Sebelum ada Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo, warga Jogja mengandalkan Bandara Adisutjiptountuk bepergian naik pesawat. Tidak heran kalau bandara ini menyimpan banyak sekali kenangan untuk warga lokal (warlok) maupun siapa saja yang kerap ke Jogja naik pesawat.
Sebenarnya, Bandara Adisutjipto sekarang ini memang masih beroperasi. Namun, kini bandara ini dikhususkan bagi pesawat kecil dan VVIP. Sementara itu, YIA punya lebih banyak pilihan pesawat komersial. Oleh karena itu, layanan pesawat komersial dipusatkan di YIA dan menyebabkan hampir seluruh jadwal penerbangan ikut pindah ke sana.
Perpindahan ini jelas perlu banyak penyesuaian. Bahkan, hingga detik ini ada saja penumpang yang masih belum terbiasa melakukan penerbangan dari YIA. Terlebih, banyak hal ngangenin dari Bandara Adisutjipto yang membuat penumpang selalu saja membanding-bandingkannya dengan YIA.
#1 Anjungan untuk mengantar dan melihat keluarga
Bandara itu memang menjadi tempatnya perpisahan. Ia menjadi saksi seorang anak yang harus pamit kepada orang tuanya untuk kembali merantau, seorang istri yang melepas suaminya untuk bekerja di luar pulau, dan keluarga yang mengantar sanak saudara pergi naik haji.
Dulu, pengantar keluarga di Bandara Adisutjipto itu difasilitasi dengan adanya anjungan atau waving gallery. Keberadaan fasilitas ini membuat pengantar bisa mengamati kegiatan di apron bandara maupun gerbang kedatangan. Pengantar pun bisa melihat keluarga mereka saat menuju ke pesawat. Penjemput pun bisa menyaksikan keluarganya turun dari pesawat.
Selain itu, waving gallery yang menyediakan pemandangan apron bandara ini juga sering dipenuhi oleh anak-anak yang menonton pesawat ditemani oleh orang tuanya. Pengunjung waving gallery bisa melihat pesawat yang akan berangkat atau merapat, kegiatan menaik-turunkan penumpang, bongkar muat bagasi pesawat, hingga kru kabin pesawat yang sedang beraktivitas.
#2 Lokasi Bandara Adisutjipto strategis
Bandara Adisutjipto ini terletak di Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Ia tepat berada di jantungnya Sleman alias posisinya sangat strategis. Semua hal jauh lebih mudah di Bandara Adisutjipto dibandingkan YIA.
Apapun yang mau kita cari pasti akan langsung ketemu tepat di luar bandara. Nggak perlu jalan jauh atau cari kendaraan, begitu keluar dari bandara, semua hal yang kita mau pasti ada di sekelilingnya.
Kalau kita lapar dan mau makan, di luar langsung ada banyak pilihan restoran dan warung. Kalau ada barang yang harus dibeli atau pengin cari oleh-oleh, banyak juga toko, minimarket, dan supermarket. Bahkan dulu pada masanya pun beli pulsa atau paket internet nggak pakai ribet karena banyak konter. Penginapan di sekitar Bandara Adisutjipto juga lebih banyak dan bervariasi.
#3 Akses ke pusat kota dari Bandara Adisutjipto lebih gampang
Pilihan transportasi ke YIA sekarang memang banyak, tapi tetap ada-ada saja kekurangannya. Misalnya, kereta api bandara itu jumlah kursinya terbatas. Penumpang pesawat dari YIA yang mau ke pusat Kota Jogja harus war tipis-tipis atau menunggu kereta selanjutnya kalau kehabisan seat.
Sementara itu, akses ke pusat kota dari Bandara Adisutjipto jauh lebih mudah. Penumpang yang baru saja turun bisa langsung naik Prameks dari Stasiun Maguwo atau naik bus TransJogja. Kalaupun malas pakai kendaraan umum, tarif taksi dari Bandara Adisutjipto pun nggak begitu mahal. Dengan kata lain, penumpang dari Bandara Adisutjipto yang mau ke pusat kota nggak perlu war kayak penumpang YIA.
#4 Pemandangan kota dari jendela pesawat
Pemandangan garis pantai yang tampak dari jendela pesawat saat take off dan landing di YIA sempat viral beberapa waktu lalu. Memang saya akui, pemandangan tersebut ciamik dan “mahal”.
Namun, pemandangan yang kita dapat jika naik pesawat dari Bandara Adisutjipto juga nggak kalah ikonik. Semua penumpang pesawat yang turun di Bandara Adisutjipto pasti tahu bahwa pertanda pesawat sebentar lagi landing adalah Fly Over Janti sudah mulai tampak dari jendela.
Pemandangan kepadatan lalu lintas dan permukiman Jogja ini juga bikin kangen dan nggak akan ditemui jika kita naik pesawat dari atau ke YIA.
Sekarang sudah secara resmi sebagian besar aktivitas pesawat komersial dipusatkan di YIA. Walaupun Bandara Adisutjipto nggak lagi seaktif dulu, kenangan dari bandara ini nggak akan pernah lekang oleh waktu dan nggak akan bisa digantikan oleh adanya bandara baru.
Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Kenia Intan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
