Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Pandangan Norak Orang Luar Madura tentang Orang Madura yang Perlu Diluruskan

Puzairi oleh Puzairi
29 Januari 2026
A A
Tiga Tradisi Madura yang Melibakan Sapi Selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, Biar Obrolan Nggak Itu-Itu Aja

Tiga Tradisi Madura yang Melibakan Sapi Selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, Biar Obrolan Nggak Itu-itu Aja (Zahirul Aliwan via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Topik soal daerah asal biasanya jadi menu paling menarik kalau lagi ngobrol bareng teman lintas daerah. Dari situ biasanya obrolan melebar ke mana-mana, mulai dari flexing pariwisata, bandingin budaya, sampai adu nasib masalah sosial. Dari sekian banyak obrolan begini, saya menemukan pola yang cukup seragam, yaitu ketidaktahuan orang luar Madura tentang Madura ternyata sudah keterlaluan.

Banyak yang akhirnya ngaku kalau selama ini bayangan mereka tentang Madura tertutup kabut tebal stigma. Untungnya, sebagian bisa tercerahkan setelah diajak ngobrol.

Masalahnya, nggak semua orang mau update isi kepala. Ada juga yang tetap “batu” mempertahankan pandangan norak dan stigmatik. Di tengah dunia yang makin terhubung secara global, ternyata banyak yang cara mikirnya masih kolot, terutama kalau urusan melihat Madura.

Berikut beberapa pandangan norak orang luar terhadap orang Madura yang sering saya temui.

#1 Nggak tahu kalau Madura itu punya empat kabupaten

Di Madura ada empat kabupaten. Ini bukan pengetahuan yang disembunyikan oleh elit global, bukan juga konspirasi yang dihapus dari buku sejarah Indonesia, tapi masih saja banyak orang luar yang nggak tahu.

Saya sering dapat pertanyaan konyol dari teman non-Madura soal kejadian tertentu di Madura. Misalnya, ada kejadian di Kabupaten Bangkalan, tapi yang ditanya detail peristiwanya malah saya yang orang Sumenep. Ini jelas nggak nyambung. Jarak Sumenep ke Bangkalan itu setara jarak Surabaya-Lumajang. Sekarang pertanyaannya, apakah orang Surabaya tahu detail peristiwa yang terjadi di Lumajang? Ya belum tentu, kan!

Belum lagi kalau ngobrolin soal budaya. Memang ada beberapa budaya yang sama, tapi nggak semuanya seragam. Perubahan-perubahan sosial bikin tiap daerah berkembang dengan caranya masing-masing. Dalam cara bertutur, misalnya.

Dulu, saya dan beberapa teman-teman yang kuliah di Jawa sering diragukan kemaduraannya cuma karena tutur bahasa yang—menurut pikiran norak mereka—nggak menggambarkan Madura. Katanya “Kok bahasanya halus? Bukannya orang Madura bicaranya kasar, ya?” Di titik ini kelihatan banget mereka mainnya kurang jauh.

Baca Juga:

Reputasi Universitas Trunojoyo Madura Makin Menurun, bahkan Orang Madura Sendiri Mikir Dua Kali untuk Kuliah di Kampus Ini

Ironi Mahasiswa Madura di UNESA: Kena Roastingan Rasis Dosen Soal Suku, Malah Ditertawakan Mahasiswa Penjilat yang Cari Muka

BACA JUGA: Saya Tidak Pernah Memilih Lahir di Madura, tapi Kenapa Saya Terus-terusan Dihina? Apakah Salah Jadi Orang Madura?

#2 Menganggap orang Madura SDM rendah

Ini sering banget saya temui di media sosial. Sentimen soal orang Madura sebagai SDM rendah banyak tersebar di konten-konten, kolom komentar, dan mungkin juga menetap di alam bawah sadar orang luar. Meski memang, kalau bicara data, tingkat pendidikan di Madura itu konsisten jadi yang terendah di Jawa Timur, tapi itu nggak bisa dijadikan acuan mutlak buat menggeneralisasi.

