4 Alasan Ayam Goreng Dkriuk Jadi yang Terbaik di Kelasnya, Brand Lain Minggir Dulu!

4 Alasan Ayam Goreng Dkriuk Jadi yang Terbaik di Kelasnya, Brand Lain Minggir Dulu! Mojok.co

4 Alasan Ayam Goreng Dkriuk Jadi yang Terbaik di Kelasnya, Brand Lain Minggir Dulu! (unsplash.com)

Di antara banyaknya ayam goreng tepung franchise yang murah, seperti Sabana, Canada Fried Chicken, atau D’Besto. Saya bisa bilang ayam goreng Dkriuk adalah yang paling unggul di kelasnya.

Ketika saya lagi ingin makan ayam goreng tepung yang murah, maka Dkriuk merupakan salah satu brand yang sering terlintas di kepala saya. Meskipun, franchise nya tidak ada yang benar-benar dekat di rumah saya (baca: bisa ditempuh untuk jalan kaki minimal selama 5 menit). Saya bisa ikhlas untuk jalan lebih jauh untuk membeli ayam tersebut.

Bukan tanpa alasan, tapi memang ayam goreng ini memang sangat layak untuk dinikmati. Dengan harga dimulai dari Rp8.000, ayam ini sangat worth it dengan rasanya yang luar biasa. Dan, tentunya pantas untuk mendapatkan gelar yang terbaik di kelasnya. Berikut saya jelaskan alasannya.

#1 Rasa ayam goreng Dkriuk mirip dengan McDonald’s

Salah satu hal yang saya pikirkan ketika mencicipi ayam Dkriuk adalah rasanya yang mirip ayam McDonald’s. Ya memang tidak sama persis, tapi setidaknya mendekati dan nggak kalah enak kok. Dan, sangat bisa menjadi alternatif yang baik bila Anda memboikot McDonald’s, tapi kangen akan rasa ayamnya.

Bumbu yang dipakai cukup kuat dan tidak hanya terasa sampai tepung dan kulit. Namun, juga terasa hingga daging. Berbeda dengan ayam Canada Fried Chicken dekat rumah saya, di Pasar Minggu, yang terasa di luar, tetapi hambar di dalam.

#2 Daging ayam goreng Dkriuk fresh

Nah, ini adalah kriteria paling penting kalau kita bicara ayam goreng yang enak. Dagingnya harus fresh. Mau seenak apa pun bumbunya, tapi kalau dagingnya sudah pucat, bau, asem ya tetap aja nggak enak.

Dan, dari berbagai cabang yang pernah saya coba, ayam Dkriuk selalu menghadirkan ayam yang fresh. Tidak bau dan menyia-nyiakan bumbunya yang enak. Ini mungkin juga mengindikasikan bahwa Dkriuk memiliki standar baku yang ketat terhadap makanannya dan hal tersebut bisa dijaga, meskipun franchise nya sudah di mana-mana.

#3 Menu ayam spicy yang tidak nanggung

Sebagai orang yang suka pedas, saya cukup kaget dengan menu ayam spicy dari Dkriuk. Pedasnya begitu menohok dan nyelekit dan juga cukup tahan lama di lidah. Saya sangat mengapresiasi mereka yang berani menyediakan rasa pedas yang berani dan tidak nanggung-nanggung. Yang mana hal ini belum saya temukan pada brand ayam goreng lain di kelasnya. 

Pedas dari ayam ini tidak muncul dari saus, tetapi dari bumbu ayam itu sendiri. Meskipun sangat pedas, warna dari ayam ini terlihat biasa saja. Maka rasa pedas yang muncul, seperti serangan yang senyap ke lidah kita. Bagi saya yang suka pedas hal ini menjadi pengalaman makan yang menarik. Namun, sayangnya menu ini tidak berada di semua cabang.

#4 Menu kulit ayam yang menjadi nilai plus

Siapa sih yang nggak suka kulit ayam? Itu salah satu bagian terbaik bila kita sedang makan ayam goreng. Namun, sayangnya tidak semua brand ayam goreng punya menu ini. Oleh karena itu kulit ayam renyah yang disediakan Dkriuk merupakan nilai plus.

Kalau saya makan nasi dengan sepotong ayam, ada kemungkinan saya masih merasa lapar. Untuk membeli satu potong ayam tambahan rasanya agak berlebihan untuk perut dan juga menambah biaya lebih mahal lagi.

Nah, jalan tengah dari problem dilematis tersebut adalah membeli kulit ayamnya seharga Rp7.000 sebagai tambahan. Kita bisa menikmatinya dengan nasi atau dimakan terpisah sebagai cemilan. 

Itulah empat alasan mengapa ayam Dkriuk merupakan yang terbaik di kelasnya. Sudah enak, murah, apa lagi yang perlu didebat? 

Jualan ayam goreng tentu sangat sulit karena saingannya buanyak banget. Namun, Dkriuk sendiri baru berdiri sejak 2020 dan sudah bisa mengalahkan brand-brand lain di kelasnya. Itu patut diapresiasi. 

Kalau menurut kalian gimana? Apakah setuju ayam Dkriuk merupakan yang terbaik di kelasnya?

Penulis: Mohammad Rafatta Umar
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Jogja Sangat Layak Dinobatkan sebagai Ibu Kota Ayam Goreng Indonesia!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version