Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

4 Ciri Nyentrik Mahasiswa Jurusan Hukum yang Membuat Mereka Begitu Mudah Dikenali

Raihan Muhammad oleh Raihan Muhammad
17 Juni 2025
A A
4 Ciri Nyentrik Mahasiswa Jurusan Hukum yang Membuat Mereka Begitu Mudah Dikenali Mojok.co

4 Ciri Nyentrik Mahasiswa Jurusan Hukum yang Membuat Mereka Begitu Mudah Dikenali (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

“Secara normatif yuridis ini melanggar konstitusi,” sayup-sayup saya pernah mendengar kalimat itu ketika nongkrong di kantin. Saya yakin betul, mereka bukanlah dosen, melainkan mahasiswa jurusan hukum yang masih duduk di semester-semester awal. Mahasiswa jurusan hukum memang suka gitu. Obrolan biasa bisa langsung dibawa ke ranah pasal-pasal, terutama mereka yang masih baru. Nggak salah sih, cuma bikin mereka begitu mudah dikenali tanpa harus saya bertanya terlebih dahulu asal jurusan mereka. 

Sebenarnya, mahasiswa jurusan hukum begitu mudah dikenali, bahkan sebelum mereka buka suara atau diskusi. Bisa dari cara duduknya yang tegap, cara ngomongnya yang terstruktur, hingga gaya bajunya yang sering terlalu necis buat kelas jam tujuh pagi. Belum lagi kebiasaan mereka mengutarakan pendapat seperti lagi pleidoi di sidang skripsi. Padahal yang dibahas cuma harga nasi goreng di kantin.

Akan tetapi, hal paling lucu adalah meski mereka belum ngenalin diri, kita sering langsung tahu, “Ini sih pasti anak hukum.” Dan, biasanya tebakan itu nggak pernah meleset. Lho kok bisa? Nah, di bawah ini kita bahas bareng-bareng, apa saja sih ciri-ciri khas mahasiswa hukum yang bikin mereka gampang banget dikenali:

#1 Mahasiswa jurusan Hukum suka debat, baik di dunia nyata maupun dunia maya

Mahasiswa jurusan hukum itu kalau diajak ngobrol biasa, ujung-ujungnya bisa jadi forum diskusi terbuka. Lagi ngobrol santai soal tukang parkir pun bisa berubah jadi debat soal hak atas ruang publik. Lagi nongkrong makan mi ayam, eh malah bahas legalitas perda miras. Bahkan kalau kamu cuma nyeletuk, “Waduh, tilang elektronik ribet ya,” mereka bisa jawab, “Itu bentuk transformasi hukum pidana dalam konteks era digital.” Lha?

Di WhatsApp keluarga, mereka nggak kalah garang. Ada kiriman hoaks dikit, langsung disanggah pakai UU ITE dan pendapat ahli hukum dari podcast semalam. Di Instagram, kolom komentar jadi tempat latihan argumentasi, pun story Instagram bisa berisi pandangan hukum dan teori-teori plus adagium hukum. Mereka pun bisa bikin klarifikasi panjang cuma buat ngebantah caption selebgram yang katanya toxic positivity. Kalau ada yang nyindir “anak hukum tuh suka sok tahu,” mereka biasanya jawab, “Itu namanya legal reasoning, bukan sok tahu.”

Sementara di X (Twitter), itu medan perang mereka. Dari debat soal pasal kontroversial sampai hukum pidana internasional, semua dibahas. Bahkan, twit receh kayak “Cinta nggak butuh logika” bisa dijawab, “Justru butuh, karena kontrak sosial juga bagian dari logika hukum.” Serius, debat sama mereka itu bukan sekadar adu pendapat, tapi bisa jadi sidang pleno. Dan anehnya, meskipun suka debat terus, mereka selalu bilang, “Saya sih open discussion, ya.”

#2 Biasanya punya gaya rapi

Kalau kamu lihat ada mahasiswa yang datang ke kelas pagi-pagi pakai kemeja, celana bahan, sepatu pantofel, dan aroma parfumnya nyaris setajam argumennya, kemungkinan besar dia anak hukum. Mereka tampil rapi, bahkan saat orang lain masih ngantuk dan pakai hoodie. Ada yang bilang itu bagian dari budaya “look like a lawyer”, walau skripsi belum rampung dan toga masih jauh di depan mata.

Di luar kampus pun sama. Mahasiswa hukum cenderung tampil profesional, entah karena kebanyakan ikut seminar, magang di kantor hukum, atau sekadar takut ketemu dosen di minimarket. Bahkan, buat ngopi di kafe pinggir kampus pun mereka tetap tampil on point. Kadang malah dikira staf ahli DPR kalau lagi serius-seriusnya buka laptop.

Baca Juga:

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

Dan jangan salah, atributnya juga khas: tas selempang kulit, binder tebal penuh coretan pasal, dan kalau musim hujan suka bawa payung lipat warna hitam. Mahasiswa jurusan Hukum seolah selalu siap sidang, meski kenyataannya cuma siap nongkrong sambil debat RKUHP. Penampilan bagi mereka bukan sekadar gaya, tapi bagian dari branding, biar kalau ngomong “negara hukum,” orang langsung percaya sebelum dia buka argumen.

#3 Cara ngomong mahasiswa jurusan Hukum terstruktur seperti lagi pleidoi

Kalau mahasiswa lain ngomong, “Menurut gue sih,” mahasiswa jurusan Hukum akan bilang, “Kalau kita lihat dari perspektif hukum tata negara, sebenarnya ini bisa dianalisis dari tiga poin.” Ngomong sama mereka tuh rasanya seperti mendengarkan sidang Mahkamah Konstitusi, runut, sistematis, dan sering banget pakai kata sambung kayak “pertama”, “selanjutnya”, “namun demikian”, dan “dalam konteks ini”.

