Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

4 Hal Nggak Enaknya Jadi Barista

Jihan Ristiyanti oleh Jihan Ristiyanti
6 Januari 2022
A A
4 Hal Nggak Enaknya Jadi Barista Terminal Mojok

4 Hal Nggak Enaknya Jadi Barista (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Profesi barista atau tukang udek kopi masih digandrungi sebagian besar anak muda, utamanya mahasiswa. Bagi sebagian orang, menjadi barista dirasa punya value lebih tinggi ketimbang tukang udek minuman lain seperti kang cendol, kang dawet, mas-mas jamu, dan profesi racik minuman lainnya. Setidaknya, itulah yang saya rasakan dua tahun lalu saat masih menekuni dunia perkopian. Dan hal tersebut juga diamini oleh banyak teman kuliah saya yang bilang kalau jadi barista tuh keren.

Namun, di balik kata keren yang disematkan di samping profesi barista, ada setumpuk rasa getir yang harus ditelan. Nggak usah mentah-mentah ditelannya. Masak dulu, dinginkan, lalu kunyah sampai 32 kali, baru deh telan. Canda, telan. Kali ini saya akan menyebutkan 4 hal nggak enaknya jadi barista. Cukup 4 saja, sisanya silakan kalian cari tahu sendiri.

#1 Denyut jantung jadi cepat

Jadi barista di kedai kopi yang meramu espresso secara manual dengan rok presso memang butuh keterampilan, terlebih untuk seduhan panas. Sebab, jika es kopi susu diramu dengan espresso siap tuang alias si barista telah menyiapkannya dalam jumlah banyak, untuk sajian hot, kita harus membuat espresso yang fresh. Dibikin saat konsumen pesan.

Tentu saja rasanya harus konsisten agar pelanggan nggak kabur. Di sinilah kekuatan jantung barista diuji. Untuk menyajikan rasa yang konsisten dari segelas hot latte misalnya, kita harus memastikan kualitas espresso kita sama. Ada kebiasaan yang harus dilakukan barista tiap opening bar, yakni kalibrasi lidah atau mencicipi kopi untuk memastikan karakter kopi memenuhi standar kedai. Bayangkan jika kedai tempat kamu bekerja menyediakan lebih dari 5 beans dan kamu harus mencicipi semuanya sebelum bar buka.

Saya pribadi merasakan bagaimana jantung saya tiba-tiba berdetak jadi lebih cepat dari biasanya. Bukan karena habis ketemu gebetan, melainkan karena kandungan kafein berlebih yang saya konsumsi. Namun, untuk kalibrasi ini nggak semua kedai secara ketat menerapkannya. Jika kamu kerja di tempat seperti saya dan nyolo, wes siap-siap saja kuatin hati, eh, jantung.

#2 Wajib menghafal semua SOP menu

Bagi kamu yang lemah dalam hafalan, siap-siap saja kena omelan konsumen dan bos. Keterampilan menghafal memang sangat penting dimiliki oleh barista. Sekarang bayangin, jika kedaimu menjual 30 minuman dan tiap kali kamu menyajikan kamu harus melihat SOP yang tertempel di meja bar. Mending kalau kedai sedang sepi, lha kalau datang rombongan keluarga dan pesan 15 minuman yang berbeda kan bisa modyar. Nggak cuma kena omelan konsumen karena lamanya minuman yang dipesan, bisa-bisa konsumenmu ngadu ke bos dan berakhir dengan SP. Makanya seorang barista wajib menghafal semua SOP menu yang ia jual.

#3 Gaji kecil

Meski punya tingkat ketenaran yang tinggi, nyatanya gaji seorang barista nggak sebeken profesinya. Saat saya jadi barista dengan sistem kerja shift, nyatanya nggak shift-shift banget, lebih banyak molornya. Molor dalam hal durasi kerja yang melebihi kesepakatan. Saya hanya mendapat gaji Rp600 ribu. Uang lemburnya gimana? Nggak ada blas. Itu di kota sekelas Surabaya, lho, ya, gimana di tempat yang mobilitas masyarakatnya nggak begitu padat? Ini baru dugaan saya, sih. Tapi itu dulu waktu saya masih jadi mahasiswa. Setelah lulus dan menyabet gelar sarjana, gaji memang bisa sedikit dinego, walau tetap saja nggak bakal di atas gaji mbak-mbak berseragam biru kuning.

