Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

5 Alasan Bapak Sendiri Adalah Instruktur Menyetir Terbaik

Ahmad Sulton Ghozali oleh Ahmad Sulton Ghozali
11 Oktober 2022
A A
5 Alasan Bapak Sendiri Adalah Instruktur Menyetir Terbaik

5 Alasan Bapak Sendiri Adalah Instruktur Menyetir Terbaik (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Latihan menyetir mobil adalah salah satu momen yang tidak terlupakan. Sebagian orang akan memilih jasa latihan mengemudi terbaik untuk mendapatkan keterampilan yang maksimal. Sebagian lain memilih orang-orang terdekat dengan jam terbang yang sudah tidak perlu diragukan lagi, salah satunya adalah anggota keluarga atau saudara.

Meskipun demikian, tidak ada salahnya untuk memilih bapak sendiri sebagai instruktur menyetir. Contrary to popular belief (ceilah), bapak kita adalah instruktur mengemudi terbaik. Saya nggak bohong ini.

Berikut alasan-alasan untuk memilih bapak sendiri supaya latihan menyetirmu menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.

#1 Tentu saja gratis!

Tentu saja, seorang bapak tidak akan mematok harga untuk melatih anaknya sendiri dalam urusan berkendara. Anggap saja berkendara adalah satu dari sekian warisan dalam bentuk kemampuan dasar yang harus diturunkan kepada sang anak. Anggap saja berkendara sebagai satu bekal supaya sang anak bisa lebih mandiri dalam kehidupannya menuju dewasa.

Tidak sedikit juga orang tua juga menganggapnya sebagai investasi supaya nanti sang anak bisa mengantarnya seiring usia yang semakin tua. Hm, tidak asing sepertinya bagi generasi sandwich, bukan?

#2 Mobil latihan milik sendiri

Tidak jarang sang bapak akan memakai mobilnya sendiri sebagai sarana latihan untuk anaknya. Kelebihan memakai mobil sendiri adalah sang bapak lebih mahir dalam mengarahkan karena sudah hafal juga dengan sifat tunggangannya. Biasanya, sang bapak akan mengajak latihan sekalian servis rutin atau sekadar “memanasi” mobil jika jarang dipakai untuk sehari-hari.

Keuntungan lain juga patut diperhitungkan jika terjadi hal yang tidak diinginkan semisal membentur pagar rumah atau masuk ke selokan di depan rumah tetangga. Ya, bapak sendiri yang akan tanggung jawab berikut kerusakan yang ditimbulkannya. Sang bapak mungkin akan lebih memaklumi luka baru di body mobilnya sembari menghela napas berat dan berkata “namanya juga masih belajar.”

#3 Modus latihan parkir di tempat jajanan

Jika sang bapak memiliki sifat yang dermawan kepada anaknya, hal ini patut dimanfaatkan semaksimal mungkin ketika latihan menyetir bersamanya. Tidak seperti ibu yang lebih perhitungan soal uang, sang bapak akan mengiyakan permintaan anaknya.

Baca Juga:

Jalan Wonosobo-Banjarnegara Lebih Cocok Jadi Wahana Uji Nyali daripada Jalur Antarkabupaten

Pak Menkes, yang Wajib Pintar Nggak Cuma Ibu, Bapaknya Juga!

Supaya tidak terlihat memalukan karena minta jajan, ajak sang bapak untuk latihan parkir di tempat jajanan atau minimarket terdekat. Setelah berhasil memarkirkan mobil dengan selamat, sang bapak akan berpikir untuk memberikan semacam hadiah kecil dengan membelikan jajan di tempat tersebut. Barangkali sekalian saja sang bapak mampir untuk membeli rokok. Tentu saja, tugas selanjutnya untuk keluar dari tempat parkir adalah urusan lain. Akan tetapi, setiap imbalan mempunyai harganya.

#4 Bonus latihan memperkuat mental

Tidak sedikit yang mengeluhkan urusan mental ketika latihan menyetir bersama dengan bapak sendiri. Jika dengan instruktur profesional, mereka juga sudah terbiasa dengan ketidaksigapan atau belum hafal dengan kopling dan gas, termasuk melatih emosi mereka sendiri. Lagi pula, mereka juga dibayar untuk tetap dituntut profesional. Berbeda dengan bapak sendiri yang bisa-bisa naik darah karena sang anak tidak memperhatikannya.

