Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Kerja di Sektor Pertambangan

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
25 Juni 2024
A A
4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Kerja di Sektor Pertambangan

4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Kerja di Sektor Pertambangan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kerja di bidang pertambangan nggak mudah, Gaes. Saya sudah menyaksikan dan mengalaminya sendiri.

Jadi ceritanya beberapa bulan ini saya sempat berkunjung ke beberapa site tambang batu bara di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur untuk urusan pekerjaan. Saya memang hanya menetap maksimal dua minggu di site tambang batu bara, tapi saya menyaksikan sendiri bagaimana tangguhnya para pekerja di sana. Mereka bukan hanya tangguh secara fisik tapi juga mental. Maka nggak usah heran kalau para pekerja tambang gajinya lebih besar ketimbang pekerja kantoran di kota besar.

Sebelum memutuskan kerja di sektor pertambangan, atau sebelum memutuskan mengambil jurusan yang dibutuhkan di sektor pertambangan seperti Teknik Pertambangan, Teknik Perminyakan, Teknik Mesin, dll., coba pertimbangkan baik-baik. Sebab, nyatanya nggak semua orang cocok bekerja di sektor pertambangan, misalnya saja orang-orang di bawah ini.

#1 Orang yang cuma mau kerja 9 to 5 mending nggak usah kerja di sektor pertambangan

Bagi kalian yang cuma mau kerja 9 to 5, saya sangat nggak merekomendasikan kalian melamar pekerjaan di sektor ini. Sedikit cerita, saya pernah ditelepon seorang rekan kerja jam 7 pagi di hari Minggu perihal proses kerja yang saya lakukan.

Nggak usah kaget, karena di site mah nggak ada hari libur. Hari Sabtu, Minggu, dan tanggal mereka, biasanya karyawan ya tetap bekerja. Di sektor pertambangan, jam kerjanya mengikuti sistem rooster di mana 8 minggu bekerja berturut-turut, lalu 2 minggu istirahat berturut-turut. FYI, jumlahnya bisa berbeda-beda tiap perusahaan, ya.

Jadi kalau kerja di sektor pertambangan jangan harap bisa pulang tenggo seperti pekerja kantoran di kota besar. Jangan harap juga bisa ngopi bareng bestie ataupun ayang sepulang kerja. Pasalnya, sektor pertambangan sering kali mengharuskan pekerjanya untuk mengambil lembur demi mengejar target produksi maupun hal-hal teknis di lapangan yang nggak bisa dikontrol manusia. Misalnya demi mengejar target akibat cuaca buruk, kerusakan alat, dll., yang bisa menghambat pekerjaan.

Jangankan di site, sewaktu kuliah dulu saja mahasiswa Teknik Pertambangan bisa dibilang jadi mahasiswa paling sibuk di kampus setelah mahasiswa Kedokteran. Saya kerap melihat teman-teman dari jurusan Teknik Pertambangan tetap di kampus hingga pukul 1 dini hari demi mengerjakan tugas.

Teman-teman saya ini bahkan sempat melempar jokes, “Belum sah jadi anak tambang kalau belum kena tipes karena ngerjain tugas!”

Baca Juga:

Bukan Jakarta, Tempat Paling Cocok untuk Memulai Karier Adalah Cilegon. Ini Alasannya!

3 Istilah dalam Dunia Kerja yang Patut Diwaspadai karena Punya Makna Berbeda dari Pikiran Karyawan

#2 Orang yang gampang bosan

Berbeda dengan pekerja kantoran maupun pekerja pabrik yang bisa self reward sehabis kerja dengan nonton bioskop atau nongkrong di coffee shop, pekerja tambang nggak bisa kayak gitu.

Site tambang batu bara yang saya kunjungi kemarin di Kalimantan jauh dari mana-mana. Saya saja harus dua kali naik pesawat, naik speed boat menyusuri Sungai Barito selama dua jam, dan dilanjut perjalanan darat selama dua jam sebelum tiba di site. Lebih mencengangkannya lagi, Alfamart terdekat saja berada empat jam perjalanan darat, sementara warung rokok terdekat jaraknya sekitar setengah jam perjalanan darat. Jadi, memang jauh dari mana-mana.

Memang saat ini banyak perusahaan tambang yang berusaha membuat pekerjanya nggak bosan dengan menyediakan fasilitas seperti WiFi, lapangan badminton, lapangan voli, hingga gym. Tapi kalau hiburannya gitu-gitu saja, lama-lama bosan juga, kan? Makanya kerja di sektor pertambangan nggak cocok buat kalian yang gampang bosan.

#3 Orang yang gampang homesick

Lanjutan dari poin kedua adalah kerja di sektor pertambangan berarti harus siap untuk jarang pulang ke rumah. Jangan harap bisa pulang ke rumah orang tua atau ketemu anak istri tiap akhir pekan atau setidaknya dua minggu sekali layaknya para pekerja di kota besar.

