Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Serial

4 Pesan Drakor Juvenile Justice yang Penting untuk Parenting

Maria Monasias Nataliani oleh Maria Monasias Nataliani
1 Maret 2022
A A
4 Pesan Drakor Juvenile Justice yang Penting untuk Parenting Terminal Mojok.co

4 Pesan Drakor Juvenile Justice yang Penting untuk Parenting (Akun Instagram Netflix Korea)

Share on FacebookShare on Twitter

Tuntas sudah saya binge watching menghabiskan 10 episode Juvenile Justice. Drakor bertema hukum yang sedang tayang di Netflix ini emang terbukti greget parah. Dari segi jalan cerita sampai acting pemainnya sudah nggak perlu diragukan lagi. Buat kalian yang belum nonton, yuk lah segerakan.

Sebagai gambaran, drakor ini berfokus pada pendekatan hukum kasus-kasus kejahatan remaja. Seperti apa peradilan remaja, rehabilitasi setelah vonis, hingga kausa yang melatarbelakangi kejahatan remaja menjadi beberapa pokok penting drakor ini. Dimainkan secara apik oleh Kim Hye Soo, Kim Moo Yul, Lee Sung Min, Lee Jung Eun, dan sederet aktor berbakat lainnya. Buat kalian yang doyan courtroom drama, Juvenile Justice adalah pilihan yang tepat. Layaknya drakor lain yang pernah ada, Juvenile Justice nggak cuma menawarkan hiburan, tapi juga pesan-pesan penting yang bisa ditangkap penonton.

(((Lantaran ulasan berikutnya mengandung spoiler, silakan dilanjut dulu nontonnya sebelum membaca.)))

#1 Pentingnya pendampingan orang tua

Alih-alih berbelas kasih pada pelaku kejahatan yang masih remaja, hakim Shim Eun Sook (Kim Hye Soo) justru benci banget sama mereka. Hakim Shim beberapa kali mengatakan betapa beraninya mereka di usia yang masih belia itu melakukan tindak kriminal.

Hakim Shim Eun Sook (Akun Instagram Netflix Korea)

Satu hal yang drakor ini coba perlihatkan adalah betapa pentingnya keterlibatan orang tua dalam membimbing seorang anak. Perbuatan anak nggak semata-mata bersumber dari buah pikirnya, tapi juga pengaruh dari lingkungan, dan utamanya asuhan orang tua.

Terdakwa Yeonhwa Child Murder Case, Han Ye Eun, adalah salah satu karakter yang menggambarkan hal itu. Ia berasal dari keluarga berada, tapi nggak punya sosok orang dewasa yang membimbingnya. Kedua orang tuanya tinggal di luar negeri. Ketika sidang sampai dikirim ke penjara pun, mereka nggak muncul.

Ketidakpedulian orang tua pada anak juga terjadi pada karakter Choi Yeong Na yang nekat kabur dari rumah rehabilitasi. Niatnya mendatangi sang ibu justru mendapat penolakan. Bahkan ketika ia dipukul habis-habisan oleh pasangan baru ibunya, sang ibu justru memalingkan muka.

Hakim Cha Tae Ju (Kim Moo Yul) pun nyaris nggak bisa bangkit dari masa lalu yang buruk jika bukan karena peran hakim Kang (Lee Sung Min), pendamping hukumnya. Cha yang masih remaja dan nggak punya figur orang tua yang baik, dibentuk menjadi orang yang lebih baik oleh hakim Kang.

Baca Juga:

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

3 Sisi Gelap Jembatan Suramadu yang Bikin Wisatawan Enggan Balik Lagi ke Madura

#2 Peliknya KDRT pada anak

Kekerasan yang dilakukan orang tua terhadap anak itu dampaknya berat banget. Selain kehilangan figur orang dewasa yang baik, KDRT nyatanya bikin anak terjebak kebingungan antara patuh atau bertahan menyelamatkan diri sendiri.

Hakim Cha yang dulu pernah mengalami kekerasan dari sang ayah, dipukuli ketika ayahnya mabuk, terlihat sangat berempati ketika mantan narapidana remaja, Seo Yu Ri yang mendapat perlakuan sama. Ayah Yu Ri berkilah kekerasan yang ia lakukan atas dasar didikan. Padahal, yang didapat Yu Ri adalah pukulan bertubi-tubi dan permintaan sejumlah uang untuk ayahnya.

Hakim Cha Tae Ju (Akun Instagram Netflix Korea)

Sedihnya lagi, nenek Yu Ri yang mengetahui KDRT itu justru membela sang anak alias ayah Yu Ri. Di satu sisi, sang nenek nggak mau Yu Ri tersakiti lagi. Tapi di sisi lain, ia nggak mau melihat sang anak dihukum.

Meskipun pada akhirnya ayah Yu Ri dihukum, perkataan hakim Cha pada hakim Shim berikut nggak mudah dilupakan, “Children who suffer from domestic abuse never grow up that moment in their life. Ten years? Twenty years? Time will pass by, but they are just stuck in that time, remaining as an abused child.”

