Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

4 Tempat Nangkring Gambar Bacaleg yang Bikin Nggak Habis Pikir

Diki Marlina oleh Diki Marlina
30 Juni 2023
A A
Baliho Caleg Sudah Bertebaran: Udah Nyolong Start, Isinya pun Nggak Kreatif bacaleg KKN

Baliho pokoknya, Bos (pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebentar lagi, negara ini akan menggelar pesta demokrasi. Pemilu yang akan digelar pada 2024 membuat para bacaleg (bakal calon legislatif) bersiap siaga menyongsong dan mempersiapkan diri agar lebih dikenal masyarakat di daerah pilihannya.

Beberapa aksi dilakukan oleh para bacaleg untuk menaikkan elektabilitasnya. Seperti terjun langsung ke acara masyarakat hingga memasang gambar diri di berbagai tempat. Nah, bagian gambar diri ini yang mau saya bahas.

Kadang, bacaleg itu pada masang gambar diri mereka di tempat yang bikin kita berteriak “why?!” kencang-kencang. Nah, ada empat tempat yang bikin saya nggak habis pikir, kenapa mereka kepikiran masang gambar diri mereka.

Plastik daging kurban

Okelah, sudah umum dan masih wajar ketika plastik daging kurban bertulis nama masjid atau ormas islam. Namun, saya juga menemukan ada plastik daging kurban berlabel logo partai, gambar bacaleg, nama bacaleg, nomor urut, lengkap beserta slogannya. Nggak habis pikir deh, mau berkelit bagaimanapun, pembagian daging kurban dengan cara seperti ini jelas bertujuan mengenalkan diri si bacaleg yang berujung menaikkan elektabilitas dan meraup suara.

Nah, cara seperti ini sebenarnya tidak efektif dan kreatif. Kenapa? Sebab tidak hanya bacaleg yang bisa berkurban dan tidak harus nyaleg biar bisa kurban. Banyak pedagang, petani, bahkan pelajar yang sekarang ini mampu dan mau berkurban.

Seorang bacaleg bagi-bagi daging kurban itu hal biasa, sama saja kok, seperti yang dilakukan kebanyakan rakyat biasa. Hla wong sudah semestinya pula, sebagai hamba yang menaati perintah agama untuk menunaikan kurban.

Jadi, jangan heran, jika rakyat juga biasa saja dan tidak begitu kagum dengan aksi para bacaleg yang satu ini. Lagi pula, mbok ya kalau mau berkurban itu pakai pertimbangan yang logis yaitu pemerataan daging kurban. Misalnya, berkurban di daerah yang lebih membutuhkan seperti pelosok, terpencil, tertinggal dan minim kurban. Bukan pertimbangan egois semacam berkurban hanya khusus untuk dapilnya saja. Hadeh.

Background HIK atau lapak PKL

Sebenarnya sah-sah saja sih, bacaleg memasang spanduk di warung-warung, apalagi kalau warung itu miliknya. Hanya saja, sebagai pembeli, kadang kita jadi risih dan terganggu. Kadang bikin makan jadi nggak fokus.

Baca Juga:

Dear, Pemilik Bengkel, Jangan Sembarangan Menempel Stiker di Kendaraan Kami. Nyebelin!

Pemeran Dirty Vote Bicara: Zainal Arifin Mochtar Buka-bukaan tentang Film Panas Pemilu 2024

Nah, ada pengalaman lucu yang saya alami ketika pergi ke sebuah HIK yang menggunakan spanduk bacaleg sebagai background. Malam itu, saya berdiri di depan mas-mas penjual HIK yang tengah sibuk meladeni pembeli lain. “Mas, aku es kampul satu ya!” ucapku disambut anggukan si mas-mas.

Saat saya menatap si mas penjual di tengah remang-remang lampu HIK-nya, tiba-tiba saya menangkap sosok Mbak X, tetangga yang sebentar lagi mau nyaleg, berdiri dan tersenyum kepadaku di belakang mas penjual. Sontak saja saya tersenyum membalas senyumannya.

Tapi, ada yang aneh ketika beberapa detik, Mbak X tak bergerak juga. Setelah kuamati dalam-dalam, ternyata itu spanduk Mbak X.

Duh, nggak habis pikir. Malu bukan kepalang, jadi kepikiran orang-orang yang melihatku mungkin jadi membatin “Ni orang kenapa senyum-senyum sendiri ya?”

Kaca atau pagar rumah

Kalau yang satu ini, biasanya terjadi saat bacaleg sudah ditetapkan menjadi caleg. Tiba-tiba kaca, jendela, dinding, pagar, atau gerbang di sisi-sisi rumah kita tertempel oleh stiker-stiker caleg.

Nggak habis pikir, saat memergokinya, stiker itu sudah merekat kuat banget. Padahal aksi satu ini melanggar fasilitas pribadi milik rakyat. Penempelan stiker caleg tanpa seizin pemilik rumah itu di mana logikanya sih wahai bapak ibu caleg yang hebat? Katanya mau melindungi dan memperjuangkan rakyat, tapi hak rakyat sekecil ini aja dilanggar.