Selain terkendala jarak dan waktu tempuh seperti yang sudah saya jelaskan di atas, pekerja tambang punya target produksi yang harus dipenuhi sehingga mereka jarang bisa pulang. Bahkan Sabtu, Minggu, maupun hari libur nasional tetap kerja.

Tapi tenang saja, sekalinya dapat jatah cuti, cutinya cukup panjang, kok. Bisa sampai beberapa minggu sehingga kalian bisa pulang kampung dan melepas rindu sampai puas.

#4 Orang yang punya kondisi medis tertentu sebaiknya jangan coba-coba melamar kerja di sektor pertambangan

Tipe orang terakhir ini harusnya saya jadikan poin pertama, ya. Tapi nggak apa-apa jadi yang paling terakhir saya tulis. Anggaplah ini semacam pengingat terakhir. Jika kalian memiliki kondisi medis tertentu, misalnya memiliki penyakit seperti asma, GERD, ataupun kondisi medis tertentu, mungkin lebih baik hindari kerja di sektor pertambangan.

Maaf, bukannya saya mau mematahkan semangat kalian. Bukan. Saya menuliskan ini karena jarak dari site ke rumah sakit terdekat bisa membutuhkan waktu hingga berjam-jam. Meski biasanya perusahan menyediakan klinik untuk berobat di site, fasilitasnya tentu nggak akan selengkap fasilitas medis di ruah sakit. Apalagi kalau kondisinya gawat darurat.

Salah satu teman terdekat saya meninggal pada awal tahun 2020 lalu saat baru tiba di site tambang tempat ia bekerja. Sejak kecil, almarhum memang punya asma. Saat itu asmanya kambuh dan sayangnya tak sempat tertolong karena jarak dari site ke rumah sakit sangatlah jauh.

Makanya nggak usah heran kalau banyak perusahaan tambang yang mengharuskan karyawannya lulus medical check up di tahap akhir setelah lolos proses psikotes dan wawancara. Untuk bisa kerja di sektor pertambangan, apalagi di site, kalian harus benar-benar sehat.

Jadi, jika kalian termasuk tipe orang di atas, sebaiknya pikir-pikir lagi sebelum memutuskan kerja di sektor pertambangan. Jangan cuma tergiur dengan gajinya yang besar tanpa tahu risiko yang harus dihadapi ke depannya, ya.

Penulis: Raden Muhammad Wisnu
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kerja di Tambangan Sidoarjo Itu Berat, Mokel di Bulan Puasa Terpaksa Jadi Pilihan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Juni 2024 oleh

Tags: bekerjakaryawan tambangpekerjatambangtambangan
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

Pengalaman Karyawan Restoran Vegan dan Vegetarian yang Tidak Dirasakan Karyawan Restoran Biasa

Pengalaman Jadi Karyawan Restoran Vegan dan Vegetarian yang Tidak Dirasakan Karyawan Restoran Biasa

14 Mei 2024
Saatnya Blak-blakan soal Penyebab Banjir Kalimantan Selatan. Sama-sama Tahu lah!

Saatnya Blak-blakan soal Penyebab Banjir Kalimantan Selatan. Sama-sama Tahu lah!

29 Januari 2021
Oversharing tentang Enaknya Kerja di Jepang Nggak Masalah, tapi Tolong Cerita Juga Bagian Nggak Enaknya

Oversharing tentang Enaknya Kerja di Jepang Nggak Masalah, tapi Tolong Cerita Juga Bagian Nggak Enaknya

9 Februari 2023
15 Istilah yang Sering Digunakan dalam Kegiatan Instansi Pemerintah PNS

Kita Sebaiknya Nggak Perlu Nyinyir PNS yang Menuntut Upah Layak

23 Mei 2022
Kenapa Lanjut S-2 Selalu Dikaitkan tentang Kerja? Salahkah, kalau Memang untuk Menuntut Ilmu? terminal mojok.co

Kenapa Lanjut S-2 Selalu Dikaitkan tentang Kerja? Salahkah, kalau Memang untuk Menuntut Ilmu?

17 Mei 2021
Cari Kerja Memang Susah, tapi Bertahan di Lingkungan Kerja Toxic Juga Nggak Ada Gunanya

Cari Kerja Memang Susah, tapi Bertahan di Lingkungan Kerja Toxic Juga Nggak Ada Gunanya

30 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Dosen Swasta yang Jarang Dibicarakan Orang

Sisi Gelap Dosen Swasta yang Jarang Dibicarakan Orang

12 Januari 2026
6 Alasan Perantauan seperti Saya Begitu Mudah Jatuh Cinta pada Solo Mojok.co

6 Alasan Sederhana yang Membuat Perantau seperti Saya Begitu Mudah Jatuh Cinta pada Solo

12 Januari 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan 

12 Januari 2026
Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

15 Januari 2026
MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

11 Januari 2026
Bekasi Justru Daerah Paling Nggak Cocok Ditinggali di Sekitaran Jakarta, Banyak Pungli dan Banjir di Mana-mana

Bekasi: Planet Lain yang Indah, yang Akan Membuatmu Betah

13 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.