Bahkan, kalau ditanya hal simpel kayak, “Besok ikut rapat nggak?”, mereka bisa jawab, “Terkait itu, saya mempertimbangkan dua hal. Pertama, ada benturan jadwal dengan kelas hukum pidana. Kedua, secara prinsip, saya mendukung forum diskusi.” Lah? Nggak ikut ya nggak ikut, kenapa harus kayak nota keberatan?

Ini belum ngomongin diksi mereka yang kadang terlalu “dewasa”. Kata-kata seperti yuridis, legitimasi, konstitusionalitas, atau substansi normatif bisa keluar kapan aja—termasuk saat mereka nanya, “Eh, kamu udah makan belum?” Tapi ya itu tadi, meskipun kadang bikin geli, gaya bicara mereka bikin orang sekitar angguk-angguk, walaupun nggak paham sepenuhnya.

#4 Biasanya bawa aksesoris yang berbau hukum

Ciri lain yang bikin mahasiswa juursan Hukum gampang ditebak adalah “peralatan tempurnya”. Mereka nggak cuma bawa buku, mereka bawa kitab. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang tebalnya bisa jadi bantalan duduk, atau fotokopian Undang-Undang No. 12 Tahun 2011 yang sudah dicoret-coret pakai stabilo semua warna. Kadang ada juga yang nenteng Black’s Law Dictionary versi mini, seperti siap perang di moot court tiap saat.

Kalau kamu lihat orang bawa binder tebal berisi draft RUU, notulansi rapat BEM, dan print out jurnal hukum dari HeinOnline, itu 99% anak hukum. Mereka juga suka pakai tote bag bertuliskan “Fiat Justitia Ruat Caelum” atau stiker laptop-nya penuh adagium latin yang bikin temennya dari jurusan lain ngira itu kutipan mantra di film Harry Potter. Dan, yang paling khas, mereka bangga banget nunjukin pasal favorit, bahkan ada yang nempelin Pasal 28 UUD 1945 di back cover HP-nya.

Nggak berhenti di situ, urusan fashion pun mereka sering mengarah ke hal-hal yang legal vibes banget. Coba perhatikan kaus atau jaket yang mereka pakai, pasti pernah lihat yang bertuliskan “I am a future lawyer”, “Indonesia adalah Negara Hukum”, atau yang ada logo tim debat konstitusi kampus. Ada juga jaket komunitas yang bagian belakangnya full tulisan kayak taplak meja: nama organisasi, slogan hukum, dan daftar kegiatan seakan-akan jaket itu adalah bukti keikutsertaan mereka dalam 17 simposium nasional.

Tulisan ini tentu saja nggak mewakili semua mahasiswa jurusan hukum. Nggak semua anak hukum suka debat, dandan rapi, atau punya tote bag bertuliskan adagium latin. Ada juga yang datang ke kelas cuma pakai outfit biasa dan ngetik makalah sambil makan cilok. Tapi, kalau kamu ngerasa beberapa ciri di atas kok relate banget, ya nggak usah marah karena bisa jadi kamu memang anak hukum sejati: yang serius belajar hukum, tapi nggak lupa juga caranya ngelawak.

Penulis: Raihan Muhammad
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Mahasiswa Fakultas Peternakan Unsoed Terdiskriminasi karena Dianggap Nggak Punya Masa Depan dan Bau

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Juni 2025 oleh

Tags: jurusan hukumKuliahMahasiswamahasiswa hukummahasiswa jurusan hukum
Raihan Muhammad

Raihan Muhammad

Manusia biasa yang senantiasa menjadi pemulung ilmu dan pengepul pengetahuan. Pemerhati politik dan hukum. Doyan nulis secara satire/sarkas agar tetap waras. Aku menulis, maka aku ada.

ArtikelTerkait

Cari Beasiswa di Kampus Swasta Sulit, Masih Lebih Banyak Stok Mie Instan di Kosan

Cari Beasiswa di Kampus Swasta Sulit, Masih Lebih Banyak Stok Mie Instan di Kosan Saya

10 Agustus 2025
warung kopi

Ke Warung Kopi: Pamitnya Ngopi, Tapi Pesannya Teh Jumbo

28 Mei 2019
Upload Twibbon Adalah Kegiatan Paling Nggak Berguna yang Pernah Ada ter

Upload Twibbon Adalah Kegiatan Paling Nggak Berguna yang Pernah Ada

30 Agustus 2021
Menjadi Pengangguran Setelah Lulus Kuliah Adalah Fase Hidup Paling Menyebalkan terminal mojok

Menjadi Pengangguran Setelah Lulus Kuliah Adalah Fase Hidup Paling Menyebalkan

16 Juni 2021
Jurusan Sastra Bisa Kerja di Mana Saja, dan Tersesat Kerja di Mana Saja

Jurusan Sastra Bisa Kerja di Mana Saja, dan Tersesat Kerja di Mana Saja

4 Juni 2025
Bersyukur Ditolak Kampus Negeri dan Nurut Jurusan Kuliah “Realistis” Pilihan Orang Tua di Kampus Swasta, Kini Sudah Dapat Kerja Mojok.co

Bersyukur Ditolak Kampus Negeri dan Nurut Jurusan Kuliah “Realistis” Pilihan Orang Tua di Kampus Swasta, Kini Sudah Dapat kerja

26 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.