Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

4 Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Tukang Pijat dari Perspektif Pelanggan

Suzan Lesmana oleh Suzan Lesmana
29 Juni 2022
A A
4 Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Tukang Pijat dari Perspektif Pelanggan Terminal Mojok

4 Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Tukang Pijat dari Perspektif Pelanggan (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Agak nyebelin kalau ketemu tukang pijat yang kayak gini, nih.

Saudara pasti sepakat jika hidup kita tak jauh dari kata capek setelah beraktivitas seharian atau sepekan bekerja. Hal ini sangat manusiawi mengingat kita bukan robot. Dan tak dimungkiri, hidup di dunia memang tempatnya capek, baik capek pikiran maupun capek fisik.

Banyak cara yang dilakukan orang untuk menghilangkan rasa capek tersebut. Kalau sedang capek pikiran, biasanya orang akan memilih untuk kongkow dengan sirkel pertemanan di warung kopi. Namun, ada juga yang memilih pergi wisata ke Puncak, Bogor, atau tempat-tempat lainnya sekadar untuk healing.

Sementara itu, fisik yang capek bisa saja dibawa beristirahat dengan cara tidur. Biasanya saat bangun pagi keesokan hari badan akan jadi lebih segar. Namun, ada lagi cara paling jitu untuk menghilangkan letih pada badan dan ini sudah dilakukan nenek moyang kita sejak dulu, yakni dengan cara dipijat.

Saya sendiri punya langganan tukang pijat yang biasa datang ke rumah. Biasanya saya rutin dipijat setidaknya 1 bulan sekali. Kenikmatan dipijat itu hadir saat otot-otot sedang kaku-kakunya, misalnya akibat peredaran darah yang kurang lancar.

Sejauh ini sudah banyak tukang pijat yang pernah memijat badan saya. Layaknya manusia biasa, tukang pijat juga punya karakter masing-masing, ada yang punya pembawaan menyenangkan sehingga pelanggan merasa puas, namun ada juga yang kurang menyenangkan sehingga saya enggan memakai jasanya kembali. Setidaknya, ada empat hal yang sebaiknya nggak dilakukan tukang pijat agar pelanggan nggak kapok memakai jasanya.

#1 Menerima panggilan telepon permintaan pijat saat sedang fokus memijat pelanggan

Saya pernah mengalami kejadian pertama ini. Saat sedang enak-enaknya dipijat, eh, HP si tukang pijat yang saya panggil ke rumah tiba-tiba berbunyi. Blio yang tadinya sedang memijat saya pun izin untuk mengangkat telepon yang masuk. Sayup-sayup terdengar panggilan pijat dari pelanggan lainnya.

Setelah menerima telepon dari pelanggan lain, blio kembali memijat saya. Namun, saya merasa blio jadi terburu-buru setelah menerima telepon karena harus pergi ke rumah pelanggan yang lain. Sejak saat itu saya nggak pernah memanggilnya lagi ke rumah.

Baca Juga:

5 Kebiasaan Barista yang Sebaiknya Dihindari supaya Pelanggan Semakin Nyaman

5 Dosa Pelanggan Rumah Makan yang Bikin Orang Lain Kesal

Sebenarnya mengaktifkan HP saat tengah memijat pelanggan sah-sah saja, sih. Tapi mbok ya dilihat-lihat dulu dong sekiranya masih menangani pelanggan usahakan untuk nggak mengangkat atau membalas pesan dulu. Kalau sudah selesai sesi pijatnya, baru deh silakan kalau mau angkat telepon atau sekadar balas WA.

#2 Terlalu banyak promosi keunggulan diri sendiri

Bukannya fokus memijat, saya pernah bertemu tukang pijat yang malah mempromosikan dirinya sendiri. Katanya blio sudah berpengalaman memijat di mana-mana, dipanggil pejabat X lah, ditunggu sama pengusaha Z lah, dll. Padahal kalau memang blio seterkenal itu, ya mending pijat saja saya sebaik-baiknya.

Percayalah, kalau memang pijatannya enak, pelanggan yang puas akan dengan senang hati mempromosikan ke orang-orang di sekitarnya. Kalau bahasa kerennya kekuatan word of mouth lah alias dari mulut ke mulut. Dan kekuatan promosi dari mulut ke mulut ini terbukti efektif di lapangan, lho.

#3 Membandingkan diri sendiri dengan tukang pijat lainnya

Kadang kala ada tukang pijat yang tanpa dia sadari telah membanding-bandingkan dirinya dengan tukang pijat lain. Entah apa maksudnya begitu. Kalau untuk menaikkan kualitas diri, saya pikir seharusnya bukan si tukang pijat yang mengucapkannya, kecuali kalau blio ditanya dan diajak ngobrol oleh pelanggannya.