Hal ini perlu dimaklumi karena sang bapak mungkin sedikit tertukar antara sang anak yang belum hafal  atau tidak pernah mendengarnya seperti bentuk kenakalan anak pada umumnya. Sebagai contoh, sang bapak akan menilai kesalahan anaknya yang melepas gas sebelum memijak kopling sama seperti tidak pernah mendengar jika sang bapak sudah memperingatkan untuk melakukannya secara bersama dan perlahan. Pada akhirnya, omelan seorang bapak adalah bentuk manusiawi yang mengingatkan kerasnya kehidupan. Itulah sebabnya komunikasi menjadi penting untuk memahami satu sama lain.

#5 Mempererat hubungan anak-bapak

Pada akhirnya, latihan menyetir dapat menjadi momen untuk mempererat hubungan antara anak dan bapak. Tidak setiap momen berisi hal-hal menyenangkan, tetapi juga terkadang sulit dan melelahkan. Komunikasi antara keduanya akan terlihat semakin lancar seiring arahan dan tips sewaktu latihan. Tidak jarang, sang bapak akan menanyakan kegiatan anaknya sehari-hari yang belum sempat diperhatikannya. Sang anak juga semakin memahami sifat bapaknya melalui alasan di balik pilihan mobilnya, pengalaman menarik selama menyetir, atau kenangannya sendiri ketika latihan menyetir dahulu.

Itulah lima alasan bapak adalah instruktur latihan menyetir terbaik. Kalau kata ane mah, gas latihan sama bapak kalau pas kita pulang.

Penulis: Ahmad Sulton Ghozali
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 3 Skill Mengemudi yang Harus Dikuasai agar Makin Mahir Berkendara

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 Oktober 2022 oleh

Tags: Bapakinstrukturmengemudi
Ahmad Sulton Ghozali

Ahmad Sulton Ghozali

Lahir di Trenggalek, sedang singgah di Depok. Senang menulis. Sering berbincang seputar bahasa, sastra, dan isu-isu budaya di sekitarnya.

ArtikelTerkait

5 Lagu Sunda yang Maknanya Nggak Kalah sama 'Cidro' dan 'Sewu Kutho' terminal mojok.co didi kempot campursari sunda keroncong sunda

Mendengarkan Didi Kempot, Mengulang Masa Lalu

5 Mei 2020
Sebagai Anak Tengah, Saya Muak pada Glorifikasi Sulung dan Bungsu terminal mojok.co

Kalau Jakarta Punya PSBB, Ayah Protektif Punya PABB: Pembatasan Asmara Berskala Besar

15 April 2020
Pembagian Peran Ibu dan Bapak di Mata Anak Kelas 1 SD (Pixabay)

Hasil Pengamatan Anak Kelas 1 SD: Ibu Doyan Lembur, Bapak Masak dan Merapikan Rumah

1 November 2022
Pak Menkes, yang Wajib Pintar Nggak Cuma Ibu, Bapaknya Juga!

Pak Menkes, yang Wajib Pintar Nggak Cuma Ibu, Bapaknya Juga!

27 Januari 2023
hari tua bapak

Menikmati Hari Tua Seperti Bapak

18 Juni 2019
bapak

Bapak

4 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tiga Makanan Para Pengembara di Timur Tengah

Tiga Makanan Para Pengembara di Timur Tengah

9 Maret 2026
Apa yang Bisa Dibanggakan dari Daihatsu Ayla 2018? Sebiji Kaleng Susu Diberi Roda kok Dibanggakan

Apa sih yang Bisa Dibanggakan dari Daihatsu Ayla 2018? Sebiji Kaleng Susu Diberi Roda kok Dibanggakan

11 Maret 2026
Warlok Jakarta Orang Paling Kasihan Saat Lebaran, Cuma Jadi Penonton Euforia Mudik, Tidak Pernah Merasakannya Langsung Mojok.co

Warlok Jakarta Orang Paling Kasihan Saat Lebaran, Cuma Jadi Penonton Euforia Mudik, Tidak Pernah Merasakannya Langsung

10 Maret 2026
Malang Hari Ini Adalah Definisi Cantik tapi Toxic (Unsplash) bandung

Kota Malang Mirip Bandung: Sama-Sama Adem dan Sejuk, tapi Lebih Rapi dan Terawat

8 Maret 2026
Embek-Embek Makanan Khas Tegal Paling Mencurigakan, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba Mojok.co

Embek-Embek Makanan Khas Tegal yang Nama dan Rasanya Sama-sama Aneh, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba

12 Maret 2026
Sebuah Rezim Tidak Selalu Jatuh karena Aksi Jalanan

Sebuah Rezim Tidak Selalu Jatuh karena Aksi Jalanan

10 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha
  • Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit
  • Makanan Khas Jawa Timur yang Paling Tidak Bisa Dihindari, Jadi Pelepas Rindu ketika Mudik Setelah “Disiksa” Makanan Jogja
  • Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina
  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.