Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

4 Sisi Positif Kos Syariah yang Jarang Kita Sadari karena Kita Sudah Kadung Skeptis dan Memandang Sebelah Mata  

Iqbal AR oleh Iqbal AR
4 Agustus 2025
A A
4 Sisi Positif Kos Syariah yang Jarang Kita Sadari karena Kita Sudah Kadung Skeptis dan Memandang Sebelah Mata  

4 Sisi Positif Kos Syariah yang Jarang Kita Sadari karena Kita Sudah Kadung Skeptis dan Memandang Sebelah Mata  

Share on FacebookShare on Twitter

Jika kita mendengar kos syariah, kita pasti akan langsung mikir bahwa kos-kosan yang nggak asyik, kos-kosan yang terlalu banyak aturan, kos-kosan yang sebaiknya dihindari. Bahkan kos-kosan syariah juga kerap dianggap sebagai kos-kosan yang nggak toleran, kos-kosan yang pilih-pilih, yang mau nerima golongan-golongan tertentu saja.

Anggapan di atas sah-sah saja. Toh, kenyataannya kadang memang begitu. Kos syariah memang bukan kos-kosan yang asyik, apalagi kalau dibandingkan dengan kos LV. Kos ini juga bukan kos-kosan yang toleransinya rendah, seperti kos campur pada umumnya. Dan, kos ini juga nggak menerima sembarang orang. Ada kualifikasi tertentu untuk bisa menempati kos ini. Sepasang kekasih yang belum menikah jelas nggak bisa sewa kamar di kos jenis ini.

Kepikiran aja sebaiknya nggak. Aneh.

Masalahnya, orang-orang terlalu fokus dengan hal-hal “negatif” atau dengan hal-hal yang “nggak enak” dari kos syariah. Padahal yang nggak mereka sadari, kos ini punya hal-hal positif. Sayang, hal-hal positif ini kayak ketutupan oleh semua skeptisme dan pandangan sebelah mata. Maka dari itu, saya akan beri tahu lagi apa-apa saja hal-hal atau sisi positif dari kos ini.

Kos syariah itu cukup menjunjung tinggi kedisiplinan

Salah satu hal pertama yang kelihatan dari kos syariah adalah adanya aturan yang ketat. Aturan yang ketat inilah yang kadang bikin banyak orang merasa bahwa kos ini adalah kos-kosan yang nggak asyik. “Orang ngekos itu penginnya lebih bebas, bukan malah diatur-atur lagi”, mungkin begitu kata mereka.

But, somehow, aturan-aturan di kos syariah ini sebenarnya baik. Aturan-aturan yang dianggap ketat ini justru melatih kedisiplinan kita sebagai anak muda. Misalnya, kita sudah harus bangun/tidur di jam tertentu, kita nggak boleh pulang lebih dari jam sekian, nggak boleh bawa teman lawan jenis, dsb, dsb. Itu semua sebenarnya untuk melatih kedisiplinan kita.

Ada yang bilang ini pengekangan. Ya nggak, dong! Kan kalau merasa terkekang tinggal cabut dan cari kos lain. Iya, kan?

Cenderung lebih aman ketimbang kos-kosan lain

Dari aturan-aturan yang dianggap ketat tersebut, nggak heran jika kos syariah itu cenderung lebih aman dari kos-kosan yang lain. Ini aman dari berbagai hal. Dari ancaman maling misalnya, kos ini cenderung lebih aman karena selain nggak sembarang orang bisa keluar-masuk, akses dan lingkungannya lebih tertutup dari kos-kosan lain. Maling biasanya akan lebih susah untuk beraksi.

Baca Juga:

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal

Selain itu, kos ini juga aman untuk para orang tua yang khawatir dengan anaknya yang merantau. Carikan saja kos syariah, suruh ngekos di sana. Meskipun nggak bisa mengontrol 24/7, tapi setidaknya kekhawatirannya agak menurun, lah. Sebagai orang tua jadi nggak terlalu khawatir dengan banyak hal.

Ya meskipun harus diakui, bahwa terkadang ancaman itu ada saja pintu masuknya. Tempat yang dikira paling aman juga kadang kebobolan juga. Itulah mengapa saya pakai kata “cenderung”, bukan “pasti”.

