Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

5 Alasan Affiliate E-Commerce Tak Lagi Menjanjikan untuk Mencari Cuan

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
15 November 2024
A A
5 Alasan Affiliate E-Commerce Tak Lagi Menjanjikan untuk Mencari Cuan

5 Alasan Affiliate E-Commerce Tak Lagi Menjanjikan untuk Mencari Cuan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

#3 Ketergantungan algoritma adalah musuh besar utama

Tidak ada hambatan yang lebih besar dalam program affiliate e-commerce dibandingkan algoritma. Secanggih apapun alat serta semenarik apapun konten akan sia-sia jika algoritma yang berjalan tidak mendukung. Perubahan algoritma yang dapat terjadi sewaktu-waktu tentu berdampak pada eksposur yang diterima.

Dependensi affiliator terhadap platform sekaligus algoritma tersebut berpotensi menurunkan jangkuan audiens. Lebih lanjut, penghasilan mereka menjadi fluktuatif. Apabila hal tesebut tidak segera ditangani, pendapatan sebagai affiliator tak mampu dijadikan sandaran hidup lagi.

#4 Pengabaian konsumen terhadap konten iklan

Derasnya arus iklan di berbagai platform media sosial menjadikan konsumen semakin jengah. Tak jarang, affiliator kurang ajar kerap menuliskan click bait di awal konten guna menjaring pembeli. Selain itu, mereka kerap pula membalut ulasan produk yang ujung-ujungnya berniat untuk beriklan.

Cara-cara kurang etis affiliate e-commerce ini memicu perilaku skeptis warganet. Wajar, mereka kini cenderung menghindari sederet konten yang dinilai mengandung promosi. Penurunan kepercayaan konsumen tersebut pada gilirannya akan merugikan affiliator itu sendiri.

#5 Rekomendasi harga murah, bikin affiliator makin lelah

Ketimbang terperangkap oleh jebakan affiliate e-commerce, pembeli saat ini jauh lebih jeli dalam mengulik informasi. Mereka tidak lagi mudah percaya dengan rangkaian iklan yang dikemas dalam bentuk konten apa pun. Alih-alih mengikuti tautan yang dicantumkan affiliator, calon pembeli lebih yakin mencari produk yang hendak dibeli melalui marketplace sendiri.

Terlebih, beberapa marketplace saat ini mencantumkan fitur yang menguntungkan pelanggan. Kini, konsumen dengan mudah membandingkan harga produk yang sama dalam satu kali klik. Pasalnya, marketplace menyediakan harga pembanding yang lebih murah langsung pada tampilan produk yang dilihat calon pembeli di saat yang sama.

Kebijakan ini bukan saja merugikan penjual terkait, tetapi juga affiliator. Sebab, sangat mungkin pembeli yang sensitif terhadap harga akan memilih produk dengan harga terendah. Jika affiliator mempromosikan produk di toko yang menjual harga lebih tinggi, konsumen akan dengan mudah beralih penjual. Kalau sudah begini, tidak ada yang bisa dilakukan oleh para affiliator.

Rentetan tantangan orang-orang yang terjun ke dunia affiliate e-commerce memang cukup pelik. Hal tersebut belum diperparah dengan komisi yang kian disunat. Pun, regulasi yang mewajibkan pencantuman konten afiliasi berpeluang pula menurunkan konversi. Tampaknya, menjadi seorang affiliator pun perlu memikirkan strategi bisnis. Fokus mempromosikan produk di ceruk pasar supaya tetap relevan, misalnya.

Baca Juga:

Akun Affiliate yang Jualan Numpang Tragedi Itu Biadab, dan Semoga Nggak Laku!

Jadi Affiliator TikTok Nyesek, Kelihatan Santai dan Cuan padahal Komisinya Gaib

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Panduan Menjadi Affiliator yang Beretika dan Beradab biar Makin Disayang Netizen.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 25 November 2024 oleh

Tags: affiliate programaffiliatore-commercePlatform E-Commerce
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Sama-sama Ngutang, tapi Kasta Kartu Kredit Lebih Tinggi daripada Paylater Mojok.co

Sama-sama Ngutang sih, tapi Kasta Kartu Kredit Lebih Tinggi daripada Paylater

27 Oktober 2023
Riset Terbaru, Tokopedia Paling Memuaskan Dibanding 5 Marketplace Lain mojok.co

Riset Terbaru, Tokopedia Paling Memuaskan Dibanding 5 Marketplace Lain

28 April 2022
4 Dosa Shopee kepada Buyer, Mending Tobat Sebelum Ditinggalkan

4 Dosa Shopee kepada Buyer, Mending Tobat Sebelum Ditinggalkan

9 September 2024
Tiktok Shop Bisa Taklukkan Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak: Apa Betul? Terminal Mojok.co

TikTok Shop Bisa Taklukkan Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak: Apa Betul?

30 Januari 2023
Hari Tanpa Belanja Sedunia Catatan Aktivitas Belanja Online di Indonesia Terminal Mojok

Hari Tanpa Belanja Sedunia: Catatan Aktivitas Belanja Online di Indonesia

26 November 2022
Indonesia Banjir Barang Palsu? Jangan Maksa Punya Balenciaga kalau Baru Bisa Beli Dagadu mojok.co

Indonesia Banjir Barang Palsu? Jangan Maksa Punya Balenciaga kalau Baru Bisa Beli Dagadu

25 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup Mojok.co

4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup

12 Mei 2026
Lagu Baru Sheila On 7 “Sederhana” Pas untuk Orang-orang Usia 30 Tahun Mojok.co

Lagu Baru Sheila On 7 “Sederhana” Pas untuk Orang-orang Usia 30 Tahun

9 Mei 2026
Kritik untuk Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia UNY dan UAD, Terlalu Ndakik-Ndakik hingga Berjarak dari Realitas Terminal

Kritik untuk Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia UNY dan UAD, Terlalu Ndakik-Ndakik hingga Berjarak dari Realitas

8 Mei 2026
6 Pelatihan untuk Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial Mojok.co

6 Pelatihan bagi Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial 

11 Mei 2026
Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso (Unsplash)

Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso: Sebuah Tutorial Merusak Mood Pecinta Bakso Daging Sapi

10 Mei 2026
Derita Jadi Pustakawan: Dianggap Bergaji Besar dan Kerjanya Menata Buku Aja

Pustakawan, Profesi yang Sering Dianggap Remeh, padahal Kerjanya Enak dan Banyak Untungnya

7 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.