Masalahnya, tidak semua orang ikhlas kaca rumahnya dikotori stiker bergambar caleg dengan pose garing dan monoton itu. Sebab belum tentu pemilik rumah adalah pemilih caleg yang ada di gambar itu. Kalau sudah begini kan, misalnya ada tamu dari jauh datang akan mengira rumah yang ditempeli stiker caleg X, berarti pendukung X. Ya jelas, belum tentu demikian.

Lagi pula, tau nggak sih bapak ibu caleg ini, melepaskan stiker caleg yang sudah tertempel itu pekerjaan susah. Perekatnya itu lho, bikin noda di kaca susah hilang. Merepotkan saja!

Fasilitas umum

Lagi-lagi gambar bacaleg sering nangkring di fasilitas umum. Nggak habis pikir, saking pengen dikenalnya oleh rakyat, banyak gambar bacaleg bertebaran di tiang listrik dan pohon-pohon rindang.

Cara ini memang sangat mudah membuat rakyat jadi tahu siapa yang mau nyaleg. Sebab, dari jarak jauh saja gambar si caleg sudah terlihat, apalagi berjejer banyak sekali.

Tapi, hal ini menodai pemandangan dan tidak sesuai aturan. Ayolah, bapak ibu caleg bisa lebih kalem sedikit kan untuk tidak menggelontor gambarnya di sembarang fasilitas umum?

Kalau mau nangkring ya nangkring aja, tapi mbok ya tau tempat lah. Kadang, yang rakyat jelata rasakan saat melihat gambar caleg nangkring sembarangan itu bukanlah atensi, melainkan emosi.

Yuk bisa yuk kreatif. Sosialisasikan diri kalian dengan cara yang sekiranya tidak merugikan pihak-pihak yang tak mau dilibatkan. Bisa kan? Bisa lah, kalau nggak bisa ya gimana ya.

Penulis: Diki Marlina
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Baliho Caleg Sudah Bertebaran: Udah Nyolong Start, Isinya pun Nggak Kreatif

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Juli 2023 oleh

Tags: bacalegkampanyepemilu 2024stiker
Diki Marlina

Diki Marlina

Ibu rumah tangga domisili Solo yang belajar menulis sejak 5 tahun yang lalu. Peduli akan isu sosial dan politik. Suka ngopi dan baca buku

ArtikelTerkait

Ketika Dosen dan Mahasiswa Bingung Memilih Capres 2024 untuk Pemilu 2024 (Unsplash)

Ketika Dosen dan Mahasiswa Bingung Memilih Capres 2024 untuk Pemilu 2024

29 Juni 2023
4 Nasihat dalam Upin dan Ipin yang Cocok buat Caleg Pemilu 2024

4 Nasihat dalam “Upin dan Ipin” yang Cocok buat Caleg Pemilu 2024

4 Januari 2024
Bocoran Jenis-jenis Ritual yang Dilakukan oleh Calon Pejabat Saat Musim Pemilu dari Dukun Gunungkidul

Bocoran Jenis-jenis Ritual yang Dilakukan oleh Calon Pejabat Saat Musim Pemilu dari Dukun Gunungkidul

17 November 2023
Dear Pak Zulhas, Bapak dan Partai Bapak Tolong Jangan Sering-sering Bikin Emosi

Dear Pak Zulhas, Bapak dan Partai Bapak Tolong Jangan Sering-sering Bikin Emosi

22 Desember 2023
Tiang listrik

5 Alasan Tiang Listrik Media Kampanye yang Lebih Efektik ketimbang Baliho

29 Oktober 2021
Unggah Foto di Medsos, Wajah Nggak Usah Ditutupi Pakai Stiker, dong!

Unggah Foto di Medsos, Wajah Nggak Usah Ditutupi Pakai Stiker, dong!

10 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Salah! Lebih dari 95% Penduduk Indonesia Tidak Mendukung Kemerdekaan

Jangan Salah! Lebih dari 95% Penduduk Indonesia Tidak Mendukung Kemerdekaan

26 Februari 2026
Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

22 Februari 2026
7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup Mojok.co

7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup

24 Februari 2026
Ilustrasi Bus Bagong Berisi Keresahan, Jawaban dari Derita Penumpang (Unsplashj)

Di Jalur Ambulu-Surabaya, Bus Bagong Mengakhiri Penderitaan Era Bus Berkarat dan Menyedihkan: Ia Jawaban dari Setiap Keresahan

20 Februari 2026
Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang Mojok.co

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

23 Februari 2026
Dosa Penjual Oseng Mercon, Makanan Khas Jogja Paling Seksi (Wikimedia Commons)

Dosa Penjual Oseng Mercon Menghilangkan Statusnya Sebagai Kuliner Unik, padahal Ia Adalah Makanan Khas Jogja Paling Seksi

23 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”
  • Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya
  • Sarjana Cumlaude PTN Jogja Adu Nasib ke Jakarta: Telanjur Syukuran Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Bulan Pertama Belum Turun
  • Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga
  • Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik
  • 8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.