#3 Setiap anak berharga di mata orang tuanya

Dalam 2 episode pertamanya, kita akan dibawa pada kasus pembunuhan anak. Korban adalah murid SD bernama Yun Ji Hu, sedangkan pelakunya dua orang pelajar, Baek Seong U dan Han Ye Eun. Pada persidangan pertama Seong U, sang ibu nggak mendampingi karena harus bekerja. Alih-alih menyesal dan merasa bersalah, ibu Seong U justru membela anaknya. Nggak pernah sekalipun meminta maaf pada keluarga korban.

Hakim Shim yang geregetan bahkan sampai membentak ibu Seong U. Pun ketika Seong U mendapat vonis finalnya, ibu Seong U justru mendatangi hakim, marah-marah nggak terima dengan keputusan hakim. Menonton adegan ini asli bikin saya gemes.

Sampai kemudian hakim Shim bertanya pada ibu Seong U, “What did you do for Seong U when he was nine? When Ji Hu was nine, Ji Hu’s mother lost her child because of your son.”

Hakim Shim menekankan pada ibu Seong U bahwa anaknya bersalah. Orang tua harus bisa menerima fakta itu. Meskipun anak adalah yang terbaik buat orang tuanya, kita juga mesti ingat bahwa anak-anak lain juga berharga di mata para orang tua di luar sana.

#4 Jujur dan berintegritas

Setelah diangkat dalam drakor Melancholia, kasus kebocoran soal ujian SMA di Korea Selatan juga nangkring di Juvenile Justice. Selain pihak sekolah, para murid yang terlibat juga diinvestigasi. Sayangnya, salah satu murid yang terbukti bersalah adalah Kang Sin U, anak hakim Kang.

Salah satu adegan di drama Korea Juvenile Justice (Akun Instagram Netflix Korea)

Konsekuensi dari kejahatan itu nggak cuma diterima Sin U, tapi berimbas banget sama kredibilitas hakim Kang. Meskipun pada awalnya mencoba menutupi kasus sang anak, hakim Kang akhirnya tersadar. Ketidakjujuran Sin U mengakibatkan efek domino yang sangat merugikan bagi sang ayah. Hakim Kang akhirnya memilih mundur dari kursi hakim, mundur dari pencalonan kandidat politik, hingga merelakan impiannya menggodok RUU Kejahatan Remaja.

Dari kasus ini, kita seperti diingatkan untuk jujur meski dalam perkara terkecil sekalipun. Sebab kita nggak akan tahu konsekuensi dari kelalaian atau kesalahan kita itu bagi orang-orang terdekat yang kita sayangi.

Nah, itu tadi 4 pesan penting yang bisa penonton dapatkan dari drakor hits yang lagi tayang ini. Nggak melulu sebagai medium entertainment, drakor juga bisa jadi tempat belajar nilai-nilai kehidupan. Iya, kan?

Penulis: Maria Monasias Nataliani
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 Maret 2022 oleh

Tags: Anakjuvenile justiceOrang TuaParentingpilihan redaksi
Maria Monasias Nataliani

Maria Monasias Nataliani

Part-time writer. Full-time doctor. Menggemari Haruki Murakami, Park Chan Wook, dan iced-Americano.

ArtikelTerkait

Bukan Mail, Ternyata Karakter Paling Dewasa dalam Serial Upin Ipin Adalah Susanti susanti upin ipin wn malaysia

Susanti, Sudah Nggak Usah Balik ke Indonesia, kalau Mau Balik, Sehabis Pemilu 2029 Aja

15 Februari 2025
Pokoknya Saya Lebih Suka Ngopi di Starbucks daripada di Angkringan terminal mojok.co

Pokoknya Saya Lebih Suka Ngopi di Starbucks daripada di Angkringan

12 Januari 2022
Kopi Kenangan, Akankah Berakhir seperti Mantan?

Kopi Kenangan, Akankah Berakhir seperti Mantan?

29 Juni 2023
Rekomendasi Kuliner Non-Jawa yang Harus Kamu Coba di Jogja terminal mojok

Rekomendasi Kuliner Non-Jawa yang Harus Kamu Coba di Jogja

9 November 2021
Keluh Kesah Tinggal di Cibarusah, Kecamatan di Ujung Kabupaten Bekasi

Keluh Kesah Saya 20 Tahun Tinggal di Cibarusah, Kecamatan di Ujung Kabupaten Bekasi

11 Maret 2025
Memetakan Perjalanan Orang Tua Mencari Pendidikan Berkualitas untuk Anak terminal mojok.co

Memetakan Perjalanan Orang Tua Mencari Pendidikan Berkualitas untuk Anak

25 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja Mojok.co

Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja

22 Februari 2026
4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang

20 Februari 2026
Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

24 Februari 2026
Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada Mojok.co

Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada

21 Februari 2026
Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

25 Februari 2026
Jalan Kertek Wonosobo, Jadi Pusat Ekonomi tapi Bikin Sengsara (Unsplash)

Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo Mematikan, tapi Pemerintah, Warga, hingga Ahli Klenik Saja Bingung Cari Solusinya

24 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”
  • Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya
  • Sarjana Cumlaude PTN Jogja Adu Nasib ke Jakarta: Telanjur Syukuran Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Bulan Pertama Belum Turun
  • Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga
  • Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik
  • 8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.