Biasanya lebih ramah anak, apalagi jika dibandingkan kos pasutri non syariah

Di level kos-kosan untuk pasutri, kos pasutri yang syariah itu biasanya cenderung lebih ramah anak ketimbang kos pasutri yang non syariah. Indikatornya sederhana. Kos syariah (pasutri) punya aturan yang ketat. Calon penghuninya benar-benar diseleksi. Lingkungannya juga benar-benar dijaga.

Selain itu, ada aturan-aturan semacam kawasan bebas asap rokok dan bebas dari minuman beralkohol. Kawasan bebas asap rokok dan alkohol ini jelas jadi nilai plus, apalagi buat mereka yang punya atau bawa anak. Sementara kita tahu sendiri, kos pasutri yang non syariah ini bukan hanya nggak punya aturan soal asap rokok dan alkohol, kadang lingkungannya juga agak kurang bagus.

Punya kegiatan-kegiatan positif tertentu untuk penghuni kos

Saya pernah cukup terkejut ketika mendengar bahwa beberapa kos syariah itu punya agenda atau kegiatan khusus untuk para penghuninya. Salah satu teman sekelas saya di kampus pernah cerita, bahwa di kosnya, sebuah kos-kosan syariah (muslim only, kos cewek), punya agenda ngaji tiap selesai salat subuh dan salat maghrib. Saya terkejut, dan baru tahu bahwa ternyata kos-kosan bisa dimodel seperti ini.

Bagi sebagian orang, hal-hal begini tuh nilai plus banget. Kos-kosan yang mengadakan agenda positif seperti ngaji ini layak diapresiasi. Buat orang-orang perantau yang agamis, punya keimanan yang cukup kuat, ngekos di kos syariah kayak gini tuh emang paling bener. Kebutuhan jasmani-rohani dan dunia-akhirat bisa tercukupi dan seimbang gitu.

Maka dari itu, empat hal positif tentang kos syariah di atas itu sekaligus jadi bukti, bahwa kos ini nggak sejelek yang kita kira. Anggapan bahwa kos ini nggak asyik dan negatif itu nggak lain dan nggak bukan karena kitanya yang skeptis, kitanya yang nggak mau cari tahu lebih dalam dan memahami dengan lebih bijak. Iya, kan?

Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pengalaman Setahun Lebih di Kos LV: Tempatnya Kumuh, dan Selalu Denger Suara Desahan di Malam Hari

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Agustus 2025 oleh

Tags: kos lvkos syariah
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Kos LV di Jogja Isinya Maksiat, tapi Tetap Laku Diburu Mahasiswa (Unsplash) kos campur

Pindah dari Kos LV ke Kos Campur Ternyata Keputusan Buruk, Bukannya Tenang dari Desahan, Malah Tambah Sengsara

29 Januari 2026
Pengalaman Saya sebagai “Anak Baik-baik” Tinggal di Kos LV Jogja yang Penuh Drama Mojok.co

Pengalaman Saya sebagai “Anak Baik-baik” Tinggal di Kos LV Jogja yang Penuh Drama

23 Maret 2025
Kos LV di Jogja Isinya Maksiat, tapi Tetap Laku Diburu Mahasiswa (Unsplash) kos campur

Pengalaman Tinggal di Kos LV Jogja dan Melihat Langsung Mahasiswa Rela Membayar Mahal demi Maksiat dan Kebebasan

16 Mei 2025
Geliat Kos LV Malang: Belum Setenar, Seheboh, dan “Tersentralisasi” Kos LV Jogja, tapi Sama-sama Dianggap Meresahkan  

Pengalaman Setahun Lebih di Kos LV: Tempatnya Kumuh, dan Selalu Denger Suara Desahan di Malam Hari

29 Juli 2025
Seturan dan Babarsari, Padukuhan Kiblat Kehidupan Bebas Yogyakarta Mojok.co

Seturan dan Babarsari, Padukuhan Kiblat Kehidupan Bebas Yogyakarta

22 Maret 2026
Selain Urusan Moral, Inilah 5 Dosa Kos LV yang Sulit Dimaafkan Mojok.co

Selain Urusan Moral, Inilah 5 Dosa Kos LV yang Sulit Dimaafkan

24 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

20 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026
Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.