Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Hal yang Saya Benci dari Tukang Parkir di Solo

Imanuel Joseph Phanata oleh Imanuel Joseph Phanata
20 Oktober 2025
A A
4 Hal yang Saya Benci dari Tukang Parkir di Solo

4 Hal yang Saya Benci dari Tukang Parkir di Solo (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Siapkan mental kalian kalau ke Solo dan bertemu tukang parkir kayak gini…

Kota Solo dari tahun ke tahun makin ramai pengunjung. Wajar sih mengingat Solo adalah kota wisata. Kalau dulu mau bepergian naik motor atau mobil di Kota Solo tak butuh waktu lama karena jarang macet, sekarang? Jangan ditanya. Gelar “kota slow living” yang sering dibilang orang sepertinya sudah tak cocok disematkan pada kota ini.

Soalnya sekarang mau keluar di hari biasa saja kena macet di jalan. Apalagi di siang hari saat matahari lagi terik-teriknya, emosi bisa naik sebelum kita sampai tujuan. Belum lagi saat malam Minggu atau musim liburan tiba, jalanan kota ini tambah sesak dengan banyaknya pelanggar lalu lintas.

Fenomena ini diikuti juga dengan makin banyaknya tukang parkir nakal, baik yang ilegal maupun resmi di kota ini. Ada kejadian yang saya alami dan sudah dua tahun ini saya memendam uneg-uneg mengenai tukang parkir di Solo yang makin lama bikin kita menarik napas panjang. Iya saya tahu, nggak semua menyebalkan, tapi jujur saja kebanyakan begitu.

Dalam tulisan kali ini saya mau bercerita kejadian yang saya alami berkaitan dengan tukang parkir di Solo yang bikin saya jengkel sekaligus benci. Anggap saja tulisan ini sebagai panduan mental bagi kalian yang mau liburan ke sini biar nggak kaget waktu ketemu tukang parkir yang saya maksud ini.

#1 Baru datang ketika pengendara sudah mau pergi

Tukang parkir model begini adalah yang paling sering saya temui di Kota Solo, apalagi waktu lagi bawa mobil. Pernah suatu kali saya mampir ke tempat makan yang cukup ramai. Saya sudah muter-muter cari tukang parkir di sekitar sana, tapi nggak ada satu pun yang muncul.

Akhirnya, saya parkir sendiri. Susah-susah cari celah, atur posisi mobil. Murni usaha pribadi tanpa bantuan siapa pun.

Begitu selesai makan dan mau pergi, tiba-tiba… PRIIITTT! Ada suara peluit dari antah berantah disusul teriakan, “Ayo, kosong! Kosong!” Tak lama kemudian tukang parkir muncul di samping belakang mobil. Saya jelas kaget. Wong tadi nggak ada siapa-siapa di parkiran, kok ndadak muncul.

Baca Juga:

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

Sisi Gelap Purwokerto, Kota Seribu Curug yang Membuat Wisatawan Tidak Mau Kembali

Awalnya saya pikir cuma kebetulan, tapi ternyata kejadian seperti ini sering banget terjadi. Makin ke sini, saya sadar mungkin memang itu strateginya, yaitu nongol cuma saat kendaraan mau keluar. Dan anehnya, bukan cuma di satu tempat. Di beberapa titik lain di Kota Solo sama saja. Tukang parkir ini kayak punya grup WhatsApp bernama “Muncul Parkir Pas Pergi Squad”.

#2 Tukang parkir di Solo keluarin motor tapi nggak lihat kondisi

Selain bikin kesel, hal ini juga bikin deg-degan. Banyak tukang parkir yang sembarangan mengeluarkan motor dari depan toko, rumah makan, atau tempat lainnya yang langsung menghadap ke jalan. Sering banget kejadian tiba-tiba ada motor dimundurin tanpa lihat kondisi sekitar, pengendara di jalan kaget, yang punya motor juga kaget lihatnya.

Saya pernah mengalami dua-duanya. Sebagai pengendara yang hampir menyenggol motor yang tiba-tiba dimundurin tukang parkir dan sebagai pemilik motor yang motornya dimundurin asal tanpa lihat kanan-kiri. Takut banget kalau sampai kejadian yang nggak diinginkan karena ujung-ujungnya yang rugi ya pemilik motor. Perlu diingat kalau hari sial nggak ada di kalender.

#3 Tukang parkir di Solo memberhentikan kendaraan yang sedang jalan seenaknya

Saya benar-benar nggak habis pikir sama tukang parkir model begini dan sayangnya di Kota Solo cukup sering saya melihat dan mengalaminya. Mereka ini bisa seenaknya memberhentikan kendaraan yang lagi jalan dengan kecepatan lumayan, bahkan di kondisi jalan ramai, cuma supaya kendaraan lain bisa keluar dari parkiran.

Masalahnya, mereka kayak nggak bisa baca situasi. Jalanan lagi padat, kendaraan lagi melaju, eh, malah disuruh berhenti mendadak. Kadang saya mikir, ini tukang parkir niat bantu apa malah celaka?