Kalau dilihat dari perspektif pelanggan, agak bingung juga, sih, mengingat kita yang sedang dipijat olehnya. Jadi, untuk para tukang pijat di luar sana yang suka membanding-bandingkan diri sendiri dengan tukang pijat lainnya, hentikan kebiasaan itu. Biarkan pelanggan yang menyimpulkan siapa yang pas untuk mereka.

#4 Terlalu banyak bercerita kehidupan sendiri padahal tidak ditanya pelanggan

Selain mempromosikan diri sendiri secara berlebihan, ada satu hal lagi yang sebaiknya nggak dilakukan, yakni terlalu banyak bercerita soal kehidupannya sendiri kepada pelanggan. Biasanya yang diceritakan bermacam-macam, bisa soal awal mula kariernya dalam dunia pijat hingga soal keluarganya.

Sayangnya, nggak semua pelanggan senang dengan cerita-cerita semacam ini. Bisa jadi pelanggan cuma pengin dipijat, bukan mendengarkan cerita. Lha, wong badannya yang pegel dan capek, kok, obatnya ya hanya dipijat sebaik-baiknya, bukan malah jadi bahan dengerin curhatan.

Setidaknya itulah empat hal yang sebaiknya nggak dilakukan tukang pijat dari perspektif saya sebagai pelanggan. Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, sebagai pelanggan, saya memakai jasa tukang pijat supaya rasa pegel dan capek di badan bisa hilang, bukan malah jadi tambah mumet dengan hal-hal menyebalkan di atas, kan?

Penulis: Suzan Lesmana
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Pengalaman Pahit dan Manis Menjadi Menantu Tukang Pijat Andal.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Juni 2022 oleh

Tags: pelangganpijattukang pijat
Suzan Lesmana

Suzan Lesmana

Seorang MC yang suka menulis sejak pandemi

ArtikelTerkait

4 Kelemahan Circle K yang Sebenarnya Sepele, tapi Bikin Pelanggan Jengkel Mojok.co

4 Kekurangan Circle K yang Sebenarnya Sepele, tapi Bikin Pelanggan Jengkel

10 Oktober 2024
Sisi Gelap Penjual Angkringan yang Perlu Diwaspadai, Pelanggan Sebaiknya Hati-Hati Mojok.co angkringan jogja angkringan di kediri

Sisi Gelap Penjual Angkringan yang Perlu Diwaspadai, Pelanggan Sebaiknya Hati-Hati

21 Februari 2024
Dear Pemilik Kedai Kopi, Model Kursinya Jangan Panjang Semua, dong. Nggak Semua Pelanggan Kalian Datang Rombongan, lho

Dear Pemilik Kedai Kopi, Model Kursinya Jangan Panjang Semua, dong. Nggak Semua Pelanggan Kalian Datang Rombongan, lho

3 November 2023
Mempertanyakan Standar Toilet Coffee Shop: Jangan Sampai Antrean di Toilet Lebih Panjang daripada Antrean di Kasir

Mempertanyakan Standar Toilet Coffee Shop: Jangan Sampai Antrean di Toilet Lebih Panjang daripada Antrean di Kasir!

22 Desember 2023
Bravo Supermarket, Tempat Belanja Underrated yang Bisa Menyaingi Transmart

3 Tipe Pelanggan Supermarket yang Bikin Kasir dan Pelanggan Lain Geram dan Malu, Norak!

3 Agustus 2024

Kami Paham bahwa Pelanggan Adalah Raja, tapi Customer Service Juga Manusia

29 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

30 Januari 2026
Malang Hari Ini Adalah Definisi Cantik tapi Toxic (Unsplash)

Sisi Gelap Malang Hari ini: Masih Cantik, tapi Semakin Toxic

25 Januari 2026
5 Kebohongan Malang yang Perlu Sedikit Diluruskan Mojok.co

5 Kebohongan Malang yang Perlu Sedikit Diluruskan

25 Januari 2026
Jalan Mayjen Jonosewojo Surabaya Kawasan Elite, Kualitas Jalan Sulit: Daerah Mahal kok Aspalnya Rusak!

Jalan Mayjen Jonosewojo Surabaya Kawasan Elite, Kualitas Jalan Sulit: Daerah Mahal kok Aspalnya Rusak!

29 Januari 2026
3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan Mojok.co

3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan

29 Januari 2026
8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut sebagai Jurusan Paling Green Flag Mojok.co

8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut Jurusan Paling Green Flag

27 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.