pekerja mudah diketahui. Lha, kalau PNS sih cukup lihat seragamnya saja sudah ketahuan mereka kerja di mana. Makanya mereka nggak perlu ribet-ribet pakai atribut satu ini agar orang lain tahu mereka kerja di mana.

#5 Nggak ada kewajiban

Segala tindak tanduk seorang PNS wajib didasarkan pada aturan-aturan yang ada. Bahkan perkara seragam maupun atribut untuk bekerja sehari-hari seorang PNS sudah diatur oleh berbagai macam peraturan resmi. Sayangnya, dari berbagai peraturan tersebut, nggak ada yang mewajibkan lanyard sebagai bagian dari seragam maupun atribut resmi PNS. Jadi, nggak masalah kalau mereka nggak pakai lanyard saat bekerja.

Itulah beberapa alasan kenapa PNS jarang menggunakan lanyard. Lagi pula, kalau cuma dipakai untuk gaya-gayaan, tapi kerjaannya berantakan, ya buat apa?

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Tidak Semua Orang Ingin Jadi PNS, dan Itu Tidak Apa-apa.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Juni 2022 oleh

Tags: lanyardpns
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

Apakah PNS Boleh Poligami? (Unsplash)

PNS Boleh Poligami? Boleh, Asal Kamu Nggak Punya Malu

17 Juni 2023
Menerka Alasan CPNS Mundur setelah Lulus Seleksi cpns 2023

Menerka Alasan CPNS Mundur setelah Lulus Seleksi

28 Mei 2022
8 Barang yang Sering Dijumpai di Meja Kerja PNS Terminal Mojok

8 Barang yang Sering Dijumpai di Meja Kerja PNS

24 Februari 2022
PNS, Food Reviewer Terbaik di Indonesia, Codeblu Jelas Nggak Ada Seujung Kukunya!

PNS, Food Reviewer Terbaik di Indonesia, Codeblu Jelas Nggak Ada Seujung Kukunya!

11 Maret 2024
6 Merek Sepeda Motor yang Sering Jadi Kendaraan Dinas Pelat Merah terminal mojok.co

6 Merek Sepeda Motor yang Sering Jadi Kendaraan Dinas Pelat Merah

14 Januari 2022
Peruri Bisa Kantongi Rp67 Miliar Hanya dengan Jualan e-Meterai selama Pendaftaran CPNS 2024 Mojok.co

Peruri Bisa Kantongi Rp67 Miliar Hanya dari Jualan e-Meterai Selama Pendaftaran CPNS 2024

5 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli Mojok.co

9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli

22 Februari 2026
6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag- Cuma Bikin Sakit Hati! (Wikimedia Commons)

6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Sakit Hati

22 Februari 2026
4 Gudeg Jogja yang Rasanya Enak dan Cocok di Lidah Wisatawan

Gudeg Jogja Pelan-Pelan Digeser oleh Warung Nasi Padang di Tanahnya Sendiri, Sebuah Kekalahan yang Menyedihkan

18 Februari 2026
Realitas Mahasiswa UNNES Gunungpati: Ganti Kampas Rem yang Mengacaukan Keuangan, Bukan Kebutuhan Kampus Mojok.co

Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati

20 Februari 2026
Bakpia Kukus Tidak Layak Pakai Nama Bakpia Asli Jogja (Unsplash)

Bakpia Kukus Tidak Layak Menyandang Nama “Bakpia” karena Ia Bolu Kukus yang Mengaku sebagai Kuliner Asli Jogja

21 Februari 2026
Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

19 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Ikut Bukber Kantor di Acara ASN Itu Bikin Muak: Isinya Orang Cringe dan Seksis yang Bikin Risih, tapi “Haram” Buat Ditolak
  • Bagi Gen Z, Menikah di Gedung Lebih Praktis dan Murah daripada di Rumah Sendiri, Tapi Harus Siap Jadi Bahan Omongan Tetangga di Desa
  • Bangkit usai “Kehilangan” Kaki dan Nyaris Gagal Jadi Sarjana, Akhirnya Lolos LPDP ke AS agar Jadi Ahli IT Pustakawan di Indonesia
  • Gagal LPDP dan Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Nemu Rasa Tenang meski Dicap Tak Punya Masa Depan
  • Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan
  • Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.