#4 Nekat memalak pengendara

Tahun lalu sempat ada berita soal tukang parkir ilegal di Kota Solo yang nekat memalak pengendara. Awalnya saya nggak percaya, sampai akhirnya saya sendiri yang mengalami.

Waktu itu saya mau parkir mobil di sekitar Pasar Gede karena ada acara kampus di Klenteng Tien Kok Sie. Seperti biasa, saya cari tempat parkir sendiri. Semuanya aman-aman aja sampai akhirnya acara selesai dan saya mau pulang.

Tiba-tiba muncul dua tukang parkir sekaligus. Satu di depan kiri, satu lagi di belakang kanan. Padahal satu aja udah cukup, apalagi posisi parkir saya menyerong, jadi hanya butuh satu orang berjaga di belakang. Begitu saya kasih uang parkir, salah satu dari mereka bilang, “Bayarnya dobel ya, Mas. Yang bantuin dua orang.”

Jelas saya kaget. Saya pun menjawab, “Lho, satu aja, Mas. Yang minta dua siapa?” Waja masnya itu langsung berubah jadi cemberut. Sempat mengomel entah bilang apa, saya sudah telanjur jalan.

Itulah empat hal yang saya benci dari tukang parkir di Kota Solo. Semoga saja ke depannya ada tindakan tegas dari aparat berwenang dan pihak-pihak terkait biar tukang parkir nakal nggak makin meresahkan dan bertambah banyak. Dan buat kalian yang mau main ke Solo, siapkan mental. Soalnya kadang yang bikin emosi di jalan bukan cuma macetnya, tapi juga tukang parkirnya.

Penulis: Imanuel Joseph Phanata
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Tukang Parkir Solo bak Satpam BCA, Pelayanannya Prima.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Oktober 2025 oleh

Tags: juru parkirjuru parkir liarKota Soloprofesi tukang parkirsoloTukang Parkirtukang parkir liartukang parkir solo
Imanuel Joseph Phanata

Imanuel Joseph Phanata

Mahasiswa semester 5 jurusan Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok yang hobi menulis di Mojok

ArtikelTerkait

Tukang Parkir Liar Nggak Hanya Bikin Pengendara Sebel, tapi Juga Bikin Pengusaha Kecil Bangkrut tempat parkir ilegal tukang parkir atm, capres surabaya bogor, kota malang polisi cepek qris parkir indomaret

3 Tempat yang Seharusnya Tidak Perlu Ada Tukang Parkir

11 November 2024
5 Persimpangan Jalan di Solo yang Meresahkan Pengendara, Waspadalah kalau Lewat Sini

5 Persimpangan Jalan di Solo yang Meresahkan Pengendara, Waspadalah kalau Lewat Sini

13 Oktober 2023
Bepergian Solo-Jogja Lebih Nyaman Naik Motor daripada KRL yang Penuh Sesak Mojok.co

Bepergian Solo-Jogja Lebih Nyaman Naik Motor daripada KRL yang Penuh Sesak

10 Oktober 2025
Setup Makaroni Kuliner Khas Solo, tapi Orang Solo Nggak Tahu

Setup Makaroni: Kuliner Khas Solo tapi Banyak Orang Solo Malah Nggak Tahu

19 Desember 2025
flyover manahan mojok

Flyover Manahan, Flyover dengan Desain Paling Aneh yang Pernah Saya Lihat

24 Agustus 2021
Anak Muda Solo Terancam "Terusir" dari Daerannya Sendiri, Nggak Mampu Beli Rumah karena Gaji Tak Seberapa dan Harus Bersaing dengan Pendatang Mojok.co

Anak Muda Solo Terancam “Terusir” dari Daerahnya Sendiri, Nggak Mampu Beli Rumah karena Gaji Tak Seberapa dan Harus Bersaing dengan Pendatang

17 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan (Wikimedia Commons)

3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan

30 Maret 2026
Kerja Dekat Monas Jakarta Nggak Selalu Enak, Akses Mudah tapi Sering Ada Demo yang Bikin Lalu Lintas Kacau

Kerja di Jakarta Memang Kejam, tapi Masih Banyak Hal yang Bisa Disyukuri dari Kota yang Mengerikan Itu

29 Maret 2026
Jakarta yang Keras di Dalam Ingatan Arek Surabaya (Unsplash)

Meski Keras dan Bisa Kejam, Faktanya Jakarta Bisa Bikin Rindu. Tapi Maaf, Saya Memilih Tidak Lagi Merantau dan Pulang ke Surabaya

27 Maret 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

7 Indikator Absolut yang Membuat Purwokerto dan Salatiga Adalah Tempat Terbaik Untuk Slow Living di Jawa Tengah

1 April 2026
3 Alasan Stasiun Jombang adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

3 Alasan Stasiun Jombang Adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

29 Maret 2026
Makanan Malang yang Membuat Saya sebagai Perantau Kecewa, Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian Mojok.co

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

1 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”
  • Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan
  • Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO
  • “Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja
  • Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi
  • Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.