Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Hal Nggak Enaknya Jadi Orang Sulawesi yang Nggak Suka Makan Ikan

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
25 Maret 2022
A A
4 Hal Nggak Enaknya Jadi Orang Sulawesi yang Nggak Suka Makan Ikan (Terminal Mojok.co)

4 Hal Nggak Enaknya Jadi Orang Sulawesi yang Nggak Suka Makan Ikan (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam proses beradaptasi ketika tinggal di Sulawesi, saya membangun jaringan pertemanan ke banyak orang. Pasalnya, di sini saya tak punya sanak famili. Salah satu orang Sulawesi yang menjadi teman baik saya, seorang laki-laki bernama Fatwa. Kami mulai nyambung dalam hal pergaulan karena umur kami tak beda jauh dan sama-sama pernah berkuliah di Kota Semarang.

Masjid di Makassar yang berada dekat dengan laut (Oen Michael/Shutterstock.com)

Ada yang unik dari Fatwa. Ia adalah satu dari sedikit orang Sulawesi yang nggak suka makan ikan. Kalau kamu orang Jawa, pasti tidak merasa aneh ketika ada teman atau kenalanmu yang nggak suka makan ikan. Namun, ini berbeda dengan orang Sulawesi. Pasalnya, mereka terbiasa menjadikan ikan sebagai lauk makan. Pun, mayoritas makanan di sini berbahan dasar ikan. Ikan di Sulawesi, ibarat tempe kalau di Jawa.

Dalam kondisi yang cukup tidak enak itu, inilah yang sering dialami oleh Fatwa karena ia tidak suka makan ikan.

#1 Dituduh sebagai orang Jawa

Fatwa memang lama berkuliah di Kota Semarang dan cukup menyukai berbagai kuliner yang ada di sana. Namun, dia tidak dapat memungkiri bahwa dirinya lahir, besar, dan berbudaya Sulawesi, bukan Jawa. Hanya karena ia tidak suka makan ikan, ia sering dituduh sebagai orang Jawa, bukan orang Sulawesi. Dalam beberapa kondisi, tuduhan semacam itu memang tidak membuat nyaman. Akan tetapi, tuduhan tersebut tidak pernah dianggap sebagai masalah baginya. Toh, bagi Fatwa, selera makan tidak berhubungan dengan adat dan budaya yang ia jalani sehari-hari.

Di pasar Sulawesi, ikan menjadi komoditas yang mudah ditemui (Shutterstock.com)

#2 Calon istrinya dianggap bahagia

Kata orang-orang, karena ia nggak doyan makan ikan, istrinya bakal bahagia bersamanya. Sebab, si istri justru akan lebih mudah untuk masak sehari-hari. Ini karena proses memasak ikan tidak mudah. Jika cara memasak ikannya kurang bagus, akan menghasilkan ikan yang kurang enak pula.

Memasak ikan berbeda dengan memasak tahu, tempe, dan telur yang lebih mudah. Pasalnya, risiko makanan tersebut jadi nggak enak itu kecil.

#3 Dikira pilah-pilih makanan

Persepsi ini biasanya hadir dari orang Sulawesi yang belum kenal dan tidak tahu Fatwa. Eh, dia punya kesempatan untuk makan bareng. Kondisi Fatwa yang nggak doyan makan ikan, lalu dianggap pilah-pilih makanan memang nggak salah. Namun, “pilah-pilih” makanan ini membuatnya terkesan sebagai “kaum yang sok-sokan”. Padahal, makanan lain yang ia pilih justru lebih murah seperti tahu, tempe, dan telur. Jadi, ya, si Fatwa ini nggak “se-sok” itu, kan?

Salah satu olahan ikan khas Sulawesi, ikan kuah asam (Shutterstock.com)

#4 Disangka lebih hemat

Lantaran pilihan makanan Fatwa harganya lebih murah daripada ikan, biasanya ia dianggap sedang berhemat. Mungkin untuk kebutuhan makan ia bisa berhemat. Akan tetapi, ada kebutuhan “kurang penting” lainnya yang tetap dikeluarkan oleh Fatwa dan membuatnya tidak dapat dikatakan sedang berhemat. Jadi, menganggap Fatwa sedang berhemat hanya karena nggak makan ikan? Tentu, dugaan yang salah.

Baca Juga:

Jangan Ajak Orang Sulawesi Makan Ini ketika Kulineran di Jawa, Mereka Nggak Doyan

Kekurangan Penjual Bakso dan Mie Ayam Jawa di Mata Orang Sulawesi

Itulah empat hal yang dialami oleh orang Sulawesi yang nggak doyan makan ikan. Sebetulnya ya, nggak berat-berat amat. Apalagi, beberapa yang disangkakan justru punya kesan yang baik. Namun, kalau terlalu sering dituduh begitu, tampaknya kurang nyaman juga, ya. Ya, begitulah. Kita memang tidak sebaiknya menilai selera makan orang lain. Namanya juga selera, kalau berbeda harusnya nggak masalah, kan?

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 Maret 2022 oleh

Tags: makan ikanOrang Sulawesi
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

Kekurangan Penjual Bakso dan Mie Ayam Jawa di Mata Orang Sulawesi

Kekurangan Penjual Bakso dan Mie Ayam Jawa di Mata Orang Sulawesi

16 Desember 2023
Jangan Ajak Orang Sulawesi Makan Ini ketika di Jawa, Mereka Nggak Doyan Mojok.co

Jangan Ajak Orang Sulawesi Makan Ini ketika Kulineran di Jawa, Mereka Nggak Doyan

26 Desember 2023
Rakyat Diminta Makan Ikan, tapi Harga Ikan di Pasaran Mahal. Halo Pemerintah, Sehat?

Rakyat Diminta Makan Ikan, tapi Harga Ikan di Pasaran Mahal. Halo Pemerintah, Sehat?

1 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

31 Januari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.