4 Ikan Asin Terbaik untuk Resep Nasi Liwet Sunda – Terminal Mojok

4 Ikan Asin Terbaik untuk Resep Nasi Liwet Sunda

Artikel

Muhammad Ridwansyah

Di kampung saya, acara ngaliwet diselenggarakan seminggu sekali. Tujuan kami mengadakan acara ini biasanya untuk mempererat silaturahmi antarwarga. Apalagi ngaliwet sudah menjadi budaya. Namun, yang sering jadi masalah adalah pihak panitia kadang kebingungan ketika menentukan lauk-pauknya, terutama ikan asin.

Saya pernah bertanya ke kampung sebelah, apakah mereka sering kebingungan juga? Mereka menjawab iya. Bahkan sampai sering berdebat. Nah saya curiganya begini, jangan-jangan orang Sunda di daerah lain berdebat juga masalah ikan asin ini.

Kebetulan, saya adalah salah satu panitia acara ngaliwet yang bertugas sebagai orang yang menentukan lauk-pauknya. Dan bagi saya mudah untuk memutuskan ikan asin mana yang harus dibeli. Caranya yaaa tinggal kumpulin saja uang dari para peserta, lalu disesuaikan dengan bujet yang ada. Atau cara lainnya tinggal variasikan saja jenis ikan asinnya.

Oleh karena ngaliwet sudah menjadi tradisi orang Sunda, maka saya ingin merekomendasikan beberapa ikan asin agar kalian nggak kebingungan memilihnya.

Ikan asin buleud

Ini adalah jenis ikan asin yang tergolong murah. Biasanya satu bungkus berisi tujuh atau delapan ikan dengan harga Rp 5 ribuan, sedangkan satu kilonya berkisar Rp 60 ribuan. Kalau acara ngaliwet di kampung kalian diikuti banyak peserta, maka beli saja ikan asin jenis ini sebanyak satu kilo. Kalau kurang dari sepuluh orang, tiga bungkus sudah cukup.

Ikan asin buleud ini baunya nggak begitu menyengat. Tinggal dibersihkan saja, lalu digoreng. Usai menggoreng ikan asin yang satu ini, saya sarankan langsung menggoreng tempe dan tahu. Sebab, bekas minyak gorengnya menambah kelezatan tempe dan tahu.

Ikan asin sepat

Jenis ikan asin ini paling mudah didapatkan di warung. Biasanya, satu bungkus berisi lima atau enam ekor ikan dengan harga Rp 6 ribuan. Harga satu kilonya sama seperti ikan asin buleud. Jujur saja, ikan asin sepat agak bau. Makanya jika belanja ke warung, ikan asin jenis ini seringnya disimpan dalam kulkas.

Saya pribadi sebenarnya kurang suka dengan ikan asin sepat. Tapi karena teman-teman saya banyak yang suka, maka saya rekomendasikan. Nah, saya mau memberi sedikit tips agar acara ngaliwet kalian terbilang enak dengan ikan asin ini sebagai salah satu lauk-pauknya.

Jenis ikan asin yang satu ini lebih cocok ditemani dengan sambal cabai hijau, bukan sambal cabai merah yang biasa kita bikin. Makanya jangan salah kaprah. Sebab, nggak semua jenis ikan asin harus pakai cabai merah. Coba saja makan ikan asin sepat dengan sambal cabai hijau terus dicampur kecap. Rasanya lebih mantap.

Ikan asin teri

Meski ikan asin ini berukuran kecil, manfaatnya nggak kecil kok. Salah seorang teman saya pernah mengatakan bahwa ikan asin teri ini kaya nutrisi bagi kesehatan dan bermanfaat membantu fungsi otak. Jadi jangan dianggap remeh si kecil ikan teri yaaa.

Ikan teri ini sebenarnya agak jarang disukai sama pihak penyelenggara acara ngaliwet lantaran bentuknya yang kecil. Tapi saran saya, nggak ada salahnya kalian mencoba resep nasi liwet dengan ikan asin teri ini. Orang-orang di kampung saya waktu pertama kali ngaliwet dengan ikan teri langsung ketagihan dong. Lagi pula, ikan asin teri harganya sama kayak ikan asin buleud dan tentu mudah didapat. Serius, coba saja.

Ikan asin peda

Nah ikan asin yang satu ini cukup elite lantaran harganya yang mahal. Favorit saya mah sudah pasti ikan asin peda. Saya rasa harganya yang cukup mahal sebanding dengan kandungan gizi yang ada di dalam ikan ini. Ikan peda ini memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan tiga jenis ikan di atas. Kandungan proteinnya sebesar 17-20%.

Nasi liwet kalau duet sama ikan asin peda, beuh gabungan rasa dan aromanya spesifik banget. Ikan asin peda kan memiliki tekstur yang cheesy meski kadang ada aroma sedikit tengik. Khusus bapak-bapak di kampung saya, ikan ini idaman mereka. Tapi ya ada juga yang nggak suka sama ikan ini karena terlalu asin.

Nah, dengar-dengar, beberapa chef di restoran berbasis makanan barat mulai mempertimbangkan ikan peda sebagai salah satu bahan utama menu masakan mereka. Hal ini lantaran kepopuleran nasi liwet khas Sunda. Saran saya sih kalau bujet ngaliwet kalian besar, utamakan ikan asin peda ini sebagai lauk. Ingat gizi dan proteinnya nggak main-main. Sedangkan kalau bujet ngaliwet kalian sedikit, beli saja ikan asin buleud, sepat, dan teri. Selamat mencoba!

BACA JUGA Ngaliwet, Tradisi Khas Sunda yang Dirindukan Saat Pulang Kampung dan tulisan Muhammad Ridwansyah lainnya.

Baca Juga:  3 Tips Wawancara dengan HRD di Masa Pandemi
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
4


Komentar

Comments are closed.