5 Alasan Mengapa Kamu Sebaiknya Tidak Menjadi Blogger untuk Cari Uang

Artikel

Avatar

Sudah hampir 5 tahun saya mengurusi blog saya. Belum lama sih kalau dibandingin blogger-blogger master yang pendapatannya sebulan puluhan juta. Tapi dalam waktu 5 tahun nge-blogging ini, ada banyak sekali hikmah-hikmah yang saya dapatkan.

Dan biarkanlah di kesempatan ini, saya berbagi hikmah-hikmah itu. Hikmah-hikmah yang akan membuatmu ragu buat ikut jadi blogger kayak saya. Hiyaaa.

#1 Blogging bukan cara mudah dapat duit di internet

Jangan pernah percaya sama orang yang bilang bahwa ngeblog adalah cara mudah orang dapat duit di internet. Salah. Salah. Salah! Yang ada, ngeblog adalah cara sabar dapat recehan di internet.

Anda tidak salah baca, “recehan”. Jadi gini, biasanya untuk mendapatkan uang via blogging, orang akan memasang iklan, bisa itu AdSense, bisa juga yliX, dan lain sebagainya. Tapi jangan ngarep duitnya otomatis ngalir.

Teman blogger saya dulu pernah bilang, bahwa jumlah klik per tayangan itu paling cuma 1%. Misalnya nih, blog kamu tiap hari tayangannya 1.000. Dari 1.000 itu, paling yang ngeklik cuma 10. Padahal, tiap klik untuk kebanyakan blog cuma 300 sampai 500 perak! Jadi dalam sehari kamu cuma bisa dapat 3.000 sampai 5.000 perak, dan dalam sebulan kamu cuma dapat 90.000 sampai 150.000 rupiah. Hohoho.

Bisa sih kamu usaha demikian keras biar sehari dapat banyak. Tapi susah. Waktu dan tenaganya sama sekali nggak sedikit. Teman saya yang gajian tiap bulan dari AdSense bilang usaha yang dia lakukan jauh sekali dari upah yang ia terima.

Mau bayaran pakai paid article? Paid article adalah jasa review produk yang artikelnya diterbitin di blog kamu. Tapi harga paid article ini beragam. Terus, hanya blog tertentu yang bakal ditawari jasa seperti ini.

Baca Juga:  Emang Kenapa kalau Mahasiswa Ngandelin Internet buat Nyari Referensi?

#2 Banyak manusia tak bermoral yang siap merusak blogmu

Poin kedua ini yang paling bikin saya emosi. Saya pernah membangun blog saya dari yang tiap hari visitornya cuma 5 orang menjadi 10.000 orang hanya dalam waktu bulanan.

Seneng? Seneng banget. Eh, ternyata ada manusia alay yang tidak terima. Blog saya kena spam yang membuat Google memblokir blog saya. Setelah proses berbelit-belit mempertahankan blog itu, saya menang. Tapi blog saya sudah berbeda dari yang dulu. Blog saya menjadi sepi lagi seperti sedia kala.

Dan jumlah manusia tak bermoral seperti ini banyak di dunia maya. Kadang mereka cuma iseng, tapi kadang juga memang ingin menang dengan cara yang licik.

#3 Males update bikin blog tenggelam

Seperti tanaman, blog harus terus-menerus diurusi. Salah satu cara utama mengurus blog adalah dengan meng-update kontennya secara berkala. Kalau kamu malas update, insya Allah tak berapa lama blog kamu langsung tenggelam dan tak dikunjungi orang.

Masalahnya, apa kamu bisa rajin update untuk penghasilan receh? Apa kamu mampu rajin update di tengah pekerjaan utamamu? Kalau kamu tidak update dengan rutin, mau sampai jaman kapan pun, blogmu tak akan berkembang.

#4 Nggak bisa dimasukin ke CV

Kecuali, performa blog kamu bagus banget dengan konten yang oke, ya kamu nggak bisa masukin kerjaanmu di CV. Apalagi kalau konten blogmu cenderung malu-maluin. Hihihi.

Misalnya bikin konten soal gosip yang tidak jelas dan kontroversial. Atau bikin clickbait yang bikin orang langsung pengen ngamuk begitu baca. Belum lagi kalau tulisanmu alay. Yakin tuh mau dimasukin di CV waktu kamu ngelamar kerja?

#5 Nggak semengentungkan Instagram

Blog itu menarget para pembaca. Sayangnya, Indonesia merupakan salah satu negara yang minat bacanya rendah. Dibanding pake Instagram buat jualan atau jadi brand ambassador KW, menurut saya ngeblog begini keuntungannya jauh lebih kecil.

Baca Juga:  Perempuan-Perempuan Tanah Jahanam yang Malang: Spoiler Alert!

Yah, kurleb itu poin-poin yang bakalan bikin kamu males semales-malesnya buat blogging. Tapi kalau kamu tak masalah dengan hal-hal itu ya lanjut saja. Sampai sekarang saya juga masih mengurusi satu blog saya. Bukan buat dapat uang, karena kalau mikir dapat uang, hati ini terasa pilu.

Saya jadi blogger untuk meneruskan hobi menulis saja. Kalau dapat uang dari AdSense (yang notabene cair setahun sekali), saya selalu menganggapnya THR dari Mbah saya, yakni Mbah Google tercinta.

BACA JUGA Petty Cash: Kecil-Kecil Cabai Rawit dan tulisan Ningsih lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
13


Komentar

Comments are closed.