Coba tengok realitas sedikit. Berapa banyak akademi berdarah Madura yang lagi berkarir di kampus-kampus besar? Kayaknya hampir nggak ada kampus di pulau Jawa yang nggak punya dosen asal Madura.

Belum lagi fakta kalau banyak penerbit buku independen kayak Diva Press, Basabasi, Cantrik Pustaka, dan Antinomi itu didirikan oleh pemuda asli Madura. Selain itu, komunitas-komunitas progresif juga tumbuh subur, mulai dari komunitas literasi, sastra, kesenian, sampai hobi, tinggal pilih aja sesuai selera!

Memang, kalangan akademisi, budayawan, dan aktivis ini masih minoritas, tapi seenggaknya ini membuktikan kalau anggapan SDM Madura itu rendah perlu ditinjau ulang.

Baca halaman selanjutnya

Rayap besi

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 30 Januari 2026 oleh

Tags: kabupaten di maduramaduramadura besistigma orang madurasumenep
Puzairi

Puzairi

Akademisi Gaya Bebas, berfokus pada pengembangan diri melalui jalur akademik formal namun tetap fleksibel dalam berpikir dan berkarya.

ArtikelTerkait

Sisi Terang Kuliah di Universitas Trunojoyo Madura yang Jarang Disadari Banyak Orang Mojok.co

Sisi Terang Kuliah di Universitas Trunojoyo Madura yang Jarang Disadari Banyak Orang

16 Mei 2025
Banyak Sekolah Dasar di Bangkalan Madura Jadi Tanah Sengketa, Bukti Bahwa Pemerintah Tak Bisa Kerja

Banyak Sekolah Dasar di Bangkalan Madura Jadi Tanah Sengketa, Bukti Bahwa Pemerintah Tak Bisa Kerja

13 Desember 2024
Nestapa Menggunakan Bus Akas Madura (Unsplash)

Nestapa Menggunakan Bus Akas Madura

2 Mei 2023
Desa Rajun Memang Banyak Kekurangan, tapi Paling Nyaman Se-Sumenep Mojok.co

Desa Rajun Memang Banyak Kekurangan, tapi Paling Nyaman Se-Sumenep

3 Mei 2024
Pengalaman Berkunjung ke Sumenep Madura: Suasananya Mirip Mojokerto di Masa Lalu bangkalan, madura

Masyarakat Hanya Fokus pada Stereotip Madura karena Kasus di Bangkalan, tapi Mereka Lupa Madura Juga Punya Sumenep yang Elegan nan Menawan

22 Januari 2025
Bangkalan Kabupaten Seribu Ketua: Organisasinya Banyak, Perubahannya Nol

Bangkalan Kabupaten Seribu Ketua: Organisasinya Banyak, Perubahannya Nol

12 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kulon Progo Terkesan Santai karena Warlok Tidak Banyak Pilihan Hidup, Bukan karena Menganut Slow Living Mojok.co

Kulon Progo Terkesan Santai karena Warlok Tidak Punya Banyak Pilihan Hidup, Bukan karena Menganut Slow Living

27 Maret 2026
ASN Rajin Adalah Tempat Sampah Buat Atasan (Shutterstock)

Kalau Kalian Masih Ingin Jadi ASN di Era Ini, Sebaiknya Pikir 2 Kali. Tidak, 3, 4, bahkan 100 Kali kalau Perlu

28 Maret 2026
ASN Deadwood Memang Sebaiknya Dipecat Saja!

Kalau Ada yang Bilang Semua ASN Kerjanya Nganggur, Sini, Orangnya Suruh Berantem Lawan Saya

30 Maret 2026
5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli

28 Maret 2026
Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

1 April 2026
Sisi Gelap Purwokerto yang Membunuh Wisatanya Sendiri (Unsplash)

Purwokerto Murah? Murah untuk Siapa? Kenapa Warga Asli Tidak Merasakannya?

27 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”
  • Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan
  • Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO
  • “Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja
  • Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi
  • Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.