#4 Kudu ramah mbasio atimu lagi ambyar

Terakhir, sudah jadi identitas yang mendarah daging kalau barista harus friendly. Pasalnya, nggak seperti warung kopi saset yang menawarkan harga miring, kedai kopi kekinian mematok harga yang cukup tinggi apalagi buat kantong dedek-dedek mahasiswa. Ketimbang buat beli segelas hot cappuccino seharga Rp22.000, mending buat beli tahu bulat nggak, sih?

Baca Juga:

4 Alasan Saya Lebih Memilih Ice Americano Buatan Minimarket ketimbang Racikan Barista Coffee Shop

Jangan Tergiur Bekerja di Cafe Perintis, Ini Kenyataan yang Jarang Terungkap

Untuk menyiasati harga yang tinggi, biasanya kedai memakai market pertemanan. Jadi, di sini barista dituntut sebisa mungkin untuk membuat para konsumen serasa datang mengunjungi teman alias kudu friendly. Tapi, ya jangan sok akrab juga. Nanti bukannya konsumen mau beli, malah kena semprot.

Sekarang bayangin, seumpama suasana hatimu lagi ambyar lalu kamu harus tersenyum dan beramah-tamah pada tiap konsumen yang datang. Tentu saja itu hal yang sangat sulit. Namun, demi profesionalisme dan agar konsumen nggak kapok datang ke kedai kopimu, mau nggak mau kamu tetap harus memasang muka ramah. Bagi konsumen tetap, mungkin mereka akan maklum jika suasana hatimu sedang nggak enak. Tapi jika yang datang konsumen baru, bisa gawat. Bisa-bisa dia nggak bakal mampir lagi gara-gara disuguhi wajah jutekmu. Itu artinya kamu bakal kehilangan calon pelanggan, kehilangan rupiah.

Kira-kira itulah 4 hal nggak enaknya jadi barista. Buat kalian yang memang pengin jadi barista, semoga kalian nggak mengurungkan niat gara-gara membaca tulisan saya ini. Wes toh, sumringah ae, mbasio abot.

Penulis: Jihan Ristiyanti
Editor: Intan Ekapratiwi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Januari 2022 oleh

Tags: baristaKedai Kopi
Jihan Ristiyanti

Jihan Ristiyanti

Penikmat prosa-prosa indah yang nggak suka jalan kaki apalagi muncak.

ArtikelTerkait

Realita Kedai Kopi Jogja Persaingan Blok Utara vs Blok Selatan MOJOK.CO

Kedai Kopi Jogja: Persaingan Blok Utara vs Blok Selatan

22 Agustus 2020
ulang tahun

Orang yang Rayain Ultah dan Rusuh di Kedai Kopi Layak Dirujak Barista se-Indonesia

9 Maret 2021
Wajah Lain Kabupaten Ciamis yang Perlu Kamu Tahu

Wajah Lain Kabupaten Ciamis yang Perlu Kamu Tahu

12 Maret 2020
Hal yang Seharusnya Tidak Dilakukan Istri Ketika Suami Ngopi-ngopi terminal mojok.co

Kedai Kopi: Tongkrongan Bebas yang Bisa Bikin Orang Murtad

22 Agustus 2019
Tanamera, Coffee Shop Underrated yang Kualitas Kopinya Jempolan dan Layak Dicoba Terminal MOJOK

Tanamera, Coffee Shop Underrated yang Kualitas Kopinya Jempolan dan Layak Dicoba

4 Oktober 2022
Jangan Tergiur Bekerja di Cafe Perintis, Ini Kenyataan yang Jarang Terungkap

Jangan Tergiur Bekerja di Cafe Perintis, Ini Kenyataan yang Jarang Terungkap

26 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tiga Jalan Menuju Revolusi: Tan Malaka, Soekarno, dan D.N. Aidit

Tiga Jalan Menuju Revolusi: Tan Malaka, Soekarno, dan D.N. Aidit

27 Februari 2026
Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja (Unsplash)

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

24 Februari 2026
Pengalaman Naik Whoosh Pertama Kali, Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Bikin Mental Orang Kabupaten Jiper Mojok.co KA Feeder Whoosh

Sisi Gelap KA Feeder Whoosh, Fasilitas Gratis yang Bikin Penumpang Whoosh Merasa Miris

1 Maret 2026
Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

23 Februari 2026
Sidoarjo Bukan Sekadar "Kota Lumpur", Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

Lupakan Teori Kuliner PNS, di Sidoarjo Kasta Tertinggi Warung Makanan Enak Ditentukan oleh Orang-orang Waktu Bubaran Pabrik

27 Februari 2026
Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

25 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.